Whatsapp Share Like
Simpan

Hik! Lucunya suara bayi yang sedang cegukan. Kalau kata orang tua zaman dulu, jika bayi cegukan menandakan ia sedang tumbuh besar. Namun faktanya cegukan adalah hal yang normal terjadi pada setiap manusia, termasuk bayi. Berbahayakah cegukan tersebut? Lalu, bagaimana cara menghilangkan cegukan pada bayi? Cari tahu yuk jawabannya dari penjelasan di bawah ini!

Penyebab Cegukan

Pertama-tama, Ibu harus tahu dulu, apa sih penyebab cegukan pada bayi? Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa sebenarnya yang menyebabkan cegukan. Secara umum, cegukan disebabkan adanya kontraksi diafragma pada bayi yang masih dalam tahap perkembangan. Nah, kontraksi tersebut dapat terjadi akibat beberapa hal, yaitu:

  • Proses menyusu. Pada bayi baru lahir, kemampuannya dalam menyusu masih belum sempurna, sehingga saat menyusu ia meminum susu terlalu cepat, terlalu banyak, atau banyak menelan udara. Akibatnya, terjadi distensi pada lambungnya yang dapat mendorong diafragma dan menyebabkan kontraksi diafragma hingga akhirnya terjadi cegukan.
  • Refluks gastroesofagus. Ini adalah sebuah kondisi di mana katup antara lambung dan esofagus pada bayi belum berfungsi sempurna. Padahal katup tersebut bertugas untuk mencegah agar makanan yang sudah masuk ke lambung tidak naik kembali ke esofagus.

    Dikarenakan belum berfungsi sempurna, maka makanan pun naik kembali ke esofagus dan menyebabkan refluks gastroesofagus yang memicu terjadinya cegukan. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan bayi lebih sering mengalami gumoh dan menangis.

Frekuensi Cegukan Normal pada Bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi bayi tersebut akan membuatnya lebih sering mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa. Frekuensi cegukan normal pada bayi adalah beberapa kali dalam satu hari. Untuk bayi baru lahir dapat mengalami cegukan hingga lebih dari 10 menit. Ibu tidak perlu khawatir selama bayi tetap terlihat baik-baik saja dan tidak rewel. Tunggulah beberapa saat, maka cegukan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Bagaimana Cara Menghilangkannya?

Meski merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya, tapi cegukan bisa sangat mengganggu. Berikut adalah cara menghilangkan cegukan pada bayi yang dapat Ibu coba praktekkan:

Artikel Sejenis

  1. Gendong bayi dengan posisi tegak selama kurang lebih 20 menit, lalu gosok dada atau goyang badannya secara perlahan.
  2. Sebaiknya susui bayi secara sedikit demi sedikit atau perlahan, tapi dengan frekuensi yang cukup sering. Jika menyusui bayi dengan botol, lakukan dengan cara memiringkan botol dengan sudut 45 derajat supaya udara naik ke bawah botol.
  3. Jika bayi sudah memasuki masa MPASI, suapi ia dengan cara memangku dalam posisi tegak untuk mengurangi jumlah udara yang masuk ke perut.
  4. Setelah selesai menyusui, tetap gendong atau pangku bayi dalam posisi tegak selama 20 menit. Tujuannya supaya udara naik ke atas perut dan mengurangi tekanan pada diafragma, lalu bayi bisa bersendawa untuk mengeluarkan udara dari perutnya.
  5. Untuk bayi berusia 6 bulan ke atas, Ibu bisa memberikan minum air putih untuk membantu mengendalikan diafragmanya.

Jangan Percaya Mitos!

Di Indonesia banyak beredar mitos seputar cara menghilangkan cegukan pada bayi. Namun lebih baik Ibu menghindarinya, apalagi bila dapat membuat bayi cedera. Contohnya saja menakuti atau membuat kaget bayi yang sedang cegukan. Selain itu ada juga mitos yang menyarankan untuk menekan dahi atau menarik lidah bayi untuk meredakan cegukan. Hal-hal tersebut tentunya tidak bermanfaat dan jelas dapat menyakiti bayi.

Jika Ibu sudah melakukan langkah-langkah menghilangkan cegukan di atas tapi cegukan pada bayi belum bayi belum sembuh, yang bisa Ibu lakukan hanyalah menunggu. Cegukan tersebut pasti akan sembuh dengan sendirinya.

Kapan Perlu Waspada?

Penting untuk Ibu ingat bahwa cegukan yang normal pada bayi hanya berlangsung kira-kira 10 menit. Jika Ibu menjumpai bayi Ibu cegukan terus-menerus, maka ada kemungkinan ia menderita gastroesophageal reflux, yaitu kondisi adanya aliran balik asam lambung ke kerongkongan. Berikut beberapa gejalanya:

  • Bayi lebih sering menangis
  • Lebih sering berliur atau meludah
  • Setelah atau selama makan sering melengkungkan punggung secara berlebihan
  • Setelah makan mengalami sakit perut dan muntah

Saat mengalami gejala-gejala di atas, bayi pasti akan merasa tidak nyaman sehingga akan menjadi rewel. Ibu sebaiknya membawa bayi untuk diperiksakan kepada dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jadi, sekarang Ibu lebih paham seputar cegukan dan cara menghilangkan cegukan pada bayi, bukan? Tak perlu khawatir berlebihan ya, Bu, saat melihat buah hati mengalami cegukan. Cukup lakukan cara-cara di atas, kemudian tunggu beberapa saat hingga cegukannya berhenti dengan sendirinya. Semoga informasi yang saya berikan dapat bermanfaat ya, Bu. Semoga buah hati selalu sehat dan tumbuh kembangnya optimal.

Masih ingin berkonsultasi seputar bayi dan anak? Ibu bisa gunakan fitur Tanya Pakar. Di sana pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh pakarnya. Namun jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu ya, Bu.

Sumber:
Alodokter.com, hellosehat.com