Whatsapp Share Like
Simpan

Sariawan bukan hanya dialami orang dewasa saja, ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya. Sariawan merupakan peradangan yang terjadi di dalam rongga mulut, sehingga dapat terjadi pada bagian dalam pipi, gusi, lidah, bibir, kerongkongan, atap mulut, dan/atau lantai mulut.

Sepertinya sepele ya, Bu, tetapi gangguan ini dapat membuat proses pencernaan si Kecil terganggu. Si Kecil dapat menjadi enggan makan atau minum, karena makanan atau minuman yang masuk ke mulut akan menyentuh bagian sariawan tersebut yang dapat menimbulkan rasa sakit dan perih.

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi si Kecil yang terkena sariawan, sebaiknya Ibu tahu dulu penyebab sariawan yang sering terjadi pada si Kecil, karena kasus sariawan pada anak yang satu dengan yang lain seringkali berbeda.

Penyebab Sariawan pada Anak

Penyebab sariawan yang dialami oleh si Kecil ada tiga, yaitu sebagai berikut:

  • Stomatitis aphthosa
    Stomatitis aphtosa terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi saat si Kecil menyikat gigi. Bagian dalam mulut yang lecet atau terluka tersebut dapat menyebabkan kuman masuk dan membuat luka terinfeksi. Biasanya bila si Kecil terkena sariawan ini, maka akan timbul peradangan yang terasa sakit atau nyeri.

  • Oral thrush/moniliasis
    Sariawan ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Jamur ini akan mudah tumbuh melebihi normal bila daya tahan tubuh si Kecil menurun dan ketika si Kecil sedang mengonsumsi obat-obatan antibiotik.

  • Stomatitis herpetic
    Stomatitis herpetic disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus ini biasa dijumpai dan bersarang di belakang tenggorokan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tubuh si Kecil rendah. Meskipun terlihat sederhana, sariawan ini sangat mengganggu aktivitas si Kecil, Bu.

Tips Mengatasi Sariawan pada Anak

Nah, setelah mengetahui penyebabnya. Berikut adalah kiat yang bisa Ibu manfaatkan untuk mengatasi gejala sariawan pada buah hati:

Artikel Sejenis

  1. Menjaga kebersihan mulut dan gigi si Kecil
    Jangan lupa untuk membiasakan si Kecil agar rajin sikat gigi sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi hari setelah makan pagi dan malam menjelang tidur. Agar lebih optimal, sebaiknya si Kecil juga diajak ke dokter gigi untuk mengontrol giginya setiap tiga bulan sekali.

  2. Memberikan asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi
    Saat si Kecil sedang menderita sariawan, Ibu harus tetap memastikan bahwa si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup karena umumnya si Kecil menjadi berkurang nafsu makannya. Bila kebutuhan cairan si Kecil terpenuhi, ini akan menghindarkannya dari risiko dehidrasi.
    Ibu bisa juga memberikan minuman dan makanan yang mengandung tinggi vitamin B, C, dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, seperti, apel, jeruk, tomat, dan sayuran yang dapat diolah dalam bentuk jus, sehingga mudah untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, vitamin B, C, dan zat besi pun bisa diperoleh dari susus, seperti pada susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI. Tak hanya itu saja, susu bubuk ini juga dilengkapi dengan nutrisi lainnya. Diantaranya adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta omega 3, omega 6, minyak ikan, asam sialat, sphingomyelin, zinc, selenium, serat pangan inulin, dan kalsium.

  3. Suapi si Kecil perlahan-lahan
    Ketika si Kecil sariawan, sebaiknya Ibu tetap menyuapinya dengan perlahan-lahan supaya ia tidak kekurangan nutrisi sekaligus sariawannya tidak tersentuh oleh sendok yang digunakan untuk makan. Ajarkan si Kecil untuk makan perlahan-lahan agar makanan yang dikunyah tidak mengenai mulutnya karena sariawan. Bisa juga dengan memberikan makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti bubur atau makanan berkuah.

  4. Gunakan gelas untuk minum si Kecil
    Ketika si Kecil sariawan, sebaiknya jangan menggunakan botol saat Ibu ingin memberikan minuman untuk si Kecil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kontak langsung dengan sariawan, karena hal ini bisa membuat dia semakin nyeri atau sakit terhadap makanan atau minuman yang ia makan.

  5. Mengompres sariawan dengan es batu
    Jika si Kecil merasa kesakitan dan menjadi rewel akibat sariawannya, Ibu bisa mengompresnya dengan es batu. Sensasi dingin dari es batu dapat membuat sariawan jadi mati rasa untuk sementara waktu, sehingga ia tidak akan merasa kesakitan lagi.

Kalau gejala sariawan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau bahkan minggu, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter ya, Bu, supaya ia segera mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga beberapa tips di atas bisa membantu Ibu untuk mengatasi sariawan pada anak tercinta, ya. Bila si Kecil sehat tentu ia akan bersemangat menjalani aktivitasnya sehari-hari dan dapat bertumbuh serta berkembang dengan baik. Si Kecil yang sehat, pasti akan membuat Ibu senang bukan?

Berkonsultasi juga bisa dilakukan di Tanya Pakar lho, Bu. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu, lalu Ibu bisa bertanya langsung kepada pakarnya.