Whatsapp Share Like Simpan

Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD masih jadi pilihan sebagian orang tua guna memberikan pendidikan terbaik bagi buah hatinya. Namun, sebenarnya perlukah si Kecil mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini ini? Seberapa penting perannya terhadap tumbuh kembang anak? Bagi Ibu yang masih bimbang apakah si Kecil perlu masuk PAUD atau tidak, nah artikel ini bisa jadi solusi sebelum Ibu membuat keputusan. Jadi, simak penjelasannya sampai selesai yuk!

Mengenal Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini atau dikenal juga dengan istilah pre-school merupakan jenjang pendidikan sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD). Jenjang PAUD terbagi ke dalam beberapa tahap sesuai dengan usia anak. Biasanya Pendidikan Anak Usia Dini ini diberikan kepada anak yang berusia di bawah 4 tahun. Bahkan, ada pula orang tua yang sudah memasukkan si Kecil ke PAUD ketika berusia 18 bulan. 

Meski begitu, tidak ada patokan yang pasti di usia berapa si Kecil bisa mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini. Hal ini dikarenakan setiap anak memiliki kesiapan yang berbeda dalam mengikuti kegiatan yang ada. 

Oleh karena itu, sebelum Ibu memasukkan si Kecil ke PAUD, ada baiknya jika Ibu terbiasa menstimulasi si Kecil, seperti melatih kemampuan komunikasi, bahasa, dan adaptasi dengan orang terdekatnya. Ini bisa jadi salah satu cara untuk mengurangi rasa kaget si Kecil saat pertama kali masuk PAUD dan bertemu teman sebaya lainnya. 

Perlukah si Kecil Ikut Pendidikan Anak Usia Dini?

Kehadiran Pendidikan Anak Usia Dini ini masih menjadi perdebatan sejumlah kalangan ya, Bu. Ada yang menganggap Pendidikan Anak Usia Dini tidak ideal bagi anak yang berusia di bawah 4 tahun. Sebab, sebagian orang tua menganggap anak di usia tersebut belum ideal untuk diajak berpikir dan mendapat tugas di kelas PAUD. 

Artikel Sejenis

Namun, ada pula orang tua yang setuju dengan Pendidikan Anak Usia Dini karena bisa jadi saran untuk mendukung tumbuh kembang anak lebih optimal. Mereka menganggap PAUD sebagai tempat bermain yang dapat melatih kemampuan si Kecil dalam berbagai hal, seperti kemampuan bersosialisasi. 

Anak yang mengikuti PAUD juga dianggap bisa selangkah lebih maju ketika masuk SD karena sudah tidak merasa asing dengan sekolah, bahkan ada yang sudah bisa membaca dan berhitung. 

Para ahli menilai bahwa Pendidikan Anak Usia Dini penting bagi perkembangan si Kecil. Dengan adanya PAUD, si Kecil dapat belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Jika diperkenalkan sejak dini, hal tersebut akan bermanfaat bagi tumbuh kembang si Kecil saat memasuki Sekolah Dasar (SD).

Melansir laman resmi kemdikbud.go.id, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyebut bahwa peran Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, baik secara fisik dan mental. Kemendikbud juga mewajibkan anak untuk mengikuti PAUD. 

Dalam hal ini PAUD terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK), dan Taman Kanak-kanak luar biasa.

Kelompok Bermain (KB) termasuk ke dalam Pendidikan Anak Usia Dini dengan jalur pendidikan nonformal yang ditujukan bagi anak berusia 2-6 tahun, dengan prioritas usia 3 dan 4 tahun. 

Taman Penitipan Anak (TPA) juga termasuk pendidikan nonformal yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga berusia 4 tahun. Sedangkan, Taman Kanak-kanak (TK) termasuk ke dalam pendidikan formal yang ditujukan bagi anak berusia 4-6 tahun. Jadi, Ibu tidak perlu bimbang lagi ya, sebaiknya si Kecil mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini terlebih dahulu sebelum memasuki jenjang SD. 

Aspek Penting Pendidikan Anak Usia Dini

Ada beberapa aspek penting yang didapatkan si Kecil saat mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini, di antaranya:

  • Kemampuan motorik atau fisik

    Kemampuan motorik si Kecil bisa dilatih saat mengikuti PAUD. Apalagi saat si Kecil berada di masa emas (golden age), tumbuh kembangnya sedang pesat sehingga Ibu perlu menstimulasi kemampuan motorik kasar dan halusnya dengan berbagai cara.

  • Kemampuan kognitif 

    Jenis kemampuan ini mengacu pada tahap perkembangan si Kecil dalam memperoleh makna dari pengalaman dan informasi yang ia dapatkan. Dalam hal ini, kemampuan kognitif meliputi proses ingatan, kemampuan memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.

  • Kemampuan sosial

    Ini merupakan kemampuan si Kecil untuk bersosialisasi dan membangun relasi dengan orang-orang di sekitarnya. 

  • Kemampuan emosional

    Kemampuan emosional mengacu pada keterampilan si Kecil dalam mengatur emosinya dengan cara yang sehat dan tepat. Bagaimana ia bisa mengelola emosi, mengekspresikan perasaan, dan bersikap empati terhadap orang lain.

  • Kemampuan bahasa

    Saat si Kecil mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini, otomatis ia harus berinteraksi dengan guru dan teman sebayanya yang lain. Nah, aktivitas tersebut tak hanya mengasah kemampuan sosial si Kecil, tetapi juga kemampuan bahasanya untuk berkomunikasi dengan baik. 

Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini

Berikut ini beberapa manfaat Pendidikan Anak Usia Dini bagi tumbuh kembang si Kecil: 

  1. Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional

    Saat mengikuti PAUD, si Kecil pasti akan belajar bersama dengan teman sebayanya, sehingga ia didorong untuk belajar caranya berinteraksi, sosialisasi, bekerja sama, dan mengikuti aturan yang ada. Kebiasaan ini dapat bermanfaat secara jangka panjang bagi perkembangan sosial dan emosional si Kecil. 

  2. Meningkatkan rasa percaya diri

    PAUD juga dapat meningkatkan rasa percaya diri si Kecil sebelum ia memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD). Sebab, ia sudah terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi dan pembelajaran dasar. Selain itu, para tenaga pengajar juga biasanya mampu mengedukasi anak-anak untuk lebih berani. 

  3. Mengoptimalkan fungsi otak

    Di usia 5 tahun, perkembangan otak si Kecil mencapai 90%. Dengan mengikuti PAUD, si Kecil akan mendapatkan banyak pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi masa depannya.

Pendidikan Anak Usia Dini memang dapat mendukung tumbuh kembang anak. Namun, itu saja tidak cukup lho, Bu. Ibu juga harus mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan memberikan asupan nutrisi berkualitas guna memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Nutrisi ini meliputi protein, karbohidrat, serat, lemak, berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Salah satu nutrisi yang sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak adalah 9 Asam Amino Esensial (9AAE). Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak.

Dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan asam amino esensial dalam tubuh. Penelitian itu menunjukkan pentingnya asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sebagai nutrisi penting untuk pertumbuhan anak. 

Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+, kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.