Share Like
Simpan

Kesehatan balita berusia 1-3 tahun, sangat erat kaitannya dengan nutrisi seimbang serta aktivitas yang dapat mendukung perkembangan si Kecil. Sayangnya, tak banyak orang tua memerhatikan pengaruh berat badan anak pada proses tumbuh kembangnya. Sebagai contoh, ketika melihat si Kecil yang memiliki pipi tembam, badan gemuk, dan montok, orang tua akan merasa gemas. Padahal, kondisi seperti ini seharusnya lebih diperhatikan agar ia terhindar dari risiko berat badan berlebih, Bu.

Setelah si Kecil mulai mengonsumsi makanan padat, lemak, gula, serta kalori yang terkandung pada makanan tersebut bisa menjadi faktor utama penyebab anak menjadi gemuk. Apabila tak diimbangi dengan pola hidup sehat, maka kegemukan pada si Kecil dapat berisiko menyebabkan gangguan pada kesehatan balita seiring dengan masa tumbuh kembangnya. Nah, untuk menjaga agar berat badannya tetap seimbang, ada baiknya apabila Ibu mengetahui cara menghitung Berat Badan Ideal (BBI) pada balita, yaitu:

Cara menghitung BBI (Berat Badan Ideal)

 Pada anak berusia 1-5 tahun, rumus penghitungan BBI-nya adalah:

2n + 8

n = usia tahun, usia bulan.

Sebagai contoh: si Kecil berusia 27 bulan, maka n = 2 tahun, 3 bulan

2n = 2 x 2,3 = 4,6

Jadi, BBI si Kecil adalah 4,6 + 8 = 12,6 kg

Normalnya, berat badan anak berusia 0-5 tahun (tanpa dibedakan jenis kelaminnya), bisa memiliki 10% kekurangan atau kelebihan berat badan dari BBI, misalnya si Kecil di usia 27 bulan (2 tahun, 3 bulan) bisa memiliki berat badan di rentang 11,34 kg hingga 13,86 kg. Jadi, Ibu tak perlu khawatir apabila berat badannya tak sama persis dengan penghitungan BBI yang sudah Ibu lakukan.

Apa pengaruh berat badan si Kecil pada tumbuh kembangnya?

Apabila berat badannya melebihi 10% BBI, itu tandanya si Kecil berisiko mengalami obesitas. Kondisi ini merupakan salah satu Oleh sebab itu, ada baiknya Ibu menjaga betul pola makannya ya, Bu.

Nah, jika si Kecil mengalami kondisi seperti ini, ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan agar kesehatan balita tetap terjaga, yaitu :

  • Atur pola makan

Idealnya, pola makan seseorang adalah 3 kali sehari. Itulah sebabnya, Ibu perlu menghindari memberikan ia makanan tambahan dengan porsi besar di sela-sela waktu makannya. Sebaliknya, berikan ia potongan buah segar untuk mengurangi rasa lapar. Namun, sebaiknya hindari buah berkalori besar seperti alpukat atau pisang ya, Bu.

  • Ajak si Kecil lebih aktif bergerak

Selain mengatur pola makan, Ibu perlu mengajak si Kecil untuk lebih aktif bergerak karena dapat membantu memperkuat tulang, mengurangi stres, dan juga menjaga berat badan lebih stabil. Sebaiknya, luangkan waktu selama 60 menit dalam sehari untuk bermain bola, menari, atau berenang dengannya sebagai salah satu cara menjaga kesehatan balita ya, Bu

  • Libatkan semua anggota keluarga

Di masa tumbuh kembang balita saat ini, si Kecil cenderung meniru apa yang Ayah dan Ibu lakukan. Oleh sebab itu, inilah saat yang tepat untuk memulai pola hidup sehat bersama seluruh anggota keluarga. Mulailah dari hal terkecil seperti membiasakan menu makanan sehat, rutin berolahraga, atau menghindari camilan yang mengandung gula serta garam tinggi seperti keripik dan permen

Ternyata, pengaruh berat badan berlebih dengan kesehatan seseorang tak hanya berlaku bagi orang dewasa saja ya, Bu. Itulah sebabnya, Ibu perlu menjaga kesehatan balita sejak dini dengan membiasakan pola hidup sehat kepada si Kecil dengan memberikan nutrisi seimbang serta mengajaknya aktif bergerak. Yuk, hidup sehat bersama si Kecil sejak dini!