Whatsapp Share Like
Simpan

Saat ini Pendidikan Anak Usia Dini atau yang disingkat dengan PAUD sedang populer ya, Bu. Kalau dulu anak-anak baru akan bersekolah di Taman Kanak-kanak saat berusia 4-5 tahun, kini sudah banyak orang tua yang menyekolahkan buah hatinya yang berusia 3 atau bahkan 1,5 tahun di PAUD. Pertanyaannya, apakah sekolah tersebut memang dibutuhkan untuk si Kecil? Apakah kelebihan dan kekurangannya?

Mengenal PAUD

PAUD atau pre-school merupakan jenjang pendidikan sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD).  Jenjang pendidikan ini memiliki ruang lingkup yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu bayi (usia 0-1 tahun), balita (usia 2-3 tahun), dan kelompok bermain (usia 4-6 tahun). PAUD sendiri bertujuan untuk memberikan rangsangan yang tepat bagi tumbuh kembang si Kecil dalam bidang jasmani, rohani, serta intelektual. Diharapkan dengan mengikuti PAUD, si Kecil akan lebih merasa siap saat memasuki SD.

Usia Berapa Anak Masuk PAUD?

Tiap sekolah mematok batas minimal usia anak yang berbeda-beda. Usia yang diterima rata-rata sekolah adalah 2 tahun, tapi ada juga sekolah yang menerima anak berusia 18 bulan. Meski begitu, tidak ada patokan yang pasti di usia berapa anak bisa mengikuti PAUD. Setiap anak memiliki kesiapan yang tidak sama dalam mengikuti kegiatan di PAUD. Ada yang dengan mudah merasa nyaman dan betah untuk bersekolah meski usianya baru 2 tahun. Namun ada juga yang sulit beradaptasi meski usianya sudah menginjak 4 tahun.

Cara Menilai Kesiapan Anak

Kesiapan setiap anak untuk bersekolah sejak dini dapat dilihat dari kematangannya, baik secara fisik, kognitif, sosial, maupun emosional. Berikut beberapa cara untuk menilai apakah si Kecil sudah siap untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini:

  • Si Kecil sanggup berjauhan dari Ibu selama beberapa waktu. Di PAUD ia hanya akan ditangani oleh guru selama beberapa jam. Jika ia tetap tenang dan tidak menangis meraung-raung, kemungkinan ia sudah siap.
  • Sudah mandiri dan mudah mengerti arahan guru. Si Kecil sebaiknya sudah lebih mandiri, misalnya sudah bisa buang air di toilet dan makan sendiri. Ia juga dengan mudah memahami arahan gurunya.
  • Dapat berinteraksi dengan teman sebayanya. Kesiapan secara sosial juga merupakan patokan untuk menilai kesiapan si Kecil. Jika ia sudah dapat berinteraksi dan bermain dengan teman sebayanya, maka ia sudah tidak lagi terkonsentrasi dengan dirinya sendiri.
  • Mampu mengikuti kegiatan yang terjadwal. Si Kecil sudah tidak lagi bertindak semaunya sendiri. Ia sudah mampu untuk mengikuti kegiatan yang terorganisir dan terjadwal. Selain itu ia juga sudah mampu menyelesaikan kegiatan yang diberikan di PAUD.

Menurut Para Ahli…

Banyak Ibu yang mungkin bimbang apakah akan memasukkan anaknya ke PAUD atau tidak. Para ahli menilai bahwa Pendidikan Anak Usia Dini penting bagi perkembangan si Kecil. Melalui PAUD, ia dapat belajar bersosialisasi dengan anak sebayanya. Jika diperkenalkan sejak dini, hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi perkembangan si Kecil.

Artikel Sejenis

Kemendikbud sendiri mulai tahun 2016 sudah mewajibkan anak untuk mengikuti PAUD, yaitu TK dan Kelompok Bermain. Bahkan, UNESCO juga mengharuskan anak untuk belajar selama satu tahun terlebih dulu sebelum masuk SD. Jadi, Ibu tidak perlu bingung lagi, ya. Sebelum memasuki SD, si Kecil sebaiknya mengikuti PAUD terlebih dulu.

Manfaat PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Membentuk struktur otak. Di usia 5 tahun, perkembangan otak si Kecil mencapai 90%. Dengan mengikuti PAUD, si Kecil akan mendapatkan banyak pengalaman yang akan memberikan efek secara jangka panjang bagi masa depannya.
  2. Prestasi akademis yang lebih baik. Di usia pra-sekolah, si Kecil umumnya selalu ingin tahu terhadap segala hal. Melalui kegiatan di PAUD, rasa ingin tahunya pun dapat terpenuhi, sehingga akan berdampak positif terhadap prestasi akademisnya nanti. Bahkan beberapa penelitian membuktikan bahwa anak yang masuk PAUD memiliki rating kelulusan yang lebih tinggi dan jarang mengulang pelajaran.
  3. Si Kecil lebih terstruktur. Di PAUD, si Kecil akan memainkan hal-hal lainnya yang tidak ia temui di rumah. Selain itu, PAUD juga mengajarkan aktivitas fisik, seperti berayun, berlari, dan berlatih keseimbangan, yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya.
  4. Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional. Si Kecil pasti akan belajar bersama dengan anak-anak lainnya, sehingga mau tidak mau ia akan belajar bagaimana caranya berinteraksi, bekerja sama, dan mengikuti aturan. Hal ini akan memberikan manfaat secara jangka panjang bagi perkembangan sosial dan emosional si Kecil.
  5. Mendorong kepercayaan diri. Anak berusia pra-sekolah sangat memerlukan bimbingan agar memiliki kepercayaan diri. Umumnya tenaga pengajar di PAUD mampu mengarahkan dengan cara yang lebih positif serta menghargai apapun hasil pekerjaan siswanya. Hal tersebut akan membantu membangun kepercayaan diri si Kecil.

Berdasarkan informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa si Kecil sebaiknya mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini. Namun ingat, masukkan ketika ia sudah merasa siap. Pada awalnya ia mungkin akan memerlukan waktu untuk beradaptasi, sehingga peran Ibu sangat besar untuk selalu mendukungnya.

Agar si Kecil lebih siap, berikan juga ia susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI ya, Bu. Susu ini telah diperkaya dengan semua nutrisi yang ia perlukan untuk tumbuh kembangnya, seperti Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, dan Mineral. Selain itu, ada juga kandungan nutrisi lainnya, mulai dari omega 3 dan 6, selenium, zat besi, kalsium, dan serat pangan inulin.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.

Sumber:

Alodokter, klikdokter, theasianparent