Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap anak memiliki karakternya masing-masing. Ada anak yang penakut, pemberani, pendiam, pemalu, aktif, dan sebagainya. Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa karakter itu bawaan dari lahir. Memang hal tersebut benar adanya, tapi karakter sebenarnya juga bisa dibentuk.

Orang tua berperan sangat penting dalam membentuk karakter buah hatinya. Pendidikan karakter yang tepat akan membuat anak memiliki sikap-sikap yang positif dan bisa membawa anak mencapai kesuksesan. Namun terkadang sikap dan ucapan orang tua secara tidak sadar bisa membuat sang anak menjadi minder, penakut, tidak bisa mengambil keputusan, dan sebagainya. Membentak, memarahi, melarang tanpa alasan, selalu mengatur anak menjadi contoh sikap dari orang tua yang bisa berdampak buruk bagi anak.

Kapan Usia Tepat Membangun Karakter Anak?

Sedini mungkin, tepatnya saat anak berusia 4-6 tahun. Di usia ini anak sedang berada dalam masa golden age dimana otaknya berkembang dengan sangat cepat hingga 80 persen (sumber: www.pendidikankarakter.com).  Si Kecil pun akan sangat cepat menerima dan menyerap informasi, sehingga pertumbuhan fisik serta perkembangan mental dan spiritual anak mulai terbentuk.

Brazelton, seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika melakukan sebuah penelitian. Hasilnya menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan sikapnya di masa depan. Apakah ia akan mampu menghadapi tantangan dalam hidupnya dan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar hingga berhasil dalam karirnya.

Pentingnya Membangun Hubungan Emosional

Kesuksesan tidak melulu soal otak yang cerdas dan prestasi yang gemilang di sekolah, tapi juga bagaimana membangun hubungan emosional dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Bahkan fakta membuktikan bahwa orang-orang yang meraih kesuksesan di saat dewasa ternyata tidak pernah memiliki nilai bagus atau mendapat ranking pertama saat sekolah. Beberapa bahkan putus kuliah, tapi nyatanya bisa menjadi orang terkaya sedunia, yaitu Bill Gates. Sang pendiri Microsoft ini hanya lulus SMA tapi berhasil menciptakan sesuatu yang dipakai oleh hampir seluruh orang di dunia.

Artikel Sejenis

Orang-orang sukses pasti memiliki kecakapan dalam membangun hubungan dengan tiga pilar, yakni Diri Sendiri (Intrapersonal), Lingkungan (Sosial), dan Tuhan (Spiritual). Pendidikan karakter tersebut bisa orang tua ajarkan sejak dini sehingga akan terbentuk saat si Kecil beranjak dewasa. Di usianya yang masih belia, perkembangan mentalnya berlangsung dengan sangat cepat. Anak juga sangat sensitif dalam mempelajari hal-hal yang ia lihat, rasa, dan dengar di lingkungannya. Untuk itu, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang positif sebagai tempat tinggal anak.

Bagaimanakah Cara Membangun Karakter Anak?

Seperti yang telah disebutkan di atas, pembentukan karakter merupakan hasil dari pemahaman tiga hubungan yang pasti dialami manusia atau yang disebut Triangle Relationship (Diri Sendiri, Lingkungan, dan Tuhan). Masing-masing hasil hubungan tersebut akan memberikan pemahaman yang nantinya menjadi nilai dan keyakinan yang dimiliki oleh anak yang akan menentukan bagaimana ia memperlakukan dunianya. Pemahaman yang positif akan berakibat pada perlakuan yang positif. Sebaliknya, pemahaman yang negatif akan berakibat pada perlakuan yang negatif.

Para orang tua bisa mengikuti beberapa cara berikut dalam memberikan pendidikan karakter buah hatinya:

  1. Tumbuhkan Pemahaman Positif pada Anak Sejak Dini

    Salah satu caranya adalah dengan memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan sendiri. Cara ini akan melatih rasa tanggung jawab anak pada dirinya sendiri. Tak perlu selalu memaksakan keinginan kita pada si Kecil, karena ia akan merasa tidak bebas dan belum tentu juga keinginan kita sesuai dengan isi hatinya.

  2. Bantu Mengarahkan Potensinya

    Orang tua tidak seharusnya memaksakan kehendak pada anak, karena masing-masing anak memiliki potensi yang beragam. Orang tua justru harus membantu untuk mengarahkan potensi anak agar ia lebih mampu berkreasi dengan sendirinya. Banyak kasus orang tua ingin anaknya agar menjadi profesi yang dianggap terpandang, tapi sang anak tidak mau dan tidak mampu. Akhirnya si anak malah mengalami depresi dan gagal dalam hidupnya. Kenali bakat anak sedini mungkin dan kembangkan agar ia dapat sukses dalam bidang tersebut.

  3. Biasakan Anak Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekitar

    Sedini mungkin ajaklah anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Namun tentunya pilihlah lingkungan yang positif, karena akan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Ibu harus pandai melihat seperti apakah anak-anak yang berada di lingkungan tersebut. Apakah memiliki watak yang baik, suka berbicara atau bertindak kasar atau tidak.

  4. Membangun Hubungan Spiritual dengan Tuhan

    Terakhir dan tidak bisa dikesampingkan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan. Hubungan ini dapat terbangun melalui penghayatan dan pelaksanaan ibadah ritual yang diimplementasikan pada kehidupan sosial. Orang tua juga wajib memperkenalkan nilai-nilai agama pada buah hatinya agar anak selalu memiliki keimanan terhadap Tuhannya. Ajak ia untuk beribadah bersama Ibu secara rutin, sehingga ia akan selalu terbiasa hingga ia dewasa.

Jadi, sudah tahu kan Bu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi anak sedini mungkin? Usia 4-6 tahun menjadi saat yang paling tepat untuk mulai membangun karakternya. Di samping itu, berikan juga susu Frisian Flag 456 PRIMANUTRI untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar ia lebih siap memasuki masa pra sekolah. Susu pertumbuhan ini mengandung zat gizi lengkap berupa zat gizi makro (protein, karbohidrat, dan lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Selain itu susu pertumbuhan ini juga diperkaya dengan Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), minyak ikan, zat besi, serat pangan inulin, dan kalsium.