Whatsapp Share Like
Simpan

Tentu Ibu sudah tidak asing lagi dengan penyebutan istilah “anak usia dini” dalam dunia pengasuhan (parenting). Jadi, siapa sih yang disebut sebagai “anak usia dini” ini? Kategori anak usia dini (AUD) yang ditetapkan di Indonesia menurut Aisyah (2016) adalah anak-anak yang berada dalam rentang usia 0-6 tahun. Anak dalam kelompok usia ini berada dalam proses perkembangan yang unik karena terjadi bersamaan dengan masa emas atau masa peka (golden age).

Pada masa-masa emas (golden age) yang hanya terjadi sekali seumur hidup dalam siklus hidup manusia inilah proses tumbuh kembang anak terjadi paling pesat. Otak si Kecil yang seringkali dikatakan ibarat spons itu akan dengan cepat dan mudah menyerap berbagai hal, termasuk pengetahuan maupun keterampilan. Ibu tidak bisa mengabaikan begitu saja hal-hal yang diperlukan si Kecil untuk menunjang pertumbuhan serta perkembangannya baik secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu peran orangtua sangatlah vital untuk memastikan bahwa segala hal yang diterima oleh si Kecil adalah semua yang terbaik.

Bagaimanapun juga di kesempatan “emas”-nya ini, si Kecil harus dipastikan agar dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki dalam proses peningkatkan kemampuan fisik dan psikisnya. Potensi anak harus digali sebanyak-banyaknya pada masa ini lho, Bu.

Salah satu upaya untuk mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembang yang optimal bagi si Kecil adalah melalui pendidikan AUD. Pendidikan AUD menurut UNESCO termasuk pada jenjang pra-sekolah, yaitu untuk anak usia 3-5 tahun. Pendidikan anak usia dini dapat berbentuk formal maupun informal. Di Indonesia, lembaga pendidikan AUD formal yang lazim berbentuk taman kanak-kanak (TK) atau yang sederajat (paud.kemdikbud.go.id, 2016). Memilih TK merupakan salah satu opsi yang dapat Ibu lakukan untuk memfasilitasi anak usia dini Ibu dalam proses tumbuh kembangnya. Fungsi utama dari pendidikan AUD adalah untuk membantu meningkatkan semua aspek perkembangan dasar anak, baik kemampuan kognitif, bahasa, fisik-motorik, sosial-emosional, termasuk moral dan agama.

Lalu, ada tidak sih alasan pendorong lain untuk menyekolahkan si Kecil di lembaga formal AUD ini? Yuk, simak beberapa alasan pentingnya berikut ini!

Artikel Sejenis

Fungsi pengenalan dan adaptasi

Memasukkan si Kecil ke TK dapat membuatnya sedari awal mulai mengenal dan terbiasa dunia sekolah serta membantunya siap belajar akademik di jenjang selanjutnya (sekolah dasar). Sekolah formal AUD juga dapat mengembangkan kemampuan anak beradaptasi terhadap rutinitas sekolah seperti berangkat sekolah pagi hari, mengikuti upacara bendera tiap hari senin, berolahraga seminggu sekali, serta mengikuti semua pembelajaran atau kegiatan terstruktur yang diterapkan di sekolah. Si Kecil akan pula dibiasakan untuk mulai memahami aturan-aturan yang berlaku di sekolah serta kewajiban mentaatinya. Si Kecil dikenalkan serta diajarkan tentang hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Memperluas lingkungan sosial

Selain membantu beradaptasi dan terbiasa dengan rutinitas serta aturan, di sekolah formal si Kecil juga akan dipertemukan dengan lingkungan sosial yang baru. Bukan hanya berkenalan dengan sosok guru, si Kecil juga akan mendapatkan banyak teman-teman baru yang sebaya dengannya. Teman-teman baru inilah yang akan menemani si Kecil baik dalam belajar maupun bermain. Hal tersebut akan membuat kegiatan sehari-harinya tidak terasa membosankan dibandingkan dengan hanya di rumah saja. Semakin luasnya lingkungan sosial anak secara otomatis akan meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Anak Ibu akan semakin pintar dalam bergaul dan berteman!

Pondasi kepribadian

Ibu, menyekolahkan si Kecil di lembaga pendidikan formal AUD memberi beberapa keuntungan yang salah satunya adalah menanamkan nilai-nilai positif. Lihat saja, saat berada dalam lingkungan pertemanan yang baru di sekolahnya si Kecil secara otomatis akan belajar bagaimana cara bergaul maupun berinteraksi yang baik dan benar. Si Kecil akan berlatih percaya diri loh, Bu.

Dalam perjalanannya, si Kecil juga akan belajar tentang menghargai dan bekerjasama satu sama lain. Anak juga ditanamkan nilai sopan santun serta tata krama. Seluruh nilai-nilai positif yang dipelajari tersebut akan menjadi pondasi kepribadiannya kelak. Anak Ibu akan lebih mandiri tentunya.

Ingat ya Bu, sesuai karakternya seorang anak akan selalu senang bermain. Oleh karena itu, cara belajar anak juga dengan bermain. Sekolah formal AUD seperti TK merupakan salah satu lembaga yang dapat menjadi fasilitator gaya “belajar dengan bermain” si Kecil. Beberapa poin yang sudah diungkapkan di atas setidaknya dapat menjadi pertimbangan Ibu untuk memutuskan apakah si Kecil akan memulai pendidikan AUD di sekolah formal atau tidak.