Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap orang tua pasti mendambakan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Ibu juga, bukan? Untuk mewujudkan keinginan tersebut, asupan nutrisi sangatlah dibutuhkan. Kabarnya, Sphingomyelin adalah salah satu jenis asupan yang baik bagi perkembangan otak si Kecil dan akan membuatnya jadi anak cerdas. Lalu, apa sih, pengertian Sphingomyelin tersebut dan perannya dalam mencerdaskan si Kecil? Berikut ini saya rangkum informasinya untuk Ibu.

Apa Itu Sphingomyelin?

Menurut artikel kesehatan anak yang saya baca, Sphingomyelin memiliki peran penting untuk mendukung perkembangan otak si Kecil. Berbeda dengan DHA yang berfungsi untuk memberi asupan lemak pada otak, Sphingomyelin berperan mengoptimalkan pembentukan selimut pada sel saraf otak agar dapat bekerja secara optimal, Bu.

Sphingomyelin sendiri merupakan komponen untuk membentuk selubung mielin yang akan menyelimuti sel saraf. Sel saraf tersebut berfungsi untuk mempercepat impuls dari sel saraf satu ke sel saraf lainnya. Mudahnya, Sphingomyelin memiliki tugas sebagai penghantar di jaringan saraf otak yang akan bantu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi si Kecil.

Apa Manfaat Sphingomyelin bagi Tumbuh Kembang si Kecil?

Perlu Ibu mengerti bahwa proses perkembangan otak si Kecil akan berlangsung dengan sangat cepat hingga ia berusia 3 tahun. Bahkan, dari artikel online yang saya baca, pada usia satu tahun, berat otak si Kecil mampu mencapai 70% berat otak dewasa. Itu sebabnya, agar si Kecil tumbuh menjadi anak cerdas, ia perlu mendapat asupan Sphingomyelin sejak dini.

Selain berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan otak si Kecil, Sphingomyelin juga dapat menjaga sistem saluran cerna dan meningkatkan metabolisme tubuh si Kecil lho, Bu. Dengan begitu, si Kecil akan memiliki sistem pencernaan yang sehat sekaligus lebih berenergi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Artikel Sejenis

Sumber Makanan dan Minuman yang Kaya Sphingomyelin

Pada dasarnya, kandungan Sphingomyelin dapat ditemukan dalam asupan bergizi seperti ASI, susu sapi, dan susu kedelai. Inilah mengapa Ibu sangat dianjurkan untuk memberi si Kecil ASI eksklusif hingga ia berusia 6 bulan dan bisa dilanjutkan sampai berumur 2 tahun. Setelah itu, Ibu juga bisa memenuhi kebutuhan Sphingomyelin si Kecil dengan memberi ia susu.

Namun tidak semua susu untuk anak diperkaya dengan Sphingomyelin ya, Bu. Perhatikan label yang tertera pada kemasannya untuk mengetahui apakah susu tersebut mengandung Sphingomyelin atau tidak. Susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI adalah salah satu susu yang sudah memiliki kandungan Sphingomyelin.

Susu ini diperkaya dengan kombinasi zat gizi makro (Protein, Karbohidrat, Lemak) dan zat gizi mikro (Vitamin dan Mineral). Selain itu, susu ini juga mengandung minyak ikan, Omega-3 (ALA), Omega-6 (LA), Zat Besi, Serat Inulin, Seng, Selenium, dan Kalsium. Ibu juga bisa memastikan bahwa hanya Frisian Flag 123 PRIMANUTRI yang mencantumkan Asam Sialat dan Sphingomyelin pada label nutrisi kemasannya. Asam Sialat dan Sphingomyelin merupakan nutrisi yang membantu mengoptimalkan proses penyerapan informasi dan perkembangan memori si Kecil.

Tambahan Nutrisi Lainnya dan Stimulasi Juga Penting

Selain Sphingomyelin, ada beberapa nutrisi lainnya yang juga baik untuk mencerdaskan si Kecil, yaitu:

  • Asam lemak omega 3, 6, dan 9 : dapat ditemukan di salmon, tuna, walnut, minyak jagung, minyak kedelai, minyak canola, minyak biji bunga matahari, dan minyak zaitun.
  • Asam amino : dapat ditemukan di daging sapi, daging ayam, telur, produk susu, alpukat, dan kacang-kacangan.
  • AA dan DHA : dapat ditemukan di ASI, telur, daging, salmon, makerel, tuna, sarden.
  • Tyrosine : dapat ditemukan di hati ayam, daging, ikan, keju, pisang, dan alpukat.
  • Vitamin B : dapat ditemukan di wortel, kacang-kacangan, dan biji bunga matahari.
  • Asparagine : dapat ditemukan di daging, telur, susu, dan produk susu.
  • Zat besi : dapat ditemukan di daging sapi, telur, bayam, jagung, kacang hijau, kacang kedelai, kangkung, dan sereal.
  • Tryptophan : dapat ditemukan di daging, telur, ikan, pisang, susu, dan keju.
  • Yodium : dapat ditemukan di tuna, salmon, hering, cod, rumput laut, garam beryodium, dan susu.
  • Sialic acid (SA) : dapat ditemukan di daging sapi, kacang-kacangan, dan susu.
  • Seng : dapat ditemukan di daging, seafood, susu, dan kacang-kacangan.

Anak cerdas juga akan membutuhkan tambahan asupan nutrisi lainnya. Penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan memberikan ia makanan yang mengandung gizi seimbang setiap hari.

Tak lupa, lakukan stimulasi pada otak si Kecil melalui aneka permainan edukatif yang akan bantu meningkatkan perkembangan otaknya. Ikutlah berperan serta mencerdaskan buah hati dengan selalu menemani si Kecil bermain ya, Bu. Kehadiran Ibu juga sangat penting untuk membantu proses tumbuh kembang si Kecil.

Ternyata Sphingomyelin sangat berperan dalam menciptakan anak cerdas ya, Bu. untuk itu, jangan sampai lupa untuk memberikan sumber makanan dan minuman yang kaya Sphingomyelin ini kepada si Kecil setiap hari. Semangat terus dalam merawat si Kecil, Bu. Semoga ia dapat tumbuh menjadi anak cerdas kebanggan Ibu.

Ibu ingin berkonsultasi seputar bayi? Lakukan saja di laman Tanya Pakar. Para ahli di sana siap menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut, ya.

 

Sumber:

sains.kompas.com, parentingclub.co.id