Whatsapp Share Like
Simpan

Sejatinya, anak usia 3 tahun sedang berada pada masa produktif bagi tumbuh kembang si Kecil. Pasalnya, pesatnya pertumbuhan dan perkembangan anak hanya akan didapatkannya pada usia tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Ibu mengetahui bagaimana merangsang pertumbuhan dan perkembangan otak agar si Kecil menjadi pintar dan cerdas.

Tahukah Ibu bahwa anak cerdas berasal dari orangtua yang cerdas? Ya, kecerdasan si Kecil dapat dipengaruhi oleh orang tuanya. Kecerdasan dapat diperoleh melalui dua faktor, yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan berkaitan dengan pemberian lingkungan yang memadai, terpenuhinya kebutuhan fisik dan psikis si Kecil, kasih sayang, dan stimulasi dari orangtua secara baik dan benar. Maka, penting bagi Ibu untuk mengetahui tips agar anak cerdas dengan menjadi orangtua yang cerdas juga.

Berikut adalah 5 tips yang bisa Ibu lakukan sebagai stimulasi kecerdasan anak:

  1. Mengajari Keterampilan

    Mengajarkan si Kecil keterampilan dapat dimulai dengan mengajarkan mereka makan dan minum menggunakan alat yang benar, mengajarkan cara berpakaian, gosok gigi, dan sebagainya. Dengan mengajarkan keterampilan tersebut, Ibu mengajarkan aspek kemandirian dan sosial pada si Kecil. Si Kecil juga akan mendapat perkembangan motorik secara halus dan kasar dari keterampilan tersebut. Penting bagi Ibu untuk selalu membantu ketika si Kecil kesulitan dalam berlatih. Beri si Kecil pujian atas usaha yang dilakukannya. Memberi pujian dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat mereka puas atas kepintarannya. Pujian atas keterampilannya juga mengajarkan mereka bahwa segala sesuatu harus dimulai dengan proses.

  2. Berikan Permainan

    Permainan untuk si Kecil dapat berupa bermain dengan alat ataupun dengan orang lain. Bermain dengan alat dapat dilakukan dengan mengenalkannya kepada benda sekitar seperti, jenis dan warna benda. Mengenalkannya kepada benda dapat menstimulasi perkembangan kognitif, kemampuan indera, kecerdasan naturalis, dan perbendaharaan bahasa si Kecil. Selain itu, bermain dengan orang lain atau teman sebayanya mengajarkan kecerdasan secara sosialis mereka. Bermain dapat mendukung perkembangan aspek emosi anak sekaligus cara terbaik yang dilakukan agar anak dapat beradaptasi dengan anak-anak lainnya.

    Artikel Sejenis

  3. Nutrisi Cukup

    Pada usia 3 tahun nutrisi sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan kecerdasan anak. Pemenuhan kebutuhan lemak seperti omega 3 dan omega 6, minyak ikan dan zat besi sangat diperlukan pada perkembangan tersebut. Sphingomyelin dan asam sialat juga berperan penting terhadap pembentukan sel-sel, migrasi dan pematangan sel saraf otak.

    Kebutuhan nutrisi anak sangat bervariasi atau bergantung pada usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan aktivitasnya. Anak usia 3 tahun banyak melakukan aktivitas fisik dan butuh banyak energi. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk selalu memenuhi asupan karbohidrat sebagai sumber energi dan asupan lemak sebagai cadangan energi. Serealia, sayur-sayuran, buah-buahan, lauk hewani, lauk nabati merupakan contoh makanan yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Selain itu, konsumsi susu dengan pilihan dan penyajian yang benar dapat membantu mencukupi nutrisi dan perlindungannya. Frisian Flag 123 PRIMANUTRI adalah tambahan nutrisi untuk anak usia pra sekolah. Mendukung anak menjadi cepat tangkap dengan kandungan Omega 3, Omega Minyak Ikan dan Zat Besi. Juga mengandung asam sialat untuk memperkuat memori dan Sphingomyelin untuk mempercepat jalannya informasi di sel otak. Selain itu juga mendukung anak menjadi aktif bergerak dengan kandungan Vitamin A, C, E, Seng, Selenium dan serat pangan inulin untuk kesehatan saluran cerna. Kandungan kalsium dan vitamin D nya juga dapat membantu si Kecil tumbuh sesuai. Berikan 1-3 gelas dalam sehari untuk mendukung asupan nutrisi si Kecil

  4. Ajak Berkomunikasi

    Mengajak si Kecil berkomunikasi membuatnya menjadi anak yang pintar dan cerdas. Berkomunikasi dengan mendengarkan cerita si Kecil dan menanggapinya dapat dilakukan dengan posisi Ibu sejajar (menekuk lutut/duduk) dengan si Kecil. Berkomunikasi dengan si Kecil dapat membuatnya merasa dihargai dan dicintai. Selain itu, menjadi komunikatif akan mengembangkan kemampuan berbahasa, menstimulasi emosi, perkembangan sosial dan emosi si Kecil.

  5. Kembangkan Imajinasi

    Mengembangkan imajinasi si Kecil dapat dilakukan dengan membacakan cerita, menyanyikan lagu, menari, dan sebagainya. Mengembangkan imajinasi si Kecil dapat membantu perkembangan kreativitas, kognitif, sosial, hingga kemampuan berbahasa si Kecil.

    Selain itu, membuat ruang kreatif juga termasuk bentuk pengembangan imajinasi yang dapat dilakukan. Ruang kreatif bisa dibuat secara sederhana dengan kertas karton yang ditempel pada sudut ruangan. Biarkan si Kecil menyusun dan membentuk sendiri ruang kreatifnya, baik dalam gambar maupun tulisan. Berikan peralatan yang mendukung kreatifitasnya seperti, buku mewarnai, alat tulis, alat mewarnai, dan sebagainya. Hal tersebut termasuk salah satu cara mengembangkan kecerdasan dan kemampuan kognitifnya.

5 tips tersebut dapat dilakukan dengan suasana yang menyenangkan. Hindari untuk memberikan stimulasi kecerdasan anak secara terburu-buru dan dengan paksaan ya, Bu. Jangan pula memaksakan kehendak pada saat si Kecil ingin melakukan aktivitas lain. Hal tersebut akan memberikan rangsangan emosional negatif kepada si Kecil. Rangsangan emosional negatif seperti sedang marah atau bosan akan diingat oleh si Kecil sehingga menimbulkan ketakutan tersendiri pada si Kecil. Agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pintar, berilah stimulasi sejak dini dengan penuh kasih sayang dan kegembiraan.