Whatsapp Share Like
Simpan

“Bagaimana sih agar anak tumbuh cerdas?”. Semua orangtua pasti memiliki pertanyaan ini, termasuk saya. Selain melalui asupan nutrisi, tips agar anak cerdas adalah dengan rutin memberikan stimulasi. Stimulasi atau rangsangan penting untuk diberikan supaya otaknya dapat berkembang dengan optimal. Setelah saya melakukan pencarian tentang kecerdasan si Kecil, berikut informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber:

Bodily Kinesthetic Intelligence

Menurut Psikolog Perkembangan Anak, Alzena Masykouri, M.Psi, semua anak tumbuh dan berkembang dalam tingkatan yang bervariasi. Termasuk di dalamnya perkembangan kecerdasan gerak fisiknya atau kinestetik. Ada satu fase perkembangan motorik kasar yang berkembang dengan pesat, tapi ada fase lain perkembangan motorik halus menjadi perhatian utama.

Alzena menyebutkan, bodily kinesthetic intelligence atau cerdas kinestetik sebagai kemampuan manusia menghubungkan dan menggunakan pikiran selaras dengan gerakan tubuh, termasuk kemampuan tubuh untuk memanipulasi benda dan membuat aneka gerakan. Misalnya, anak yang terampil memanjat pohon, menerbangkan layangan, atau bermain lompat tali dengan berbagai variasi gerakan.

Berbeda dengan anak yang mengalami gangguan hiperaktivitas yang biasanya bergerak tidak terarah dan cenderung impulsif. Tentu saja anak dengan hiperaktif ini sulit mencapai tujuan dari gerakan kompleks, seperti memanjat pohon atau bermain lompat tali.

Menurut Lwin, et.al dalam bukunya How to Multiply Your Child’s Intelligence, karakteristik anak yang cerdas secara kinestetik dapat teramati oleh orangtuanya. Anak amat senang bergerak seperti berlari, berjalan, melompat, dan sebagainya di ruangan yang bebas. Meski terkadang jatuh, tapi keadaan ini masih normal bila anak berusia di bawah 3 tahun.

Artikel Sejenis

Ciri Anak Cerdas Kinestetik

Selain itu, ada beberapa ciri lainnya anak yang cerdas kinestetik pada usia balita, yaitu:

  • mampu melempar benda secara terarah kira-kira sejauh satu meter
  • senang memanjat benda yang tinggi
  • bermain di air
  • naik turun tangga
  • mampu melompat dengan dua kaki seperti lompat kodok
  • senang bergerak mengikuti irama musik
  • senang beraktivitas pura-pura (role playing)
  • tidak menyukai duduk dalam waktu yang lama
  • bisa melepas pakaiannya sendiri
  • membangun jembatan menggunakan balok tanpa terjatuh

Sedangkan, untuk anak usia 6-12 tahun kecerdasan kinestetiknya ditunjukkan dengan beberapa tanda berikut:

  • keseimbangan ketika berdiri di atas satu kaki selama beberapa detik
  • berjalan mundur sambil berjinjit
  • bergerak di dalam air setinggi pinggang
  • melakukan gerakan tari sederhana

Tips agar Anak Cerdas

Supaya si Kecil tumbuh cerdas, berikut beberapa kegiatan yang bisa Ibu berikan:

  • Konsentrasi dan gerak terarah. Kegiatan yang berkaitan dengan motorik halus, antara lain melukis, membuat keramik, dan membatik. Pada usia 2-4 tahun, si Kecil bisa diajarkan membuat Play-Doh dengan meremas dan membentuk sesukanya. Ketika memasuki usia 5 tahun, ajak si Kecil membuat pola dan menggambar sesuai imajinasinya.
  • Full kegiatan yang melibatkan fisik. Tips agar anak cerdas selanjutnya adalah meibatkan kecerdasan gerak dalam kegiatan belajar si Kecil. Misalnya, pada anak berusia 2-5 tahun, gambarkan bentuk geometri seperti segitiga, lingkaran atau persegi dengan merenggangkan tubuh dan tangannya. Si Kecil akan lebih mudah menerima dan mengingat konsep-konsep tersebut dibanding sekedar menghapalkannya.

Minta si Kecil menggunakan tubuhnya untuk mengekspresikan emosinya, misalnya melompat saat ia merasa gembira atau mengerutkan dahi ketika marah. Ketika ia sedang bermain, setel musik kegemarannya dan biarkan ia berpura-pura menjadi penyanyi atau mengekspresikan lagu untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir kreatifnya. Selain membuat si Kecil senang, menari dan menyanyi juga bisa mengusir rasa stres.

  • Fitness anak. The National Association for Sports and Physical Education merekomendasikan anak usia sekolah melakukan aktivitas fisik sedikitnya satu jam sehari dengan variasi kegiatan yang berbeda-beda setiap 15-30 menit. Sebelum mengajak si Kecil beraktivitas, sebaiknya kenali dulu tingkat perkembangan, umur, kemampuan, dan minatnya.

Pada usia 4 dan 6 tahun, anak mulai mengasah kemampuan dasar fisiknya seperti melompat, melempar, menendang, dan menangkap. Biasanya anak menyukai olahraga tim seperti sepak bola, softball, dan basket. Ada anak yang mampu berkompetisi, namun ada pula belum mampu terlibat dalam kejuaraan liga. Kenali karakternya dan tetap beri dukungan dengan menjadi pelatih mentalnya atau penggembira ketika anak bermain.

Manfaat Cerdas Kinestetik

Tidak hanya sekedar menjadi atlet olahraga, cerdas kinestetik juga memiliki manfaat antara lain:

  • Mengembangkan kemampuan psikomotorik. Kemampuan psikomotorik adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan bagian tubuh dengan otak untuk mampu berfungsi secara harmonis. Kemampuan ini berkorelasi erat dengan jenis pekerjaan orang dewasa, misalnya penerbang (butuh koordinasi visual motorik dan pikiran yang sangat optimal) atau seniman (untuk melukis, menari, membuat patung, ukiran, membatik, dan sebagainya). Kemampuan psikomotorik ini sangat berkembang pesat di usia dini.
  • Mengembangkan keterampilan sosial. Anak yang mampu bermain dengan baik (berlari, melompat, melakukan aktivitas motorik halus), biasanya keterampilan sosialnya lebih baik. Dengan aktivitas fisik ini si Kecil memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan sebayanya. Jika kemampuan fisiknya baik, ia jadi mampu mengekspresikan diri melalui kegiatan fisik secara lebih baik, sehingga keterampilan komunikasi interpersonalnya ikut berkembang.
  • Mengembangkan kepercayaan dan harga diri. Anak sangat menikmati aktivitas yang mampu ia lakukan dengan baik. Misalnya, anak yang mampu bergerak harmonis dengan musik, maka ia pun akan senang menari dan hampir pada setiap kesempatan ia akan menari.

Oleh karena itu mereka akan merasa lebih percaya diri bila dihadapkan pada situasi yang dapat menampilkan kemampuan fisiknya itu. Selain itu, juga membantu menjaga kesehatan dan berat badannya agar terhindar dari obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Demikianlah informasi dan tips agar anak cerdas yang bisa saya bagikan, Bu. Mulailah sejak dini supaya si Kecil dapat lebih mudah terbentuk. Satu lagi yang tak kalah penting, berikan asupan makanan yang bernutrisi setiap hari, ya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Untuk Ibu yang masih memiliki pertanyaan bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu. Untuk bisa mengaksesnya, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.