Whatsapp Share Like
Simpan

Pada masa kehamilan, bukan hanya kesehatan fisik yang harus dijaga. Periode ini pun kesehatan emosional Ibu juga penting untuk diperhatikan. Pada dasarnya, stres di masa kehamilan adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil. Salah satu penyebab utamanya adalah, ketakutan akan persalinan yang akan dihadapi oleh para ibu. Selain itu, stres yang disebabkan di luar faktor kehamilan pun sering terjadi. Meskipun sesuatu yang lumrah, namun stres masa kehamilan perlu disiasati. Pasalnya, jika hal ini tidak disadari dan dilakukan tindakan, dapat mempengaruhi kemampuan motorik si Kecil saat lahir. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Universitas Notre Dame di Australia yang menemukan bahwa Ibu yang mengalami stres pada masa kehamilan memiliki anak-anak dengan keterampilan motorik lebih rendah daripada anak lain. Untuk mengatasi ini, setidaknya ada 5 hal yang bisa dilakukan untuk menghindari stres pada masa kehamilan. Apa saja?

  1. Cukupkan Istirahat dan Interaksi dengan si Kecil
    Bagi Ibu yang memiliki aktivitas padat seperti bekerja, stres sangat mungkin terjadi. Hal ini disebabkan tubuh yang lelah setelah bekerja dan dikombinasikan dengan proses alami tubuh dalam memberikan nutrisi pada si Kecil, menyebabkan lelah dan stres mudah muncul. Untuk itu, istirahat adalah obat mujarab untuk mengatasi tekanan emosional yang terjadi pada Ibu hamil. Selain itu, komunikasi dengan si Kecil di dalam kandungan perlu dijalin. Sejak usia 23 minggu masa kehamilan, bayi di dalam kandungan sudah bisa mendengar suara Ibu. Manfaatkan periode ini untuk berinteraksi dengan si Kecil agar ikatan batin terbentuk dan menurunkan stres yang terjadi pada si Kecil.
  2. Bercerita Soal Masalah yang Dihadapi
    Rasa cemas pada masa kehamilan sangat sering terjadi. Perasaan cemas dapat disebabkan oleh banyak hal baik dari kehamilan itu sendiri maupun sesuatu yang lain. Jika menghadapi kondisi seperti ini, ada baiknya menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi untuk mengurangi beban yang dialami Ibu hamil. Ibu bisa bercerita pada orang-orang di sekitar dan dipercaya seperti pasangan atau orang kepercayaan. Jika permasalahan yang dihadapi terkait dengan hal seputar kehamilan, bisa juga berkonsultasi kepada dokter untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan.
  3. Makan yang Cukup dan Bergizi
    Makan makanan bergizi dengan teratur sangat baik untuk membuat suasana hati membaik. Konsumsi makanan dengan kandungan asam lemak omega 3, asam amino esensial, dan vitamin dapat membantu mengurangi stres yang dialami saat kehamilan. Asam lemak omega 3 bisa didapatkan pada ikan dan makanan laut seperti salmon, tuna, ikan kembung, dan sarden. Kemudian asam amino esensial yang diketahui dapat membantu meningkatkan kadar melatonin kimia dan serotonin di otak untuk memperbaiki suasana emosi. Asam amino esensial biasa ditemukan pada telur, susu, yoghurt, keju, ayam, kacang dan biji-bijian. Asam amino esensial pada dasarnya adalah senyawa organik yang ada pada protein. Oleh karena itu, mengonsumsi sesuatu yang mengandung protein sangat baik seperti yang ada pada susu bubuk untuk ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan kandungan 9 gram protein dalam satu gelasnya untuk mendukung kesehatan janin dan Ibu.
  4. Olahraga
    Olahraga juga diketahui sebagai aktivitas yang dapat memperbaiki suasana hati dan menghindari stres. Jika sebelum masa kehamilan Ibu tidak terbiasa melakukan olahraga, aktivitas ini dapat dimulai sejak masa kehamilan. Ibu dapat memulai dengan olahraga yang mudah seperti berenang yang baik bagi Ibu dan si Kecil. Selain itu, dapat juga melakukan yoga yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit, meregangkan tubuh, dan melatih teknik pernapasan, relaksasi, dan meditasi Ibu hamil.

  5. Terapi Lainnya
    Cara lain yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stres semasa kehamilan adalah dengan melakukan terapi lain seperti pijat dan meditasi. Pijat menjadi salah satu cara yang baik untuk menghilangkan stres. Ibu bisa meminta bantuan pasangan untuk memijat tubuh agar badan lebih rileks dan hati lebih senang. Namun ada baiknya, pasangan Ibu melakukan riset terlebih dahulu pijat seperti apa yang baik untuk kehamilan. Selain itu, perlu diperhatikan minyak esensial yang digunakan dalam memijat untuk memastikan minyak tersebut aman digunakan pada Ibu hamil.


Jika tidak merasa nyaman untuk dipijat, Ibu juga bisa mencoba melakukan meditasi untuk mengatasi stres. Meditasi diketahui dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol. Untuk melakukan meditasi, Ibu bisa mengikuti kelas yoga prenatal. Opsi lain yang bisa dilakukan adalah dengan dudukl di tempat yang tenang dan menutup mata. Kemudian tarik napas dalam-dalam, keluarkan perlahan melalui hidung, dan biarkan aktivitas ini merilekskan tubuh.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghindari stres yang terjadi pada periode kehamilan. Stres pada masa kehamilan sering terjadi, namun bukan berarti dapat dianggap remeh. Hal ini disebabkan stres pada kehamilan dapat memberikan dampak buruk pada bayi yang meliputi gangguan motorik dan syaraf pada si Kecil.