Whatsapp Share Like
Simpan

Berbagai cara akan Ibu lakukan demi menjalani proses kehamilan yang lancar dan memastikan si Kecil tumbuh sehat. Mulai dari asupan makanan, gaya hidup, hingga semua anjuran dokter rela dilakukan. Salah satu prosedur kedokteran yang sudah umum dan familier adalah pemeriksaan menggunakan USG. Teknologi ini dapat sangat membantu Ibu dan juga dokter untuk memantau si Kecil.

USG atau Ultrasonography adalah prosedur pencitraan menggunakan teknologi gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memproduksi gambar tubuh bagian dalam, seperti organ tubuh atau jaringan lunak. Perlu diketahui, meskipun prosedur kedokteran ini lebih umum ditemui dan dilakukan pada Ibu hamil, ternyata USG dapat diimplementasikan untuk memeriksa organ tubuh lain seperti, kepala, leher, testis, dan lainnya.

Dengan melakukan USG, Ibu dan dokter dapat mengetahui kondisi si Kecil dengan lebih jelas dan detail. Selain karena alasan medis, sebagian Ibu sangat menantikan tes USG karena dari sinilah Ibu dapat mengintip dan melihat wujud si Kecil dalam kandungan.

Alasan melakukan USG untuk Ibu hamil

Pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan USG bertujuan untuk memperlancar proses kehamilan. Ibu disarankan melakukan tes USG minimal 3 kali selama proses kehamilan yaitu pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Namun, jumlah ini dapat bertambah karena semua bergantung pada kondisi masing-masing Ibu dan anjuran dokter.

Melakukan tes USG di setiap trimester kehamilan memiliki manfaat yang berbeda-beda. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Artikel Sejenis

  1. Trimester Pertama (Kurang dari 12 Minggu)
    Tujuan utama USG pada masa awal kehamilan adalah untuk memastikan kehamilan secara lebih akurat. Selain itu, beberapa hal ini juga dapat terdeteksi, diantaranya:
    • Memeriksa detak jantung janin.
    • Menentukan usia kehamilan dan estimasi waktu lahir.
    • Mencari tahu kemungkinan adanya kehamilan kembar.
    • Memeriksa kondisi plasenta, uterus, ovarium, dan serviks.
    • Diagnosis risiko kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang berkembang di luar rahim.
  2. Trimester Kedua (Kurang dari 12-24 Minggu)
    Di masa kehamilan ini, USG dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kecacatan janin. Pada minggu ini juga dapat dilakukan measure blood flow to the uterus (tekanan aliran darah ke rahim) untuk melihat risiko gangguan tumbuh kembang janin dan risiko preeklamsia.
  3. Trimester Ketiga (Kurang dari 24-40 Minggu)
    Tes USG pada usia kehamilan ini dilakukan untuk memastikan manifestasi pertumbuhan janin. Dalam periode ini jika kondisi pembuluh darah Ibu sudah menyempit sejak awal sebelum hamil, risiko munculnya gangguan sangat tinggi.

Jumlah cek USG selama kehamilan, dapat bertambah selain di ketiga trimester kehamilan di atas karena kondisi setiap Ibu dan si Kecil berbeda-beda. Dengan melakukan USG lebih sering, Ibu dapat mendapatkan beberapa informasi lain seperti:

  • Mengukur fundus uteri (puncak rahim).
  • Menentukan jenis kelamin janin.
  • Memantau posisi dan perkembangan janin.
  • Mengonfirmasi adanya kehamilan kembar.
  • Mengonfirmasi kematian intrauterus (kematian janin dalam kandungan).
  • Memantau kadar cairan ketuban dan memastikan apakah janin mendapatkan cukup oksigen untuk tumbuh kembangnya.
  • Mengidentifikasi adanya kelainan genetik pada janin, seperti sindrom down.
  • Memeriksa kelainan kongenital atau risiko cacat lahir, serta kelainan struktural (seperti masalah aliran darah) dan masalah pada rahim (seperti tumor pada masa kehamilan).
  • Mengidentifikasi adanya kelainan pada plasenta, seperti plasenta previa (kondisi di mana plasenta menempel di bagian bawah rahim, sehingga menghambat jalan lahir) dan abrupsi plasenta (kondisi dimana plasenta lepas dari dinding rahim sebelum janin dilahirkan).


Karena keuntungan dari melakukan tes USG ini begitu besar, beberapa Ibu bahkan melakukannya setiap melakukan kontrol pada dokter kandungan. Meski belum ada penelitian yang menyebut USG memiliki efek samping, agar lebih aman, lakukan secukupnya saja karena USG sedikitnya menghantarkan panas. Demi si Kecil yang kelak dapat tumbuh Pintar, Kuat, dan Tinggi, Ibu tidak perlu terlalu sering melakukan USG agar terhindar dari risiko yang tak diinginkan.