Whatsapp Share Like
Simpan

Bagi para Ibu yang baru menghadapi kehamilan pertama, mungkin jenis kelamin bukanlah masalah besar. Laki-laki atau perempuan, pasti Ibu tidak akan keberatan. Bahkan banyak Ibu dan Ayah yang tidak ingin tahu jenis kelamin si Kecil dan sabar menunggu hingga proses persalinan nanti.
Di sisi lain, Ibu mungkin menginginkan anak pertama itu laki-laki agar bisa menjaga adik-adiknya kelak. Atau mungkin perempuan karena melihat gemasnya bayi perempuan dari Ibu lain. Banyak sekali alasan dan faktor yang memengaruhi hal ini. Tidak jarang, Ibu rela memercayai mitos-mitos yang berkembang di masyarakat.

Apa saja mitos yang dipercaya dapat menentukan jenis kelamin si Kecil?

  1. Waktu dan Posisi saat Berhubungan Intim
    Konteks waktu yang dimaksud bukanlah siang atau malam, melainkan waktu ovulasi. Ovulasi merupakan masa saat indung telur wanita mengeluarkan telur yang matang dan siap untuk dibuahi atau biasa disebut masa subur. Mitosnya, berhubungan intim dalam waktu dekat ovulasi dapat menghasilkan bayi laki-laki, sedangkan berhubungan seksual beberapa hari sebelum ovulasi dapat menghasilkan bayi perempuan.
    Posisi juga dikatakan dapat memengaruhi jenis kelamin janin. Kepercayaan ini menyebutkan bahwa jika menginginkan bayi laki-laki sebaiknya menggunakan posisi berdiri dan jika Anda menginginkan bayi perempuan sebaiknya dalam posisi misionaris. Namun, kedua mitos ini tidak memiliki dasar penelitian atau bukti yang memadai dan diperlukan penelitian lebih lanjut. Maka, dapat dinyatakan bahwa kedua kepercayaan ini hanyalah mitos semata.
  2. Makanan yang Dikonsumsi
    Wanita yang mengonsumsi lebih banyak kalori saat sarapan setahun sebelum konsepsi (bertemunya sel telur dan sperma) dipercaya memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengandung janin berjenis kelamin laki-laki, dibandingkan dengan wanita yang sering melewatkan sarapan.
    Mitos ini ternyata dibuktikan hanya sebuah kebetulan dan kepastiannya masih diragukan. Lebih baik, Ibu berfokus pada keseimbangan nutrisi dan gizi dari setiap makanan yang dikonsumsi. Untuk menjalani proses kehamilan yang lancar, bantu asupan protein, karbohidrat dan lemak, serat pangan (inulin), zat besi, kalsium, asam folat, 29 multivitamin lainnya, dan juga mineral dengan meminum Frisian Flag Tahap 0 Suprima. Rutin mengonsumsi Frisian Flag Tahap 0 Suprima akan menjaga kesehatan janin dan Mama yang rentan terganggu saat menjalani proses kehamilan.

Mungkin di luar sana masih terdapat mitos lainnya tentang cara menentukan jenis kelamin janin. Ditambah lagi, karena sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin janin, banyak Ibu yang memercayai mitos yang katanya dapat memprediksi jenis kelamin si Kecil.

  1. Morning Sickness
    Rasa mual, pusing, dan muntah-muntah di pagi hari pertanda bahwa Ibu akan memiliki bayi perempuan. Ternyata mitos ini benar adanya karena kadar hormon kehamilan yang memicu morning sickness cenderung lebih tinggi pada ibu yang sedang hamil bayi perempuan. Kendati demikian, ini tidak bisa dijadikan acuan penentu jenis kelamin janin yang akurat, karena seorang perempuan yang hamil bayi laki-laki pun juga bisa mengalami morning sickness yang parah. Bila Ibu ingin mengetahui jenis kelamin si Kecil dengan lebih pasti, pemeriksaan USG bisa dilakukan karena akan memberikan hasil yang jauh lebih akurat.
  2. Bentuk Perut
    Kepercayaan sudah cukup lama ada yaitu jika perut Ibu cenderung lebih bulat, maka dipercaya bayi dalam kandungan berjenis kelamin perempuan dan jika perut lebih berbentuk lonjong atau turun berat Ibu tengah mengandung bayi laki-laki. Kepercayaan ini hanya mitos belaka karena bentuk perut tidak bisa jadi acuan untuk memprediksi jenis kelamin. Kenyataannya, bentuk perut Ibu dipengaruhi oleh berat badan saat proses kehamilan.
  3. Perubahan pada Penampilan
    Banyak yang percaya ketika Ibu hamil terlihat lebih cantik artinya Ibu sedang mengandung bayi perempuan. Ada juga yang mengalami masalah kulit seperti berjerawat karena konon janin perempuan diduga mencuri kecantikan sang Ibu. Padahal, hal ini tidak ada hubungannya sama sekali. Perubahan hormon pada Ibu menjadi penyebab terjadinya perubahan ini. Setiap Ibu mengalami perubahan hormon yang berbeda-beda, salah satu contohnya yaitu ada yang justru terlihat lebih cantik saat hamil karena rambutnya lebih tebal atau kuku yang tumbuh lebih cepat.
  4. “Ngidam” Makanan dan Minuman Manis atau Asam
    Wanita yang mengandung bayi perempuan konon lebih sering mengidam makanan yang manis-manis, sedangkan ketika mengandung bayi laki-laki akan cenderung mengidam makanan atau minuman yang asam atau asin.
    Faktanya, tidak ada penelitian yang membuktikan mitos ini benar adanya. Sekali lagi, hormon menjadi faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satu alasan yang dapat menjelaskan mengapa Ibu seringkali “ngidam” makanan atau minuman manis adalah sang Ibu memiliki kadar gula darah yang rendah, kurang energi, kelelahan, dan kurang tidur.


Mitos-mitos yang beredar mengenai cara menentukan dan memprediksi jenis kelamin janin boleh Ibu percaya atau tidak. Namun, Ibu harus tahu bahwa untuk mengetahui jenis kelamin yang benar dan 100% akurat, diperlukan berbagai prosedur dan tenaga ahli. Laki-laki atau perempuan, Ibu harus lebih memprioritaskan kesehatan si Kecil. Memberi ASI eksklusif sejak dini sangat disarankan untuk satu hingga enam bulan pertama. Sebagai upaya Ibu mempersiapkan janin yang sehat, Ibu dapat membantu pertumbuhan otak si Kecil dalam kandungan agar kelak cepat tangkap dengan Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA, yang berguna untuk kebaikan janin dan Mama.