Whatsapp Share Like
Simpan

Kehamilan pada umumnya tidak disadari sejak minggu pertama kehamilan. Hal ini disebabkan karena proses pembuahan memerlukan waktu setidaknya selama dua hingga tiga minggu. Namun, Ibu dapat segera sadar akan kehamilan dengan merasakan gejala-gejalanya. Meskipun gejala kehamilan mirip dengan gejala haid, terdapat perbedaan seperti berubahnya selera makan serta kepekaan tinggi dari indra penciuman. Inilah salah satu alasan kenapa Ibu mudah mual atau bahkan muntah (morning sickness) ketika hamil.

ada saat merasakan gejala-gejala kehamilan, Ibu hamil kerap mengalami kelelahan.

Penyebab kelelahan saat hamil

  1. Perubahan Hormon
    Perubahan hormon yang cepat dan terus berubah mengakibatkan Ibu memerlukan energi yang cukup besar. Pada masa awal kehamilan, Ibu secara otomatis membangun sistem pendukung kehidupan janin yaitu plasenta. Selain itu, metabolisme tubuh juga meningkat dengan cukup tinggi sedangkan di saat yang bersamaan, gula darah dan tekanan darah Ibu justru menurun.
    Seperti contohnya, meningkatnya hormon progesteron. Hormon ini memicu rasa kantuk pada Ibu. Namun, sering kali Ibu tidak bisa tidur cukup dengan nyenyak karena terganggu dengan seringnya buang air kecil.
  2. Kondisi emosional terganggu
    Terlepas dari terjadinya perubahan hormon, Ibu rentan mengalami kelelahan karena stres dan rasa cemas memikirkan kesehatan si Kecil dalam janin, menghadapi persalinan, dan menjadi orang tua. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan istirahat. Ibu hamil perlu mengatasinya agar tidak berlanjut menjadi depresi.
  3. Mual dan Muntah (morning sickness)
    Rasa mual dan muntah-muntah yang dialami oleh Ibu hamil dapat terjadi tidak hanya di pagi hari meskipun kondisi ini disebut morning sickness. Ketika muntah, Ibu akan banyak kehilangan cairan. Di samping itu, dengan terus keluar-masuk kamar mandi, Ibu jadi banyak menghabiskan energi.
  4. Anemia
    Anemia dapat menjadi penyebab berbagai keluhan yang dirasakan Ibu hamil termasuk kelelahan. Jenis anemia yang menyebabkan kelelahan adalah anemia karena kekurangan zat besi. Ibu disarankan untuk memastikan kondisi ini pada dokter dengan cara melakukan tes darah. Jika tidak cepat diatasi, dikhawatirkan kesehatan Ibu dan si Kecil jadi terganggu.

Segera periksakan ke dokter jika kelelahan yang dirasakan Ibu memiliki ciri-ciri berikut:

  • Kelelahan yang diikuti dengan rasa lapar dan haus terus-menerus, dapat menandakan gejala diabetes gestasional
  • Kelelahan yang tidak hilang-hilang meskipun sudah beristirahat
  • Kelelahan yang diikuti dengan gejala seperti demam, sakit tengggorokan, dan pembengkakan kelenjar
  • Rasa kelelahan yang parah diikuti dengan mual, muntah, dan frekuensi buang air kecil semakin sering. Ini dapat menandakan gejala kehamilan ektopik alias hamil di luar kandungan.

Kelelahan mungkin sudah bukan hal asing bagi Ibu hamil karena sudah jelas dengan adanya si Kecil dalam kandungan, Ibu jadi butuh energi yang lebih banyak. Namun, Ibu mungkin berpikir dengan rasa lelah ini, kesehatan dan perkembangan si Kecil mungkin terganggu. Maka dari itu, agar tidak terus merasa cemas, Ibu dapat mengikuti tips untuk membantu menghilangkan rasa lelah.

  1. Prioritaskan untuk beristirahat ketika merasa lelah
    Jika merasa lelah saat melakukan kegiatan apapun, segeralah berhenti dan posisikan diri pada kondisi yang rileks. Jangan memaksakan diri dan ingat bahwa rasa lelah ini disebabkan karena Ibu sedang mengandung.
  2. Mengkonsumsi makanan sehat dan tinggi zat besi
    Salah satu pondasi utama dalam menjalani proses kehamilan adalah asupan makanan yang harus terdiri dari buah, sayuran dan biji-bijian, serta beberapa protein, dan susu rendah lemak. Asupan yang seimbang dapat memberikan kecukupan nutrisi untuk tubuh. Penuhi juga kebutuhan cairan dengan rutin minum air mineral untuk menghindari dehidrasi.
    Namun, hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Untuk itu, bantu penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi dengan meminum susu Ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan rasa cokelat yang lezat yang dapat mendukung asupan nutrisi Ibu selama periode kehamilan dan menyusui.
  3. Melakukan olahraga untuk Ibu hamil
    Olahraga yang dimaksud bukan berarti Ibu diharuskan untuk mengeluarkan keringat yang banyak, tapi cukup dengan rutin berjalan santai di pagi dan sore hari pun sudah cukup. Jika bosan, Ibu bisa mencoba melakukan olahraga dengan intensitas ringan seperti yoga atau berenang.


Siap menghadapi kehamilan berarti Ibu harus rela melakukan apapun demi si Kecil dalam kandungan. Tapi Ibu diharapkan tidak perlu panik atau terlalu khawatir jika mengalami keluhan karena mungkin saja hal ini sudah wajar dan umum terjadi pada Ibu hamil. Ibu hanya perlu fokus pada asupan makanan dan gaya hidup sehat demi si Kecil yang kelak dapat tumbuh Pintar, Kuat dan Tinggi.

Artikel Sejenis