Whatsapp Share Like
Simpan

Saat menjalani proses kehamilan, berbagai macam perubahan terjadi pada tubuh Ibu secara bersamaan. Tak hanya fisik, Ibu juga akan merasakan naik-turunnya emosi secara drastis dan tiba-tiba disebabkan oleh perubahan hormon.

Satu dari beberapa gangguan yang biasa terjadi saat kehamilan adalah anemia. Anemia merupakan kondisi terjadinya penurunan kadar sel darah merah atau batas normal hemoglobin dalam darah. Anemia pada Ibu hamil berbeda dengan anemia pada umumnya karena cenderung dipengaruhi oleh perubahan hormon.

Anemia menyebabkan kebutuhan sel darah merah tidak tercukupi, sehingga oksigen yang disalurkan pada jaringan tubuh dan janin menjadi terbatas. Anemia akan mengganggu kesehatan Ibu dan si Kecil dalam menjalani proses kehamilan hingga persalinan dan perkembangan si Kecil dalam kandungan sampai kelak setelah dilahirkan.

Gejala dari anemia dapat dikenali dengan mudah namun sangat mirip dengan keluhan yang dirasakan pada saat proses kehamilan. Jadi Ibu harus teliti dan segera mengunjungi dokter jika merasakan gejala-gejala berikut ini:

  • Mudah lelah
  • Lemas dan lesu
  • Detak jantung lebih cepat dan tidak beraturan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Napas pendek
  • Kulit pucat
  • Sakit di bagian dada
  • Pusing atau berkunang-kunang
  • Tangan dan kaki terasa dingin

Terdapat tiga macam anemia yang sering dialami oleh Ibu hamil, yaitu:

Artikel Sejenis

  1. Anemia Kekurangan Asam Folat
    Asam folat sangat dibutuhkan oleh Ibu hamil karena berguna untuk kesehatan tubuh dan mengoptimalkan perkembangan si Kecil dalam kandungan. Folat adalah kelompok vitamin B, yang fungsinya membentuk sel darah merah yang sehat.
    Anemia yang disebabkan karena kekurangan asam folat dapat mengakibatkan si Kecil terlahir dengan cacat tulang belakang atau otak dan lahir prematur. Ibu juga dapat terkena dampaknya yaitu penurunan berat badan secara drastis saat si Kecil lahir.
  2. Anemia Kekurangan Zat Besi
    Semua asupan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan Ibu saat hamil akan bertambah, termasuk asupan zat besi. Zat besi berhubungan dengan jumlah hemoglobin dalam darah. Maka, jika Ibu kekurangan zat besi, hemoglobin akan menurun sehingga kadar sel darah merah ikut menurun yang mengakibatkan anemia. Zat besi sebenarnya mudah didapatkan namun kadang Ibu tidak sadar akan peran penting dari mineral ini. Contoh makanan yang tinggi akan zat besi adalah daging merah, tiram, bayam, wijen, dan masih banyak lainnya.
  3. Anemia Kekurangan Vitamin B12
    Terakhir, anemia yang disebabkan karena kurangnya asupan B12 ini pada dasarnya memiliki dampak dan meningkatkan risiko dari masalah yang hampir sama seperti kedua anemia sebelumnya. Bedanya, kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan si Kecil mengalami cacat tabung saraf. Sumber makanan yang mengandung vitamin B12 diantaranya hati (sapi atau ayam), daging sapi, dada ayam, oatmeal, susu, dan sebagainya.


Untuk mencegah ketiga macam anemia yang sudah dijelaskan di atas, Ibu harus memenuhi kebutuhan asam folat, zat besi, dan vitamin B12 harian. Ingat Bu, bahwa kebutuhan akan vitamin-vitamin ini makin bertambah seiring pertumbuhan si Kecil.

Sebenarnya, usaha Ibu untuk menjaga dan mengontrol asupan makanan mungkin saja bisa memenuhi kebutuhan hariannya. Namun, para ahli menyarankan agar Ibu tetap menambah asupan vitamin-vitamin dan nutrisi selain dari makanan, seperti meminum Susu ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan rasa cokelat yang lezat yang bermanfaat untuk kebaikan janin dan Mama.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control) Amerika Serikat, merekomendasikan semua ibu hamil untuk mengonsumsi suplemen besi sebanyak 30 mg per hari semenjak cek kehamilan pertama untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi. Sementara itu, WHO serta Kemenkes RI merekomendasikan suplemen besi sebanyak 60 mg untuk seluruh ibu hamil segera setelah gejala mual dan muntah (morning sickness) berkurang.

Demi kelancaran proses kehamilan hingga persalinan serta kesehatan Ibu dan si Kecil, selalu perhatikan makanan yang dikonsumsi. Utamakan mengonsumsi makanan yang merupakan sumber nutrisi penting bagi Ibu hamil (seperti asam folat, vitamin B12, dan zat besi). Jadikan si Kecil menjadi Pintar, Kuat dan Tinggi tanpa ada masalah atau gangguan apapun.