Whatsapp Share Like
Simpan

Kondisi perut begah atau kembung memang membuat si Kecil tidak nyaman. Si Kecil tidak akan merasa enak ketika melakukan aktivitas apapun. Kondisi ini akan membuat si Kecil lebih rewel dan mudah marah. Agar bisa mengatasi hal tersebut Ibu harus mengetahui penyebab perut kembung dan tanda-tandanya. Dengan begitu Ibu akan lebih mudah mengatasinya.

Kondisi perut kembung akan membuat si Kecil lebih rewel sehingga Ibu harus lebih sabar menghadapinya. Pada usia 3 bulan kondisi perut kembung termasuk hal wajar jika dialami si Kecil. Hal ini terjadi karena sistem pencernaan si Kecil yang belum sempurna. Dengan bertambahnya usia si Kecil bisa mengalami perut kembung karena mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kali. Sehingga si Kecil perlu dibiasakan agar bisa menerima berbagai makanan dengan baik.

Tanda-tanda yang muncul ketika si Kecil mengalami perut kembung diantaranya, terdapat gas atau udara dalam saluran pencernaannya. Orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar akan lebih mudah mengeluarkannya. Namun bagi si Kecil mengeluarkannya sangat sulit karena dia belum mengerti cara mengeluarkannya. Sehingga dalam hal ini diperlukan bantuan Ibu untuk mengeluarkan gas tersebut.

Jika si Kecil mengalami perut kembung dia akan bersikap lebih rewel dibanding biasanya. Dia juga akan menangis tanpa alasan yang jelas. Bila hal ini terjadi pada si Kecil, Ibu cobalah memeriksa bagian perutnya. Bila perutnya terasa agak keras dan sering buang angin maka si Kecil telah mengalami perut kembung. Selain rewel dan menangis tanpa alasan, Ibu perlu memperhatikan gerakan si Kecil. Bila si Kecil sering menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang serta mengangkat kedua kakinya, kemungkinan si Kecil mengalami perut kembung.

Si Kecil yang masih mengonsumsi ASI memperoleh nutrisi dari tubuh Ibu. Makanan yang Ibu konsumsi bisa saja menjadi penyebab si Kecil mengalami perut kembung. Disarankan agar Ibu memperhatikan sumber makanan yang dikonsumsi setiap hari. Sebaiknya Ibu mengurangi konsumsi makanan yang akan membentuk gas setelah dicerna oleh tubuh. Misalnya makanan seperti kubis, brokoli, kentang, kembang kol, dan bawang.

Artikel Sejenis

Selain makanan yang Ibu konsumsi, makanan si Kecil juga bisa menyebabkan perut kembung. Di usia 6 bulan si Kecil akan mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Ibu perlu memperhatikan makanan si Kecil. Sayuran memang bagus dikonsumsi oleh si Kecil, tapi tidak semua sayuran bisa dikonsumsi secara berlebih. Contohnya brokoli, jika dikonsumsi secara berlebih maka bisa membuat perut kembung.

Ibu tidak dianjurkan memberikan minuman selain ASI, air putih, dan susu bubuk pendukung pertumbuhan. Minuman selain tiga hal itu bisa membuat si Kecil mengalami diare, sakit perut dan gas berlebihan. Sistem pencernaan si Kecil masih sulit mencerna kandungan gula buah atau fruktosa yang terdapat dalam jus.

Ketika si Kecil mengalami perut kembung Ibu bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. Dalam perut si Kecil tentu ada gas yang tidak bisa dikeluarkan sehingga Ibu harus membantunya mengeluarkan gas tersebut. Ibu bisa meletakkan si Kecil di kasur dengan posisi telentang. Lalu angkat kedua kakinya dan gerakkan seperti sedang mengendarai sepeda. Saat kakinya melakukan gerakan mendorong kemungkinan gas keluar akan lebih besar.

Memijat perut si Kecil juga membantu meredakan perut kembung si Kecil. Ibu perlu memijat perutnya secara perlahan dengan gerakan searah jarum jam. Lakukan gerakan pijat ini dengan posisi tidur. Selain membantu mengeluarkan gas dalam tubuh, gerakan ini akan membuat si Kecil lebih nyaman. Ibu bisa mengusap-usap punggung si Kecil dalam posisinya di atas kedua paha Ibu. Hadapkan perut si Kecil ke arah bawah atau telungkup. Hal ini juga bisa membantu si Kecil mengeluarkan gas dalam tubuhnya.

Ibu disarankan menyusui si Kecil dalam posisi sedikit tegak sehingga susu dapat masuk secara perlahan dan lancar ke perut si Kecil. Dengan posisi menyusui seperti ini dapat menghindarkan si Kecil dari masalah perut. Untuk meminimalkan kemungkinan perut kembung, Ibu bisa menyusui si Kecil sebelum dia lapar. Ketika si Kecil menangis karena lapar kemungkinan angin masuk ke dalam tubuhnya lebih banyak. Sehingga bisa membuat perutnya kembung. Dengan menyusuinya sebelum lapar akan mengurangi kemungkinan tersebut.