Whatsapp Share Like Simpan

Fungsi sistem pencernaan manusia berperan penting dalam proses pencernaan berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, fungsi sistem pencernaan juga penting untuk mengeluarkan zat beracun dan sisa makanan melalui feses atau tinja. 

Nutrisi dan energi yang melalui proses pencernaan diperlukan untuk metabolisme, perbaikan sel dan jaringan tubuh, serta aktivitas sehari-hari, seperti bernapas, bergerak, belajar, dan lain sebagainya.

Supaya kesehatan sistem pencernaan si Kecil tetap terjaga, maka penting bagi Ibu untuk mengetahui urutan sistem pencernaan beserta fungsinya agar si Kecil juga dapat memahami hal ini, sehingga ia juga mampu menjaga kesehatan dirinya sendiri di kemudian hari. Lantas, apa saja urutan dan fungsi sistem pencernaan manusia? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Urutan dan Fungsi Sistem Pencernaan

Supaya makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh si Kecil dapat diolah menjadi energi dan berbagai macam nutrisi, seperti asam amino, glukosa, dan asam lemak, maka harus diproses dulu di dalam sistem pencernaan. Nah, berikut ini beberapa organ tubuh yang termasuk ke dalam sistem pencernaan beserta fungsinya:

  1. Mulut

    Proses pencernaan manusia pertama kali terjadi di dalam mulut, saat si Kecil menggigit, mengunyah, dan menghaluskan makanannya. Fungsi sistem pencernaan ini penting untuk memecah makanan menjadi potongan yang lebih kecil menggunakan gigi agar lebih lunak dan mudah ditelan. Lidah juga berperan dalam mengarahkan makanan di dalam mulut agar tergigit oleh gigi dan mendorongnya ke dalam kerongkongan untuk ditelan.

    Artikel Sejenis

  2. Kerongkongan (esofagus)

    Makanan dan minuman yang telah dikunyah dan telan akan melewati kerongkongan atau disebut juga esofagus. Kerongkongan adalah saluran yang memiliki panjang sekitar 25 cm. Fungsi sistem pencernaan ini yaitu untuk menyalurkan makanan dan minuman dari mulut ke dalam lambung. 

    Di kerongkongan terdapat otot-otot khusus menyerupai katup yang disebut lower esophageal sphincter. Katup ini berfungsi untuk memastikan makanan atau minuman yang sudah mencapai lambung tidak kembali naik ke kerongkongan dan mulut.

  3. Lambung

    Nah, setelah menerima makanan dan minuman dari mulut dan kerongkongan, lambung akan mengeluarkan zat asam dan enzim untuk melanjutkan proses pencernaan. Selain untuk memecah makanan, fungsi sistem pencernaan juga akan membunuh mikroorganisme yang mungkin masih ada di dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh si Kecil. Selain itu, fungsi sistem pencernaan ini juga membuat tekstur makanan berubah menjadi cairan pekat atau berupa pasta yang selanjutnya akan didorong ke usus halus.

  4. Pankreas

    Fungsi sistem pencernaan yang satu ini identik dengan perannya untuk menghasilkan insulin. Namun, ternyata pankreas juga bertugas untuk menghasilkan enzim pencernaan, seperti lipase, protease, dan amilase. Enzim pencernaan tersebut akan dilepaskan oleh pankreas dan ikut bercampur dengan enzim pencernaan dari lambung.

    Untuk lebih jelasnya, fungsi sistem pencernaan ini bisa Ibu lihat dari peran masing-masing enzim tersebut. Enzim lipase berperan untuk mencerna lemak menjadi asam lemak, enzim protease untuk mencerna protein menjadi asam amino, dan enzim amilase untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa.

  5. Kantung empedu

    Fungsi sistem pencernaan ini berkaitan dengan cairan empedu yang berperan untuk mencerna lemak menjadi asam lemak. Sederhananya, organ hati atau liver akan menghasilkan cairan empedu, kemudian menyimpannya di dalam kantung empedu.

    Cairan empedu ini terdiri dari kolesterol, garam empedu, bilirubin, air, serta mineral seperti kalium dan natrium. Ketika fungsi sistem pencernaan sedang bertugas untuk mencerna makanan, cairan empedu akan dialirkan ke dalam usus halus.

  6. Usus halus

    Makanan yang sudah dicerna di dalam lambung akan didorong ke usus halus. Usus halus terdiri atas 3 bagian, yaitu usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan bagian terakhir dari usus halus (ileum). Ketiga bagian usus halus ini memiliki tugas masing-masing dalam memproses makanan.

    Fungsi sistem pencernaan duodenum berperan untuk melanjutkan proses pemecahan makanan, sedangkan fungsi sistem pencernaan jejunum dan ileum bertanggung jawab untuk proses penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah.

  7. Usus besar

    Setelah diolah menjadi nutrisi yang terserap oleh tubuh, makanan yang sudah dicerna akan meninggalkan sisa atau limbah yang disebut dengan feses atau tinja. Fungsi sistem pencernaan ini akan mendorong limbah makanan tersebut ke dalam rektum, yaitu perhentian terakhir pada urutan saluran pencernaan.

    Ketika rektum sudah terisi penuh dan feses di dalamnya siap dikeluarkan melalui anus, si Kecil akan merasakan mulas dan muncul dorongan untuk buang air besar (BAB). Proses pengolahan dan pencernaan makanan hingga menjadi feses umumnya memerlukan waktu sekitar 30-40 jam.

Itulah beberapa fungsi sistem pencernaan berdasarkan urutannnya. Dilihat dari penjelasan di atas, sudah pasti Ibu perlu menjaga kesehatan sistem pencernaan si Kecil, bukan? Sebab, jika tidak dijaga dengan baik, maka pencernaan si Kecil akan mengalami gangguan kesehatan.

Satu hal yang tak kalah penting, kesehatan saluran pencernaan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan lho, Bu. Ini karena sekitar 80% sel imun tubuh ada di dalam sistem pencernaan, jadi kesehatannya sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil.

Setelah mengetahui pentingnya fungsi sistem pencernaan, kini saatnya Ibu melakukan beberapa cara untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan pencernaan si Kecil. Apa saja langkah yang harus Ibu lakukan? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan?

Agar fungsi sistem pencernaan si Kecil bekerja dengan normal, maka Ibu harus menjaganya dengan beberapa langkah yang perlu dilakukan secara rutin. Seperti yang telah disebutkan, jika fungsi sistem pencernaan mengalami gangguan, mungkin saja si Kecil akan mengalami penyakit tertentu, seperti maag, penyakit asam lambung, diare, sembelit atau konstipasi, hingga wasir. 

Jika Ibu tidak mengatasi gangguan pencernaan pada anak, maka proses penyerapannya pun akan terhambat, sehingga mengganggu tumbuh kembang si Kecil. Oleh karena itu, Ibu perlu senantiasa menjaga kesehatan pencernaan si Kecil dengan melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Mencukupi kebutuhan cairan harian
  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Batasi mengonsumsi makanan tinggi kolesterol
  • Mengonsumsi probiotik
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter

Langkah penting selanjutnya yaitu mencukupi kebutuhan nutrisi berkualitas secara seimbang. Ada banyak jenis makanan dan minuman bernutrisi yang penting untuk kesehatan pencernaan anak. Selain serat dan probiotik, si Kecil juga sebaiknya mengonsumsi protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih.

Sebab, kehadiran protein sangat penting untuk membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh, termasuk sistem pencernaan. Tanpa kehadiran protein, penyerapan nutrisi lain kurang optimal.

Fungsi sistem pencernaan untuk mengolah protein dalam makanan akan diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana yang disebut dengan istilah asam amino. Ada 9 jenis asam amino esensial (9AAE) yang berperan penting untuk tumbuh kembang anak, termasuk menjaga kesehatan pencernaan.

Kehadiran 9 Asam Amino Esensial (9AAE) ini harus dipenuhi secara lengkap agar tumbuh kembang si Kecil tidak terhambat. Ini karena penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa kekurangan 1 jenis dari 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menghambat daya tahan tubuh, tinggi badan, dan tingkat kecerdasan anak sebanyak -34%. Bahkan, kekurangan semua jenis 9AAE akan menghambat tumbuh kembang sebanyak -50%. Ibu tentu tidak ingin kondisi ini dialami si Kecil, kan? 

Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan dan fungsi sistem pencernaan agar bekerja secara optimal serta menjaga kesehatan tubuh si Kecil secara keseluruhan, salah satunya dengan mengonsumsi susu bubuk pertumbuhan  Frisian Flag PRIMAGRO 1+.

Susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung kombinasi 8 nutrisi penting untuk dukung perkembangan otak dan akal kreatif si Kecil, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Susu pertumbuhan ini pun diperkaya 5 nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) untuk memaksimalkan penyerapan seluruh nutrisi tersebut, serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz