Whatsapp Share Like Simpan

Mengasuh seorang anak bukanlah tugas yang mudah. Orang tua kerap kali mengeluh kewalahan mengasuh buah hatinya yang tidak mau menurut atau sulit diatur. Masalah ini mungkin bisa disebabkan oleh salah dalam menerapkan pola asuh anak (parenting).

Penerapan pola asuh harus disesuaikan dengan karakter si anak sendiri. Mengapa begitu? Karena masing-masing karakter memiliki cara pendekatan yang berbeda. Jika salah pendekatan, tentunya tidak akan memberikan hasil yang baik, bukan? Nah, bagi Ibu yang kini sedang dipusingkan dengan tingkah laku buah hati, coba baca penerapan pola asuh anak sesuai masing-masing karakter berikut ini, yuk:

Easy Child Character (Karakter Anak Mudah)

Si Kecil yang berkarakter mudah akan memiliki ciri-ciri pembawaan yang ceria, mudah beradaptasi terhadap perubahan, sangat menyukai orang atau situasi baru, tidak mudah marah, aktif, dan kurang penurut. Si Kecil dengan karakter ini sebenarnya adalah yang memiliki pola asuh anak paling mudah. Sayangnya, anak dengan berkarakter mudah seringkali terabaikan karena terlalu mudah untuk diasuh.

Kadangkala, si Kecil juga mudah tertarik pada hal baru, sehingga ia bisa tiba-tiba menghilang dari pegangan orang tuanya saat berada di tengah kerumunan. Ketika berada di rumah, anak bertipe ini lebih suka menghabiskan waktu dengan menonton televisi, sehingga ia akan terabaikan oleh kesibukan anggota keluarga lainnya.

Jika buah hati adalah tipe yang berkarakter mudah, Ibu harus ekstra hati-hati dalam mengasuhnya. Ibu wajib menerapkan pola peraturan tarik-ulur supaya si Kecil tidak merasa terkekang, tapi juga tetap masih berada dalam kontrol orang tuanya. Ibu harus lebih sering bersama si Kecil untuk bercerita tentang kesehariannya secara serius. Cara ini akan membantu Ibu untuk tetap merasa dekat dengan buah hati.

Artikel Sejenis

Wild Child Character (Karakter Anak Penuh Semangat)

Sesuai dengan namanya, si Kecil yang berkarakter ini terlihat selalu memiliki energi lebih dan bersemangat sehingga kadang sulit untuk dikendalikan. Ia juga memiliki emosi ibarat roller coaster, yaitu mudah naik tapi juga mudah turun. Si Kecil adalah anak yang lebih aktif, tidak sabaran, suka membantah/menantang. Namun di sisi lainnya, ia juga mudah rapuh dan lebih sensitif.

Anak-anak bertipe penuh semangat membutuhkan banyak aktivitas yang sesuai mood-nya dan sebagai tempat untuk membakar energinya yang melimpah. Bagi Ibu yang memiliki buah hati berkarakter ini, solusi yang terbaik hanyalah terus membuatnya aktif sepanjang hari.

Ibu harus lebih sering mengajak si Kecil bermain di luar ruangan. Hindari metode belajar yang banyak bergerak dibandingkan duduk, karena ia tidak akan merasa betah untuk duduk lama. Satu hal yang perlu Ibu ingat, si Kecil juga tipe yang membutuhkan pola asuh anak yang pasti supaya membuatnya tetap stabil, aman, dan lebih sabar.

Slow to Warm Up Character (Karakter Anak Pemalu)

Sebanyak hampir 15% anak-anak tergolong sebagai anak berkarakter pemalu. Si Kecil yang pemalu akan mudah menangis atau menjauh saat didekati oleh asing. Namun saat orang tersebut menjauh, ia justru akan melambaikan tangannya.

Si Kecil dengan karakter ini juga umumnya sangat sensitif terhadap hal-hal tertentu, seperti temperatur ruangan, pakaian, atau perubahan kecil dalam kehidupannya sehari-hari. Ia memerlukan waktu cenderung lama untuk mampu menyesuaikan diri dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Si Kecil mungkin cukup lambat dalam beraktivitas, tapi ia suka sekali menekuni sesuatu yang menarik minatnya.

Ia memiliki perasaan yang sangat halus dan sebaiknya dihindarkan dari kritikan yang sangat kasar dan tajam. Saat ia ditolak, akan timbul perasaan rapuh dan takut seumur hidupnya. Maka dari itu, sebagai orang tua yang memiliki anak dengan tipe ini wajib memastikan perkembangan personalitas si Kecil berjalan dengan stabil dan mempunyai waktu yang cukup untuk beradaptasi. Si Kecil juga akan menikmati saat melakukan kegiatan yang ia sukai dan tidak terburu-buru dalam melakukan suatu pekerjaan.

Baca juga: Ingin Mendidik Anak dengan Baik? Cobalah Metode Hypnoparenting!

Jenis Pola Asuh Anak

Ada empat jenis pola asuh anak yang akan berpengaruh terhadap pembentukan karakternya kelak:

  • Pola asuh otoritatif. Orang tua akan lebih mendukung buah hatinya untuk lebih mandiri, tapi masih memberikan pengawasan. Cara orang tua dalam menanamkan nilai moral lebih hangat serta selalu menjelaskan dampak negatif dan positif atas tingkah laku anaknya.
  • Pola asuh otoriter. Orang tua memiliki kendali penuh pada semua sisi kehidupan buah hatinya. Mereka mengambil keputusan, mengatur tingkah laku, dan cara berpikir anaknya. Bahkan orang tua cenderung suka memaksa, mengancam, memerintah, dan menghukum jika si Kecil tidak mematuhinya.

Jenis parenting ini akan menciptakan anak yang memiliki sikap percaya diri, bertanggung jawab, mampu mengontrol diri, kooperatif, punya keingintahuan tinggi, dan bersahabat.

Si Kecil yang diasuh secara otoriter akan menjadi pribadi yang cenderung pendiam, kurang mau bersosialisasi, tertutup, penakut, mudah tersinggung dan stres, pemurung, suka menentang, dan melawan aturan.

  • Pola asuh permisif. Pola asuh ini memiliki ciri di mana orang tua membebaskan keinginan sang anak secara luas dan dengan sedikit batasan. Meski masih tetap memberikan pengawasan, tapi kapasitasnya sangat kecil dan cenderung tidak menegur ketika si Kecil melakukan kesalahan.
  • Pola asuh penelantar. Pada parenting ini, orang tua kurang memberikan kasih sayang secara fisik dalam mengasuh dan cenderung kurang terlibat dalam kehidupan buah hatinya. Pola asuh penelantar akan membentuk karakter anak yang agresif, sering bermasalah dalam kehidupan sosial, menganggap dirinya sendiri tidak penting untuk orang tuanya, dan mudah marah.

Hasil dari penerapan pola asuh permisif adalah si Kecil menjadi seseorang yang agresif, kurang patuh, ingin menang sendiri, kurang percaya diri, manja, kurang mampu mengontrol diri, kurang matang secara sosial. Ia juga mau semua keinginannya terpenuhi.

 

Apakah Ibu sudah tahu karakter mana yang dimiliki oleh si Kecil dan mana pola asuh anak yang paling tepat untuknya? Pola asuh dari orang tua harus sangat diperhatikan karena akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sang anak di masa depan. Semoga informasi di atas dapat membantu Ibu dalam menerapkan pola asuh yang tepat.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Theasianparent

Kompasiana