Whatsapp Share Like Simpan

Ada berbagai jenis parenting anak yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam mendidik buah hatinya. Ada yang cenderung keras, lembut, memanjakan, atau mendukung minat dan bakat si Kecil. Baru-baru ini ada satu jenis pola asuh yang sedang diperkenalkan, namanya organic parenting. Tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh? Yuk, simak informasi terkait pola pengasuhan organik di bawah ini:

Apa Itu Organic Parenting?

Organic parenting adalah pola asuh yang mendekatkan si Kecil kepada alam. Dikarenakan anak-anak yang hidup di zaman modern sudah banyak tersentuh oleh teknologi, kebanyakan dari mereka jadi lebih suka berada di dalam rumah. Bahkan saat berada di luar rumah pun orang tua akan memberikan buah hatinya gadget supaya tidak rewel dan cenderung anteng. Mengapa begitu? Sebab orang tua lelah jika harus mengejar atau kewalahan saat buah hatinya rewel. Jadi, gadget menjadi solusi tercepat untuk mengatasinya.

Asal Mula Organic Parenting

Asal Mula Organic Parenting

Parenting anak organik ini terinspirasi dari kebiasaan hidup masyarakat Skandinavia yang hidup di Denmark. Masyarakat di sana cenderung dekat dan sering bersentuhan dengan alam, aktif, serta suka berjalan kaki. Dari sini si Kecil akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan, lebih aktif bergerak, tidak malas, dan memiliki fisik yang lebih sehat.

Organic Parenting Diharapkan Bisa Menjadi Solusi

Melihat baiknya tujuan dari organic parenting, maka parenting anak ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi anak yang sudah kecanduan gadget. Jika terus dibiarkan, si Kecil akan jarang bermain di luar ruangan dan kurang dekat dengan orang tuanya. Ia pun bisa menjadi pribadi yang pasif dan individualis saat bertambah besar nanti.

Dengan menerapkan jenis parenting anak ini, orang tua harus meminimalisir penggunaan gadget sesuai usia buah hatinya. Si Kecil akan lebih sering bermain dan beraktivitas di luar ruangan, dekat dengan alam. Mulailah dengan mengajak si Kecil untuk melakukan aktivitas yang sederhana, seperti bermain, membaca buku, berolahraga, membersihkan halaman, atau menyiram tanaman.

Artikel Sejenis

Baca juga: Dampak Hyper-Parenting bagi Perkembangan Anak

Pilihlah Makanan Organik untuk Si Kecil

Selain mengajak si Kecil untuk lebih sering menghabiskan waktu di luar ruangan, parenting anak organik juga menganjurkan Ibu untuk memberikan buah hatinya makanan organik. Segala sesuatu yang dimakan si Kecil haruslah yang dibuat dengan proses alami, tidak menggunakan bahan kimia, pengawet, dan obat-obatan. Dengan memberikan makanan organik, diharapkan si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik yang dibutuhkannya di masa tumbuh kembang.

Manfaat Menerapkan Organic Parenting

Manfaat Menerapkan Organic Parenting

Penerapan organic parenting pada anak akan memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Anak lebih aktif. Di luar ruangan, anak dapat bergerak lebih leluasa. Ia bisa bermain, berlarian, dan melakukan aktivitas fisik apa saja tanpa takut merusak barang. Sementara di dalam ruangan, ia cenderung tidak bisa bebas bergerak.
  • Melatih kemampuan motorik. Aktivitas yang dilakukan si Kecil di luar ruangan juga dapat mengembangkan kemampuan motoriknya. Baik kaki maupun tangannya akan terlatih untuk bergerak dan menggunakan berbagai macam benda.
  • Menyehatkan tubuh. Si Kecil yang aktif bergerak tentu akan memiliki tubuh yang sehat. Berat badannya lebih terjaga, kalori terbakar, dan terhindar dari penyakit yang berbahaya.
  • Memperkuat tulang dan otot. Tubuh yang sering bergerak membuat tulang dan otot jadi lebih kuat. Artinya, si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan tidak mudah lemas meski sering beraktivitas.
  • Menyalurkan energi. Anak-anak cenderung memiliki energi yang besar dan tidak mudah lelah. Beraktivitas di luar ruangan bisa menjadi cara untuk menyalurkan energinya tersebut. Dengan begitu, si Kecil jadi tidak mudah berulah dan rewel karena banyaknya energi yang tersimpan di dalam tubuhnya.
  • Lebih peduli dan mencintai lingkungan. Di luar ruangan, si Kecil dapat mengenal lingkungan sekitarnya. Ia pun jadi lebih bisa peduli dan mencintai lingkungan. Si Kecil tidak akan merusak maupun mengotori alam, seperti membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, atau mencoret-coret sembarangan.
  • Membentuk bonding orang tua dan anak. Dengan mengurangi penggunaan gadget dan beraktivitas bersama di luar ruangan, parenting anak organik akan membentuk ikatan erat antara Ibu dan si Kecil. Kedekatan yang terjalin tersebut sangat berperan dalam pembentukan karakter si Kecil kelak.
  • Mempelajari banyak hal baru. Belajar itu tidak melulu harus dari sekolah. Dari alam, si Kecil dapat mempelajari banyak hal baru lho, Bu. Ia bisa mengenal nama-nama hewan, tumbuhan, benda, warna, dan masih banyak lagi. Belajar pun jadi lebih menyenangkan.

Bagaimana, Bu, apakah Ibu tertarik untuk menerapkannya untuk buah hati? Dalam menerapkan parenting anak, Ibu perlu untuk bersikap konsisten dan sabar. Begitu pula dengan organic parenting. Ibu harus terus berupaya mengajak si Kecil untuk lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan dan mengurangi kegemarannya bermain gadget. Selamat mencoba ya, Bu.

Konsultasikan masalah anak dengan mudah hanya di laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Popmama