Whatsapp Share Like
Simpan

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Diperlukan pemahaman yang baik untuk tahu bagaimana caranya mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak. Dewasa ini ada sebuah istilah dalam bidang parenting yang patut disimak, yaitu hypnoparenting. Apa itu? Langsung deh simak informasi selengkapnya di bawah:

Serba-serbi Hypnoparenting

Hypnoparenting berasal dari kata hypnosis dan parenting. Hypnosis berarti upaya mengoptimalkan pemberdayaan energi jiwa bawah sadar (dalam hal ini untuk berkomunikasi) dengan mengistirahatkan energi jiwa sadar pada anak (komunikasi mental) maupun pada pembinanya (komunikasi astral). Parenting berarti segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua dalam mendidik, membina, dan membesarkan anak.

Pembinaan anak ini terdiri dari tiga bidang, yakni fisik, mental, dan spiritual sejak merencanakan kehamilan sampai masa remaja oleh orang-orang di sekitarnya (orang tua, wali, guru, dsb). Dengan demikian, hypnoparenting dapat diartikan sebagai metode pembinaan anak dengan memperhatikan pengaruh hypnosis untuk selalu menanamkan rekaman/sugesti positif pada jiwa bawah sadar anak.

Menurut Dr Tb. Erwin Kusuma, psikiater anak dengan pendalaman Medical Hypnotherapist, manusia ibarat sebuah komputer hidup ciptaan Tuhan. Spirit/batin berperan sebagai programmer, jiwa bawah sadar sebagai disket, dan fisik adalah hasil print out dari rekaman bawah sadarnya. Tentu saja, pembina (orang tua, wali, guru, dsb) sangat diharapkan dalam keadaan sehat dan dewasa jiwanya, sehingga harus hati–hati dengan pikiran, ucapan, dan tindakan. Karena anak-anak mudah merekam dan akan menjadi memori jangka panjang yang terbawa sampai usia remaja bahkan sampai dewasa.

Pentingnya Sugesti Positif dari Orang Tua

Pada saat bayi di dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh sebagai anak, banyak orang tua sudah melakukan sugesti positif seperti sering mengatakan kalau besar menjadi anak yang cantik, menjadi anak yang soleh, dll. Namun secara tidak sadar orangtua juga sering melakukan sugesti negatif yaitu apabila melihat anak belajar naik tangga langsung teriak: awas nanti jatuh dan biasanya tidak cukup hanya satu kali tapi tanpa sadar dilakukan berulang-ulang.

Dengan melakukan sugesti negatif, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, anak malah bisa benar-benar jatuh. Sebaiknya sugesti/kalimat yang tepat adalah: anak yang pintar, sedang belajar naik tangga, pegangan ya, dan sampai atas dengan selamat. Sampailah dengan selamat.

Kondisi Orang Tua Sangat Berpengaruh pada Anak

Beberapa orang tua ada yang datang ke klinik membawa anaknya yang mempunyai keluhan fisik seperti flu yang tidak sembuh-sembuh, asma, ataupun anak yang sering rewel, ternyata pada saat kedua orang tuanya mengikuti pelatihan hypnoparenting anak-anaknya sembuh dari sakitnya. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Kondisi stress pada orangtua akan memberikan pancaran aura yang negatif (tidak sehat) kepada anak-anaknya dan lama-kelamaan dapat mengakibatkan gangguan penurunan daya tahan tubuh sehingga berpengaruh pada kesehatan fisik ataupun mentalnya.

Dengan berlatih hypnoparenting, orangtua akan memancarkan aura yang positif atau aura yang sehat. Pancaran ini pun akan diterima dan dirasakan oleh anak dan akan berdampak pada kesehatan anaknya. Hypnoparenting dapat diterapkan kepada anak sehat, cacat, sakit, maupun pada anak dengan kebutuhan khusus atau anak dengan keistimewaan.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Untuk melakukan hypnoparenting, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Who am I as a parent:
    1. Perfeksionis, menetapkan standar yang tinggi, banyak mengkritik
    2. Easy going, serba boleh, tidak mau ambil pusing
    3. Ambivalent, tidak konsisten, moody
    4. Overprotective, terlalu cemas, melindungi
    5. Mature, stabil, komunikatif, adaptif
  2. Knowing about your children:
    1. Mengetahui potensi dan kemampuan anak
    2. Mengetahui minat, kesukaan, kebiasaan, harapan, keinginan, cita-cita, tujuan hidup tanpa harus membedakan (comparing) dan memberi stempel (labeling)
  3. Manage your mind, body, and soul in a balance:
    1. Beri kesempatan diri untuk rileks, sehat, dan tetap produktif
    2. Cukup aktif, cukup istirahat, cukup dapat mengembangkan minat pribadi maupun minat sosial serta memiliki nilai spiritual
  4. Kenali tumbuh kembang anak, masa transisi dalam perkembangan serta mampu lakukan deteksi dini melalui berbagai media seperti buku, majalah, tabloid, seminar, dll, karena tidak ada sekolah menjadi orang tua.
  5. Lakukan relaksasi
    1. Alamiah sehari-hari: olahraga, musik, tari, shopping, perawatan diri, rekreasi bersama
    2. Relaksasi terprogram: relaksasi otot, napas, pikiran yang dikemas dalam berbagai program
  6. Program positif
  • Bersikap positif dalam menyikapi masalah
  • Orientasi pada solusi
  • Mau belajar dari pengalaman
  • Optimistik
  • Pengertian dan toleran

Langkah–langkah Dalam Hypnoparenting

  • Orang tua/pembina dalam keadaan rileks atau tenang.
  • Cari saat yang tepat untuk melakukan induksi/afirmasi: saat anak sedang rileks dan terfokus, saat lelah, sakit, saat menyusui, saat hujan turun, saat bercerita, saat anak butuh bergantung, saat tidur yang dalam
  • Gunakan alat bantu induksi misalnya suara detak jam, musik, getaran suara yang hangat dan indah dari orang tua
  • Lakukan body contact secara berulang dan monoton: usap–usap kepala, dahi atau punggung.
  • Tanamkan kalimat sugesti – afirmasi positif misalnya: anak manis mimpi yang indah dan besok pagi bangun segar, semangat untuk berangkat sekolah
  • Kembangkan kata-kata dan tindakan yang positif untuk membentuk jangkar emosi
  • Lakukan pengulangan secara konsisten

Dengan uraian mengenai hypnoparenting di atas, sangat diharapkan orang tua semakin menyadari betapa kuatnya pikiran bawah sadar seseorang. Mulailah dengan berpikir yang positif, bertutur kata yang baik, serta memberikan contoh tindakan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sejak dalam kandungan sampai usia 5 tahun adalah masa yang paling penting untuk anak-anak, sebab mereka masih banyak menggunakan unsur perasaannya sehingga mudah merekam ke pikiran bawah sadarnya. Dengan melakukan hypnoparenting, diharapkan komunikasi yang terjalin antara orangtua dan anak meningkat kualitasnya dan mendapatkan anak yang sehat secara fisik, cerdas, dan kreatif.