Whatsapp Share Like
Simpan

Waktu terasa begitu cepat ya, Bu! Kini usia kandungan Ibu sudah memasuki usia 7 bulan dan perut Ibu sudah semakin membesar. Ibu dan Ayah pasti semakin tidak sabar ingin si Kecil cepat hadir ke dunia untuk segera menggendong buah hatinya. Agar ikatan Ayah, Ibu, dan si Kecil semakin kuat hingga ia lahir, mari mulai berkomunikasi dengannya selagi ia masih di dalam kandungan.

Setelah memasuki trimester kedua, kemampuan janin untuk mendengar mulai terbentuk. Pada masa-masa seperti ini, si Kecil biasanya sudah bisa mendengarkan dan merasakan apa yang Ibu rasakan dari dalam perut. Membiasakan diri berkomunikasi dengannya selama Ibu hamil, dapat membuatnya merasakan kasih sayang Ibu dan Ayah. Berikut adalah beberapa cara untuk berkomunikasi dengan si Kecil selama di dalam kandungan, yaitu:


Beri Sentuhan Lewat Perut

Kebiasaan Ibu saat memegang dan mengelus perut yang semakin membesar ternyata dapat dirasakan juga oleh si Kecil, lho. Belaian ini merupakan salah satu tanda kehadiran dan kasih sayang Ibu kepadanya. Oleh sebab itu, biasanya si Kecil akan bereaksi dengan menggerakkan kaki dan tangannya di dalam perut Ibu.


Berbicaralah Pada si Kecil

Selain mendengar suara detak jantung Ibu, ia juga dapat mendengar suara dari Ibu sendiri. Maka dari itu, coba luangkan waktu Ibu untuk bersenandung atau menceritakan aktivitas Ibu kepadanya sambil memberikan belaian pada perut. Seperti yang diungkapkan dalam situs ScienceNow.com, penelitian membuktikan kalau janin ternyata sudah bisa mempelajari kata-kata baru sejak berada di dalam kandungan.  Inilah sebabnya, bercerita dapat ikut melatih kemampuan pemahaman bahasanya sejak dini.


Perdengarkan Lagu Kepadanya

Menurut penelitian, seiring dengan perkembangan pendengaran si Kecil, ia juga sudah dapat merespon musik yang ia dengar. Bayi pada umumnya mudah bereaksi pada lagu dengan tempo yang lembut seperti musik klasik. 

Ketika Ibu melakukan hal-hal di atas, biasanya si Kecil akan merespon kembali dengan tendangan kaki kecilnya dari dalam perut Ibu. Namun, tak hanya dari suara Ibu saja, tendangannya juga dapat terjadi ketika ia mendengar suara-suara keras seperti suara gonggongan anjing, suara sirene, atau pintu yang tertutup keras. Bisa jadi, ia menendang karena ia kaget dengan suara keras tersebut. Ketika itu terjadi, Ibu bisa mengelus perut sambil berbicara dengannya dengan suara yang lembut. 

Selain Ibu, cobalah ajak Ayah dan anggota keluarga lain untuk rutin berbicara kepada si Kecil. Hal tersebut dapat membuat ia merasa nyaman berada di sekitar anggota keluarga ketika ia lahir serta menumbuhkan ikatan batin antara seluruh anggota keluarga yang lain dengan si Kecil.  Momen hangat yang seperti ini tentu juga menjadi saat-saat istimewa antara Ayah, Ibu, dan si Kecil.

Seiring dengan membesarnya ukuran janin, maka kebutuhannya nutrisinya pun bertambah. Nutrisi tersebut dibutuhkan baik oleh tubuh Ibu hamil maupun untuk tumbuh kembang janin.. Oleh sebab itu, makanlah makanan bernutrisi tinggi dengan porsi ringan setiap tiga jam dan hindari perut kosong dalam jangka waktu yang cukup lama untuk menghindari naiknya asam lambung. Jangan lupa juga untuk rutin meminum susu khusus Ibu hamil ya, Bu. Susu Frisian Flag Mama hadir dengan kandungan inulin, asam folat, kalsium, protein, zat besi, serta vitamin B6 yang dapat membantu menjaga kesehatan Ibu dan si Kecil di masa kehamilan ini. Selain kandungannya yang lengkap, rasa susu cokelatnya juga nikmat lho, Bu. Selamat bercerita dan berkomunikasi dengan si Kecil ya, Bu.