Whatsapp Share Like Simpan

Ibu ingin memberikan susu soya untuk memenuhi kebutuhan gizi harian si Kecil? Eits, sebelum itu sebaiknya Ibu perhatikan dulu kandungan nutrisi di dalam susu soya atau sari kedelai dan dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Sebab, kandungan nutrisi di dalam susu soya cukup berbeda jika dibandingkan dengan nutrisi di dalam susu sapi.

Seperti yang kita ketahui ya, Bu, anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang membutuhkan nutrisi berkualitas yang lengkap agar terhindar dari gangguan pertumbuhan dan masalah kesehatan lainnya. Nah, salah satu nutrisi penting yang harus dikonsumsi oleh anak-anak adalah susu yang bersumber protein hewani. 

Mungkin Ibu bertanya-tanya, apa bedanya susu soya dengan susu sapi untuk anak, kan? Jadi, sebenarnya susu soya bukanlah termasuk ke dalam jenis susu, melainkan hanya sari kedelai. Susu soya terbuat dari kacang kedelai yang telah digiling dan direbus hingga menghasilkan sari kedelai dengan tekstur cair dan berwarna putih, mirip seperti susu sapi. 

Lantas, apa saja perbedaan kandungan nutrisi dalam susu soya dan susu sapi? Apa dampaknya jika si Kecil terlalu banyak mengonsumsi susu soya tanpa diimbangi dengan susu sapi? Kita simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Perbedaan Kandungan Nutrisi Susu Sapi dan Susu Soya

Perlu Ibu ketahui bahwa kandungan nutrisi di dalam susu soya tidak setinggi seperti kandungan nutrisi di dalam susu sapi. Jadi, bisa dipastikan bahwa nutrisi yang terkandung dalam susu soya tidak setara dengan susu sapi ya, Bu.

Artikel Sejenis

Apalagi susu soya tidak mengandung asam amino esensial yang lengkap, sehingga jika terlalu banyak dikonsumsi oleh anak-anak, dapat menyebabkan asupan asam amino esensial si Kecil tidak lengkap. Padahal untuk tumbuh kembang yang prima si Kecil membutuhkan 9 Asam Amino Esensial dalam jenis dan jumah yang lengkap.

Asam amino esensial dikenal juga dengan istilah super protein. Artinya, asam amino esensial merupakan bentuk sederhana dari protein yang punya peranan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. 

Namun sayangnya, saat ini banyak pula orang tua yang mungkin memilih susu soya sebagai pengganti susu sapi, padahal kandungan nutrisinya tidak cukup baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan kandungan nutrisi di dalam susu sapi dan susu soya, antara lain:

  • Protein

    Susu soya termasuk protein nabati yang tidak memiliki 9AAE lengkap. Sedangkan, susu sapi mengandung 9AAE yang lengkap untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima.

    Ibaratnya, 9AAE merupakan mobil, sedangkan nutrisi lain adalah penumpangnya. Jika si Kecil tidak mengonsumsi 9AAE secara rutin setiap hari, maka nutrisi lain tidak bisa diangkut untuk memenuhi kebutuhan sel-sel tubuh. 

    Nah, 9AAE yang lengkap bisa Ibu dapatkan dalam sumber protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih, termasuk susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung 9AAE lengkap dan DHA 4x lebih tinggi untuk meningkatkan akal kreatif si Kecil.

    9AAE harus dikonsumsi secara rutin setiap hari karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, Bu. Penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan bahwa kekurangan semua jenis 9AAE akan menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil sebanyak -50%. Ibu pasti tidak ingin hal ini dialami oleh si Kecil, kan?

  • Kalori

    Untuk melakukan aktivitas sehari-hari, si Kecil pasti membutuhkan kalori agar tubuhnya bisa berenergi. Nah, energi juga digunakan untuk mendukung fungsi berbagai organ tubuh si Kecil. Nantinya sisa kalori di dalam tubuh yang gak diubah jadi energi akan disimpan sebagai jaringan lemak. 

    Ibu pasti tahu kan kalau susu dapat menjadi sumber energi bagi si Kecil? Energi yang terkandung dalam susu berasal dari protein, karbohidrat, dan lemak. Meskipun susu soya atau sari kedelai dan susu sapi mengandung energi, tapi kadarnya cukup berbeda lho. 

    Pada segelas susu sapi berukuran 244 ml mengandung sekitar 146 kkal energi, sedangkan pada segelas susu soya mengandung kalori lebih rendah, yaitu sekitar 80-100 kkal.

  • Karbohidrat

    Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bergerak, melakukan aktivitas sehari-hari, maupun untuk mendukung kerja organ-organ tubuh dengan baik.

    Sama seperti protein dan lemak, karbohidrat termasuk zat gizi makro yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan zat gizi mikro, tetapi tetap sesuai batas normal. 

    Karbohidrat pada susu soya ternyata lebih sedikit lho dibandingkan pada susu sapi. Dalam segelas 244 ml susu soya mengandung sekitar 7 gram karbohidrat, sedangkan pada susu sapi sekitar 11,5 gram karbohidrat. Cukup berbeda kan, Bu?

Supaya tumbuh kembang si Kecil lebih prima, Ibu bisa memberikan ia susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ karena mengandung 9AAE yang lengkap dan DHA 4x lebih tinggi. 

Gak cuma itu lho, Bu, susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung kombinasi 8 nutrisi penting untuk dukung perkembangan otak dan akal kreatif si Kecil, di antaranya asam lemak omega 3 (ALA), asam lemak omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga diperkaya dengan 5 nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi, serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil.

Semua nutrisi prima dalam susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dan/atau susu bubuk Frisian Flag PRIMAGRO 3+ bisa Ibu dapatkan dengan harga terjangkau, pilihan ukuran yang sesuai kebutuhan (mulai dari 150gr, 400 gr, 800gr, 1200gr, dan 2000gr). Dengan mengonsumsi susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dan/atau susu bubuk Frisian Flag PRIMAGRO 3+, si Kecil bisa lebih kreatif, tangkas, dan berani.

Ibu pasti ingin melihat tumbuh kembang si Kecil lebih optimal, kan? Maka dari itu, penting untuk selalu memantau grafik pertumbuhan si Kecil agar terhindar dari stunting, caranya dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Ibu akan mendapatkan banyak informasi penting mengenai grafik pertumbuhan dari WHO, grafik CDC, hingga anjuran dari psikolog. Yuk, cobain fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz