Share Like
Simpan

Selamat, Bu! Akhirnya ada tanda dua garis di test pack Ibu. Wah, pasti Ibu sangat gembira menyambut kehamilan ini, ya?

Selain perasaan gembira dan berbunga-bunga, pasti Ibu juga merasakan kebingungan pertama sebagai seorang Ibu. Yaitu, bingung memilih dokter kandungan.

Ibarat memilih teman, memilih dokter kandungan juga bukan perkara mudah. Lho, kenapa saya bilang seperti memilih teman? Sebab dokter kandunganlah yang akan mendengar semua keluh kesah, pertanyaan, sampai semua kekhawatiran yang Ibu rasakan selama masa kehamilan.

Dokter kandungan pula yang akan menemani Ibu  saat sedang berjuang di ruang persalinan. Setelah persalinan, dokter kandungan juga akan membantu Ibu dalam memilih program keluarga berencana hingga alat kontrasepsi yang cocok. Jadi tak hanya harus ahli, dokter kandungan pun harus nyaman dalam diajak berbicara layaknya sahabat.

Tak heran ya Bu,  bila banyak ibu hamil yang mengalami masa gonta-ganti dokter kandungan karena merasa kurang cocok. Saya termasuk yang memutuskan untuk mengganti dokter kandungan sebanyak dua kali lho, sampai menemukan yang betul-betul cocok dengan saya.

Lalu, selain faktor keahlian dan kenyamanan, apalagi yang harus diperhatikan? Yuk, kita simak hal-hal yang penting ini dalam memilih dokter kandungan!

 

Preferensi

Kalau saya, sih, tak masalah soal gender seorang dokter kandungan. Namun ada juga  seorang teman saya yang lebih memilih dokter perempuan karena tak terlalu nyaman dengan dokter laki-laki. Sah-sah saja kok, Bu. Jika Ibu sudah nyaman dengan figur seorang dokter yang Ibu pilih, maka ke depannya akan lebih menyenangkan, bukan?

Nah, coba cari tahu apa preferensi Ibu dalam memilih seorang dokter yang lebih spesifik? Mungkin bagi Ibu, ia harus seorang perempuan, dalam skala usia tertentu, atau lulusan luar negeri. Atau lebih detailnya, apakah Ibu menderita sebuah penyakit khusus semisal diabetes atau asma sehingga memilih dokter dengan spesialisasi tertentu? Atau, ia dokter ibunda Ibu saat hamil Ibu dulu? Macam-macam ya, alasannya? Satu hal yang penting, dokter tersebut harus membuat Ibu nyaman.

 

Rekomendasi Kerabat

 

Pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang. Bila seorang dokter sudah banyak direkomendasikan oleh teman, saudara atau kerabat, berarti banyak yang “sayang” dengan dokter ini. Apalagi biasanya rekomendasi dari orang yang kita kenal, pastinya lebih terpercaya ya, Bu? Biasanya dokter tersebut direkomendasikan karena keahliannya atau mungkin karena sifat baiknya, misalnya sabar dalam menjawab pertanyaan.

Selain dari kerabat, salah satu rekomendasi saya dalam memilih dokter adalah ulasan yang saya dapatkan secara online. Saat ini kan, sudah banyak forum-forum wanita yang membahas soal kesehatan, secara spesifik soal dokter kandungan. Nah, rekomendasi para dokter di situ sangatlah lengkap, Bu. Hanya kita memang perlu terlibat cukup dalam saat membahasnya di forum. Hasilnya yang saya temukan cukup membantu, lho. Tak jarang ada cerita tentang dokter yang “galak”, dokter yang rela menunggu sampai malam, macam-macam deh! Maka dari itu, jangan lupa ya Bu, untuk mencari rekomendasi dokter secara online agar informasi yang didapat bisa lebih luas.

 

Karakter dan lokasi rumah sakit

 

Dua hal ini tak kalah penting, Bu. Karakter seorang dokter juga pasti tak  lepas dari karakter rumah sakitnya. Kadang kita sudah cocok dengan dokternya, namun sayangnya, RS tempat ia praktik tak dilengkapi fasilitas rooming-in atau sekamar dengan bayi setelah lahir untuk kesuksesan ASI, seperti harapan Ibu. Wah, bagaimana kalau begini?

Ibu bisa menanyakan kepada dokter apakah ia praktik di RS lain. Jika ya, kembali teliti karakter RS tersebut, Bu. Namun jika masih sama, pertimbangkan untuk mengganti dokter. Bukannya saya menakut-nakuti, tapi kelancaran persalinan juga tergantung dari kebijakan dan karakter RS itu sendiri, Bu.

Kedua, jika memungkinkan, pilih rumah sakit yang tidak jauh dari rumah tempat Ibu tinggal atau tempat Ibu beraktivitas. Jika saat darurat terjadi, jarak yang ditempuh akan lebih pendek. Selain itu, sesuai pengalaman saya, saat proses persalinan pasti ada saja yang ketinggalan di rumah. Nah, RS yang dekat akan menjamin kemudahan untuk mengambil barang yang tertinggal kan, Bu?

 

Komunikasi yang Sejalan

 

Mungkin saat ini Ibu bertanya-tanya, mengapa saat hamil saya justru sulit tidur karena banyak yang dipikirkan? Memang, kehamilan dan persalinan sangatlah menyenangkan, tapi juga terkadang membuat beban pikiran.

Jadi, dokter terbaik adalah yang bisa Ibu ajak bicara dengan mudah dan cocok dengan Ibu. Bagaimana mengetahui kecocokan antara Ibu dan dokter? Yuk, jawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Senyaman apakah Ibu dengan dokter?
  • Apakah dokter membuat Ibu tak ragu-ragu untuk bertanya pertanyaan apapun?
  • Apakah sang dokter menjawab dan menjelaskan pertanyaan Ibu dengan cukup jelas dan lengkap?
  • Apakah dokter suka menghakimi pilihan-pilihan Ibu?

Jika jawaban semua pertanyaan-pertanyaan ini lebih ke arah positif, tak diragukan lagi bahwa Ibu telah menemukan dokter yang tepat dari segi komunikasi, Bu!

 

Mudah Dihubungi

 

Kadang ada situasi darurat di mana Ibu harus menghubungi dokter di luar jam kontrol. Misalnya, tiba-tiba muncul flek saat hamil atau saat tiba-tiba kontraksi, biasanya muncul pertanyaan: apakah sudah harus ke rumah sakit? Apa yang harus saya lakukan?

 Di saat seperti itu, yang paling tepat adalah jangan panik, namun sebisa mungkin langsung menghubungi dokter kandungan Ibu. Dokter yang mudah dihubungi, minimal akan menjawab pesan singkat Ibu. Oleh karena itu, carilah dokter yang mudah dihubungi untuk saat-saat darurat ya, Bu.

 

Informasi Yang Tepat

 

Sebagai pasien, Ibu juga harus jeli dalam memahami jawaban-jawaban dokter serta segala aturannya. Misalnya, dalam kasus operasi caesar. Ada baiknya bila Ibu waspada ya Bu,  apabila dokter langsung menyarankan operasi caesar saat kelahiran. Sebab operasi bedah tersebut hanya dilakukan bila ada faktor medis seperti panggul sempit, penyakit menular pada Ibu, atau posisi bayi yang tak memungkinkan lahir normal. Segera pertimbangkan untuk mencari dokter pengganti Bu,  bila dari awal sang dokter menyarankan untuk caesar tanpa alasan medis yang kuat. Kecuali tindakan tersebut adalah pilihan Ibu sejak awal.

 

 

Antrean yang Panjang?

Nah, biasanya dokter favorit memiliki daftar antrean yang panjang. Bahkan tak jarang sampai malam sekali. Ini bisa jadi sangat melelahkan, Bu. Kalau sudah cocok sih, tidak masalah. Namun bila Ibu tak kuat mengantre berjam-jam hanya untuk bertemu dokter yang durasinya hanya 15 menit, tak ada salahnya mempertimbangkan untuk mengganti dokter lain yang antreannya tak terlalu panjang. Faktor antrean panjang kadang membuat dokter juga terlihat terburu-buru. Wah, sudah antre lama, tak mendapat jawaban yang memuaskan? Saran saya, cari dokter pengganti segera, Bu.

 

Bagaimana, Bu? Sudah makin siap untuk memilih dokter yang tepat? Ada baiknya jika proses pemilihan dokter dilakukan sebelum kehamilan Bu, agar tak lagi repot mencari pengganti jika tak cocok. Oh iya Bu, pertimbangkan juga untuk mencari dokter anak selama masa kehamilan, ya. Hal ini akan sangat membantu di saat si Kecil sudah lahir nanti. Selamat memilih dokter kandungan!