Whatsapp Share Like
Simpan

Setelah gigi anak tumbuh, Ibu pun memiliki tugas tambahan, yaitu menjaga kesehatan giginya. Apalagi setelah si Kecil mulai mengenal berbagai jenis makanan, maka giginya pun harus dirawat dengan rutin. Meski masih berupa gigi susu, tapi jika tidak dirawat dapat menimbulkan karang gigi. Tahukah Ibu apa penyebabnya? Lalu, bila sudah terlanjur terkena karang gigi, bagaimanakah cara menghilangkannya? Yuk, cari tahu jawabannya melalui informasi di bawah ini:

Penyebab Karang Gigi

Karang gigi atau kalkulus merupakan penumpukan plak yang mengeras pada permukaan gigi, sela gigi, dan bawah garis gusi. American Dental Hygienists Association menyebutkan bahwa karang gigi biasanya muncul pada usia anak-anak dan seiring bertambahnya usia anak, maka risikonya pun akan semakin meningkat.

Penyebab dari karang gigi sendiri adalah akibat adanya sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik dan terselip di sela-sela gigi. Bercampur dengan zat lainnya di dalam mulut, sisa makanan tersebut kemudian membentuk plak yang lama-kelamaan mengeras dan menjadi karang. Pada awalnya, plak keras ini melapisi gigi dengan warna kuning kecoklatan. Setelah menumpuk cukup lama, maka warnanya pun akan berubah menjadi kehitaman. 

Dampak Karang Gigi

Jika terus dibiarkan dalam waktu yang lama, maka karang ini dapat merusak gigi anak. Di samping itu, karang gigi juga dapat menyebabkan gingivitis, yaitu penyakit gusi yang diakibatkan infeksi bakteri dan membuat gusi meradang merah dan membengkak. Berbagai penelitian bahkan mengaitkan bakteri penginfeksi gusi akibat karang gigi dengan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.

Cara Menghilangkan Karang Gigi Si Kecil

Meminta anak usia balita untuk menggosok gigi sendiri memang tidak mudah ya, Bu. Bisa dipastikan hasilnya tidak akan bersih. Namun untuk Ibu bisa membantu menggosok giginya pun juga sulit. Meski begitu, Ibu tetap harus berusaha merawat gigi anak agar bisa menghilangkan karang giginya. Ikuti beberapa langkah berikut ini ya, Bu:

Artikel Sejenis

  • Mengajari si Kecil menggosok gigi sendiri. Di usia balita, anak akan lebih mudah belajar dengan cara meniru orang tuanya. Jadi, alih-alih menyuruhnya, lebih baik Ibu memberi contoh cara menggosok gigi sendiri. 

Ajak si Kecil untuk menggosok gigi bersama di kamar mandi saat pagi dan sebelum tidur malam. Ajari secara perlahan dan benar setiap hari. Setelah itu, coba cek giginya apakah sudah bersih atau belum. Jika belum, bantu ia untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel pada giginya.

  • Ajari berkumur setelah makan dan minum manis. Selain menggosok gigi, si Kecil juga perlu diajari berkumur setiap kali selesai mengonsumsi makanan dan minuman manis. Berkumur dapat membantu mengurangi lapisan karang gigi yang menempel pada gigi anak. Minta ia untuk berkumur dengan air putih matang sehingga aman jika tertelan.
  • Membersihkan gigi dengan kain khusus. Karang gigi bisa menempel sangat kuat pada gigi si Kecil dan sulit untuk dibersihkan dengan sikat gigi saja. Ibu bisa mencoba membersihkannya dengan kain khusus untuk gigi anak. Bersihkan dengan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat setelah si Kecil makan atau berkumur. Gosok giginya secara perlahan dan minta ia untuk berkumur setelah selesai.
  • Ganti botol susu dengan gelas. Dot pada botol susu membawa dampak buruk bagi pertumbuhan gigi si Kecil, karena dapat membuat efek susu terus menempel pada giginya. Efek susu tersebut dapat membentuk karang akibat kandungan asam yang sangat tinggi. Untuk itu lebih baik ajari si Kecil untuk minum susu menggunakan gelas saja seperti saat ia minum minuman lain.
  • Berikan cemilan keju. Karang gigi akan semakin cepat menumpuk saat mulut dalam kondisi asam. Saat kondisi mulut asam juga dapat menimbulkan rasa pahit yang tidak nyaman dan menyebabkan si Kecil susah makan. Sebagai solusinya, berikan si Kecil cemilan berupa keju, sebab keju mengandung mengandung bahan khusus yang dapat membantu melawan kondisi asam di mulut.
  • Ganti cemilan dengan buah dan sayuran. Cemilan untuk anak-anak banyak mengandung gula yang dapat menyebabkan giginya rusak. Jadi sebaiknya ganti cemilan si Kecil dengan buah dan sayuran yang lebih sehat dan bernutrisi. Supaya menarik, olah buah dan sayuran menjadi aneka makanan dan minuman yang lezat, seperti es, puding, atau kue.
  • Periksa ke dokter gigi anak. Khusus bagi anak yang sudah memiliki karang gigi yang parah bisa membawanya ke dokter gigi anak setiap 6 bulan sekali. Dokter akan memecah dan melepaskan karang gigi yang mengeras menggunakan alat khusus. 

Prosedur ini tidak menyakitkan, tapi mungkin membuat si Kecil takut dan tidak nyaman. Jadi dampingi ia dan beri pengertian bahwa cara ini dilakukan supaya giginya sehat sehingga ia bisa makan dan minum dengan nyaman.

  • Pakai sikat gigi khusus. Saat si Kecil sudah mendapatkan perawatan medis, Ibu bisa mengganti sikat giginya dengan sikat gigi elektrik khusus anak. Sikat gigi ini dapat menjangkau sudut gigi yang sulit dibersihkan sehingga membuat mulutnya lebih bersih. Namun ingat untuk mengawasi si Kecil saat menggunakannya ya, Bu.

Ternyata, karang gigi anak tidak bisa dianggap masalah sepele, Bu. Semakin dini dicegah, maka semakin kecil pula dampak buruk dapat ditangani. Jangan sampai deh gigi si Kecil hitam bahkan habis karena karang yang berubah menjadi karies. Segera lakukan cara menghilangkan karang gigi di atas ya, Bu, supaya giginya tumbuh dengan sehat dan bersih.

Laman Tanya Pakar hadir bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu dan para ahli di sana pun akan siap membantu menjawab pertanyaan dari Ibu.