Whatsapp Share Like
Simpan

Mendidik anak usia lima tahun bisa menjadi gampang-gampang susah bagi Ibu. Apalagi jika ini merupakan pengalaman pertama Ibu memiliki buah hati. Tapi Ibu tidak perlu khawatir, ada tips dan triknya kok Bu, untuk mendidik si Kecil agar memiliki kepribadian dan kebiasaan yang baik sejak usia dini.

Alangkah baiknya bagi Ibu untuk mengetahui terlebih dahulu karakter umum anak usia lima tahun. Pengetahuan ini akan membantu Ibu untuk lebih memahami dunia si Kecil; jalan pemikirannya (kemampuan akal), kondisi fisik, serta kondisi sosial-emosionalnya. Simak beberapa trik dan tips mendidik anak berikut dengan mempertimbangkan karakter usianya.

Stop membanding-bandingkan

Kesalahan yang seringkali orang tua lakukan adalah terlalu terpaku dan terjebak mengikuti “standar umum” dalam menilai seorang anak. Orang tua terlalu kaku dalam mematok perkembangan buah hatinya harus sama dengan anak lainnya. Jika sudah begitu, orang tua akan mudah membanding-bandingkan anaknya dengan anak yang lain. Padahal, setiap anak adalah pribadi yang unik. Antara anak satu dengan yang lainnya memiliki bakat, potensi, kecerdasan, dan sifat tersendiri.

Perlu Ibu ketahui bahwa kebiasaan membanding-bandingkan itu tidaklah baik bagi perkembangan si Kecil. Bahkan dengan saudara kandung pun tidak boleh dibandingkan lho, Bu. Anak yang terbiasa dibanding-bandingkan cenderung merasa rendah diri. Sebaliknya, jika Ibu menghargai setiap proses tumbuh kembangnya seperti apa adanya, anak akan terbiasa pula menghargai dirinya sendiri. Hal tersebut akan mendorong anak untuk lebih kreatif, percaya diri, dan berani melakukan hal-hal baru.

Belajar sambil bermain

Karakter anak usia lima tahun yang paling menonjol adalah keaktifannya. Anak usia lima tahun adalah pribadi yang sedang senang-senangnya bermain. Selain itu, daya fokus anak juga hanya sebentar. Anak mudah sekali terdistraksi fokusnya oleh hal-hal yang lebih menarik bagi dirinya. Maka, untuk mengajak anak belajar Ibu memerlukan cara-cara yang menyenangkan dan variatif. Ibu bisa mulai mengumpulkan referensi berbagai permainan edukasi anak sederhana untuk dipraktikkan bersama si Kecil. Melalui cara ini, Ibu sudah membantu si kecil lho untuk menyalurkan energi berlebihnya pada hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat.

Artikel Sejenis

Mengucap maaf, tolong, dan terima kasih

Ibu tentu pernah mendengar bahwa ada tiga kata ajaib di dunia ini. Ya, tiga kata tersebut adalah: maaf, tolong, dan terima kasih. Hal ini berlaku juga untuk si Kecil lho, Bu. Di usianya yang menginjak lima tahun ini anak sudah mulai bisa mengadopsi nilai-nilai dan aturan dalam masyarakat. Oleh karena itu, ada baiknya untuk Ibu mulai memperkenalkan dan membiasakan si Kecil untuk dapat mengucap kata ‘maaf’ sebagai bentuk kesadarannya saat melakukan kesalahan. Ibu pun tidak boleh sungkan lho mengucapkan ‘maaf’ pada si Kecil sewaktu melakukan kesalahan. Sedangkan mengucap kata ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ akan membuat si Kecil terbiasa untuk menghargai orang lain.

Keteladanan

Tidak perlu banyak kata-kata bagi orang tua untuk mendidik seorang anak usia lima tahun. Sebab, di usia ini otak dan karakter anak didesain untuk menjadi seorang peniru ulung. Anak akan dapat dengan mudah mengadopsi hal-hal atau kebiasaan orang-orang di sekitarnya, terkhusus orang yang terdekat seperti orang tua.

Jika Ibu ingin si Kecil berkata santun, Ibu juga harus memiliki kebiasaan berkata santun dalam hidup keseharian. Atau jika Ibu ingin anak disiplin, Ibu juga harus memberikan contoh cara hidup disiplin. Misalnya saja, Ibu yang terbiasa rutin menggosok gigi sebelum tidur, akan lebih mudah untuk mengajak si Kecil mengikuti kebiasaan ini. Kebiasaan baik lain yang dapat Ibu teladankan untuk anak di antaranya adalah cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum tidur, rutin berolahraga atau makan buah dan sayur.

Motivasi positif

Ibu mesti memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan berbagai kegiatan. Dorong anak untuk berani mencoba hal-hal baru dan positif. Jangan pelit memberi pujian saat anak melakukan pencapaian tertentu.

Di usianya yang mulai suka melanggar aturan dan membangkang, si Kecil membutuhkan perlakuan khusus. Anak sangat membutuhkan emosi yang dapat membuatnya merasa nyaman seperti afeksi, simpati, dan kedekatan. Hal-hal itulah yang mendorong anak untuk menaati aturan. Jangan malah terus-menerus menghujaninya dengan kemarahan ya, Bu! Karena anak justru akan semakin keras.

Demikian tips dan trik yang bisa Ibu terapkan dalam mendidik anak-anak Ibu di usia lima tahun. Ibu perlu bersabar seandainya treatment Ibu pada si Kecil belum segera menunjukkan hasil seperti yang diinginkan. Meski begitu, Ibu perlu untuk tetap konsisten menerapkan kebiasaan-kebiasaan positif tersebut untuk terus mendidik si Kecil membentuk sikap dan kepribadiannya. Kepribadian dan sikap positif dapat membantu anak untuk pintar menjalani kehidupan di masa dewasanya nanti, seperti halnya pintar mengatur emosi atau pintar mencari jalan keluar untuk masalahnya.