Share Like
Simpan

Hati-hati, Bu! Baru-baru ini bakteri Listeria sedang ramai diperbincangkan. Pertama kali mendengar hal ini di berita, saya pikir Listeria merupakan jenis penyakit baru. Saya pun mulai cari tahu soal bakteri ini, terutama cara menghindari penularan Listeria pada si Kecil. Berikut informasi yang saya dapat dari Internet, Bu.

Apa Itu Listeria?

Menurut Kementerian Kesehatan, Listeria adalah infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Bakteri ini biasanya hidup dan berkembang dalam daging yang kurang matang, produk susu, dan buah-buahan, Bu. Bakteri ini juga tahan terhadap suhu udara dingin. Jadi, makanan yang disimpan dalam kulkas sekalipun, masih berisiko terjangkit bakteri Listeria.

Bu, bakteri Listeria dapat menyebabkan penyakit serius dan umum terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, dan anak kecil. Sebuah lembaga kesehatan publik di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa ditemukan sekitar 1600 kasus Listeria dengan 260 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat. Kabar baiknya, kasus Listeria masih jarang dan hampir tidak pernah ditemukan di Indonesia, Bu. Meski begitu, penting untuk Ibu tetap waspada terhadap gejala Listeria.

Bagaimana Gejalanya?

Sebelum membahas lebih lanjut soal gejala Listeria, Ibu harus tahu gejala akibat bakteri ini biasanya baru bisa dirasakan setelah 21 hari pasca terinfeksi. Untuk memudahkan pengobatan dan mengurangi risiko fatal pada kesehatan anak, Ibu dianjurkan mengetahui beberapa gejala di bawah ini.

  • Mengalami gangguan sakit kepala.
  • Rasa kaku pada area leher.
  • Hilangnya keseimbangan ketika beraktivitas.
  • Sering merasa pening dan kebingungan.
  • Sering mengalami kejang-kejang.
  • Terkena demam dan nyeri otot.
  • Munculnya rasa mual hingga muntah.
  • Mengalami gangguan diare.
  • Nah, jika Ibu atau si Kecil menunjukkan salah satu gejala di atas, cepat bawa ke dokter ya, Bu!

Apa Saja Dampaknya?

Dari sejumlah artikel kesehatan yang saya baca, Listeria dapat menyerang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan meningitis atau infeksi otak. Selain itu, jika terjangkit pada ibu hamil, bakteri ini dapat menyebabkan keguguran dan infeksi pada bayi ketika lahir nanti.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Meski belum ditemukan cara pencegahan secara total, Ibu bisa mengurangi risiko infeksi bakteri Listeria dengan cara berikut:

  • Cuci bahan-bahan mentah seperti sayuran, buah-buahan, dan daging menggunakan air bersih.
  • Menggosok sayuran dan buah-buahan menggunakan sikat bersih.
  • Cuci peralatan masak yang telah digunakan untuk bahan-bahan mentah.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum mengolah makanan.
  • Simpan bahan makanan mentah pada temperatur 75°C, karena bakteri listeria akan mati pada suhu tersebut.

Sekarang Ibu jadi semakin mengerti soal bakteri Listeria. Ayo, cegah penyebaran serta dampak buruk listeria dan lihat si Kecil tumbuh sehat selalu!