Share Like
Simpan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak sangat rentan terjangkit diare. Hal itu disebabkan oleh sistem imun mereka yang masih dalam tahap perkembangan. Apalagi bagi si Kecil yang senang mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, Bu. Semua benda yang bisa jadi merupakan media penyebaran virus diare pun disentuhnya!

Saya termasuk yang mengalami si Kecil terkena diare. Diaresendiri merupakan efek dari infeksi gastrointestinal yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Dengan kata lain, diare adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus atau bakteri jahat.

Diare dapat terjadi karena tangan yang kotor, kontaminasi makanan atau air, hewan peliharaan, alergi makanan, dan kontak langsung pada toilet. Bahkan, pada kasus tertentu, diare dapat terjadi jika si Kecil kebanyakan minum jus buah.

Waktu si Kecil diare, saya sangat berhati-hati ketika akan memberinya obat anti-diare. Banyak dokter yang tidak menganjurkan pemberian obat tersebut pada anak berusia di bawah 1 tahun karena beberapa di antaranya malahan dapat memperparah infeksi virus dan bakteri. Saya hanya berusaha memberinya asupan cairan yang cukup agar ia terhindar dari dehidrasi karena saat diare hampir semua cairan tubuh terkuras.

Melihat si Kecil terkulai lemas karena buang air terus-menerus tentu membuat hati resah ya, Bu. Untungnya, saya mendapatkan jurus jitu dari ibu saya untuk menangani diare si Kecil. Tentunya dengan bahan-bahan alami yang minim efek samping.

Simak yuk, Bu apa saja obat alaminya.

1. Teh

Si Kecil sudah berusia di atas dua tahun, ia sudah saya kenalkan dengan makanan padat dan asupan lainnya. Ketika ia diare, saya berikan teh hitam. Teh hitam mengandung zat tanin yang dapat mengurangi peradangan usus. Sementara itu, air hangatnya dapat membantu rehidrasi.

2. BRAT

Banana (pisang), Rice (nasi), Applesauce (saus/puree apel), Toast (roti bakar) atau disingkat BRAT. Makanan tersebut sangat terkenal ampuh menangani diare. BRAT dapat menghambat jalannya buang air besar, karena dalam pisang dan saus/puree apel terkandung pektin, sejenis zat larut yang menyerap kelebihan cairan dalam usus.

Perhatikan, Bu, bedakan antara saus/puree apel dengan jus apel. Pemberian jus apel malah dapat membuat diare lebih buruk.

3. Wortel

Wortel juga merupakan sumber lain dari pektin. Masak wortel hingga lembut, lalu masukkan blender dengan sedikit air hingga menjadi puree. Puree wortel ini bisa menjadi pendamping makan siang si Kecil.

4. Yogurt

Banyak ibu yang ragu memberikan yogurt untuk menangani diare si Kecil. Namun, perlu Ibu ketahui bahwa yogurt mengandung Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium yang justru membantu perkembangan bakteri baik. Bakteri baik ini dapat memerangi bakteri jahat penyebab diare di usus mungilnya.

Jika si Kecil belum dikenalkan makanan padat dan belum pernah diberikan yogurt, sebaiknya jangan dulu memberikan yogurt ya, Bu. Dikhawatirkan pencernaannya masih sensitif terhadap yogurt dan memperparah diarenya.

Bagaimana, Bu? Obat alami di atas cukup mudah didapatkan, bukan? Jika diare si Kecil tak kunjung sembuh atau bahkan berlendir dan mengeluarkan darah, segera bawa ia ke dokter.