Whatsapp Share Like Simpan

Meski bukan termasuk nutrisi makro, namun zat besi juga penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Sebab, kekurangan zat besi bisa memicu berbagai risiko gangguan kesehatan hingga jangka panjang. Bahkan, hingga saat ini kekurangan zat besi merupakan salah satu masalah gizi terbanyak di dunia. Tanpa zat besi yang cukup, si Kecil akan mengalami anemia dan gangguan tumbuh kembang.

Mengapa Zat Besi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak?

Zat besi dalam tubuh terbagi menjadi dua bagian, yaitu zat besi yang berperan dalam metabolisme dan fungsi enzim, serta zat besi sebagai cadangan tubuh yang digunakan untuk cadangan makanan dan transportasi dalam tubuh. Diperkirakan dua per tiga dari zat besi yang ada di dalam tubuh berperan dalam proses fungsional tubuh. 

Mineral ini berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu komponen sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika kekurangan zat besi, tubuh tidak dapat membentuk hemoglobin. Akibatnya, jaringan dan organ tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak kekurangan zat besi, di antaranya:

  • Terlahir dari Ibu yang mengalami anemia selama hamil
  • Terlahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah
  • Si Kecil mendapat ASI dari Ibu yang kekurangan zat besi
  • Gangguan penyerapan zat besi
  • Si Kecil minum susu formula yang tidak diperkaya dengan kandungan zat besi

Kekurangan zat besi pada anak dapat mengakibatkan anemia, yaitu kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan gangguan pada tumbuh kembang si Kecil. 

Selain berfungsi untuk transportasi oksigen dalam tubuh dan cadangan makanan, zat besi juga dibutuhkan dalam proses pertumbuhan si Kecil. Mineral ini dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar ketika proses pertumbuhan berlangsung dengan cepat, yaitu ketika si Kecil masih bayi hingga remaja. Oleh karena itu, kekurangan zat besi juga dapat mengganggu pertumbuhan si Kecil. 

Artikel Sejenis

Gejala Kekurangan Zat Besi pada Anak

Tak hanya penting dalam pembentukan hemoglobin, sel darah merah, dan pertumbuhan, zat besi juga berperan untuk menunjang fungsi saraf dan otak si Kecil. Oleh karena itu, kekurangan zat besi juga sebenarnya bisa menghambat si Kecil dalam menerima informasi yang ada hingga kesulitan belajar dan berbahasa. 

Selain itu, ada beberapa tanda atau gejala lain yang dialami anak-anak saat kekurangan zat besi, di antaranya:

  • Kulit terlihat lebih pucat
  • Tidak nafsu makan
  • Berat badan tidak bertambah atau sulit naik
  • Lemah dan lesu
  • Terlihat kurang aktif atau jarang mau bermain
  • Lidah bengkak dan muncul luka 
  • Suhu tubuh naik turun
  • Penurunan kemampuan kognitif dan perkembangan sosial
  • Sistem imun tubuhnya lemah, sehingga mudah terserang infeksi

Baca juga: Bagaimana Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi?

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Melansir laman resmi kidshealth.org, ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah anak kekurangan zat besi, antara lain: 

  • Memberikan si Kecil makanan yang kaya akan zat besi, seperti hati sapi, hati ayam, daging merah, daging putih, telur, bayam, brokoli, kale, kacang-kacangan, dan hasil produk olahannya.
  • Melakukan pemeriksaan rutin saat hamil. Ibu yang mengalami anemia saat hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi kekurangan zat besi.
  • Kekurangan zat besi sejak lahir bisa diatasi dengan pemberian ASI eksklusif karena ASI kaya akan berbagai nutrisi penting, salah satunya adalah zat besi.
  • Saat si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, tambahkan asupan nutrisi dari makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi agar terhindari dari kekurangan zat besi dan zat gizi lainnya. 
  • Memberikan makanan yang kaya akan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh si Kecil. 
  • Apabila si Kecil kekurangan zat besi dalam jumlah banyak, Ibu bisa berikan ia suplemen zat besi yang sudah sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter.

Oleh karena itu, jika si Kecil mengalami kekurangan zat besi, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat. 

Takaran Zat Besi Sesuai Usia Anak

Sebenarnya si Kecil memiliki cadangan zat besi setelah ia dilahirkan. Cadangan zat besi ini berasal dari darah Ibu. Oleh karena itu, pola makan dan asupan nutrisi Ibu selama hamil sangat menentukan apakah si Kecil akan kekurangan zat besi atau tidak. 

Setelah si Kecil berusia 6 bulan ke atas, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan nutrisi lain dalam tubuh si Kecil. Untuk itu, ia membutuhkan asupan mineral ini dari makanan yang kaya akan zat besi. Idealnya, anak yang berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan zat besi sekitar 7 mg per hari. 

Zat besi terbaik berasal dari sumber makanan hewani karena lebih mudah diserap tubuh. Namun, apabila jika terdapat beberapa kendala saat memberikan zat besi hewani, Ibu juga bisa memberikan si Kecil sayuran hijau dan kacang-kacangan yang banyak mengandung zat besi sebagai alternatif agar si Kecil terhindar dari kekurangan zat besi.

Namun, ada hal yang perlu Ibu ketahui, yaitu hindari memberikan makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan konsumsi susu sapi dan teh. Ini karena kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan tersebut. Sementara, teh mengandung tanin (senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan) yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Solusinya, berikan susu sapi atau teh di luar waktu makan utama si Kecil ya, Bu.

Demi menghindari kekurangan zat besi pada si Kecil, Ibu bisa memberikan ia susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+. Selain zat besi, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) yang lengkap. Tahukah Ibu bahwa 9 asam amino esensial (9AAE) merupakan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh demi mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) harus dipenuhi setiap hari, karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri sehingga membutuhkan asupan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Selain zat besi dan 9 asam amino esensial (9AAE), susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan nutrisi penting lainnya, mulai dari minyak ikan, omega 3, omega 6, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil.