Whatsapp Share Like Simpan

Eksim pada bayi termasuk kondisi yang biasa terjadi. Kondisi ini muncul akibat adanya peradangan pada kulit yang menimbulkan gejala mengganggu, seperti ruam merah dengan kulit yang terasa gatal, kering, dan bersisik. Eksim pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor dengan gejala yang ringan hingga berat. 

Meskipun kondisi ini bisa hilang seiring bertambahnya usia si Kecil, tetapi jika dibiarkan dalam waktu yang lama, maka akan mengganggu kenyamanannya. Untuk mengetahui cara mengatasi eksim pada bayi, Ibu perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenisnya agar mendapat penanganan yang tepat. 

Jenis Dermatitis atau Eksim pada Bayi

Berikut ini beberapa jenis dermatitis atau eksim yang sering dialami oleh bayi dan anak-anak: 

  1. Eksim Atopik

    Dermatitis atau eksim atopik merupakan jenis eksim pada bayi dan anak-anak yang paling sering terjadi. Eksim tipe ini biasanya menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun dan akan membaik seiring bertambahnya usia si Kecil. Dermatitis atau eksim atopik bisa disebabkan oleh faktor keturunan (genetik), kulit kering, gangguan sistem imun, dan faktor lingkungan. Beberapa ciri khas eksim atopik antara lain:

    • Eksim ini sering terjadi pada penderita yang memiliki riwayat asma dan peradangan hidung akibat alergi (rhinitis alergi atau hay fever) atau memiliki riwayat dermatitis dalam keluarga
    • Biasanya muncul ruam merah, gatal, kering, dan bersisik pada area wajah, kulit kepala, dan lipatan kulit, seperti siku dan bagian belakang lutut
    • Terkadang muncul gelembung kecil pada kulit yang mengeluarkan cairan jernih
    • Gejala dapat memburuk akibat paparan bahan kimia tertentu atau alergen (pemicu alergi), seperti gigitan tungau dan makanan jenis tertentu
  2. Eksim kontak

    Dermatitis atau eksim kontak terbagi ke dalam dua jenis, yaitu eksim kontak iritan dan eksim kontak alergi. Eksim kontak iritan terjadi ketika kulit mengalami iritasi akibat paparan bahan kimia tertentu yang merusak jaringan kulit, misalnya sabun. 

    Artikel Sejenis

    Sementara itu, eksim kontak alergi terjadi ketika kulit terpapar bahan yang memicu reaksi alergi, seperti nikel, lateks, atau bahan perhiasan tertentu. Gejala eksim ini bisa muncul di kulit bagian manapun, misalnya tangan, kaki, leher, badan, dan dada. 

  3. Eksim seboroik

    Dermatitis seboroik juga termasuk eksim pada bayi yang cukup mengganggu kenyamanan dan kesehatan si Kecil. Pada bayi, dermatitis seboroik dapat membentuk sisik kekuningan yang tebal pada kulit kepala yang disebut juga dengan istilah cradle cap. Eksim pada bayi ini biasanya disebabkan oleh pertumbuhan jamur tertentu secara berlebihan di kulit. Pengobatan biasanya menggunakan sampo khusus dan obat-obatan antijamur.

    Untuk mencegah kambuhnya eksim pada bayi, gunakan losion atau pelembap khusus secara rutin setelah mandi, hindari mandi terlalu lama, dan gunakan produk sabun yang tidak mengandung parfum. Namun, Ibu tetap harus memastikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui produk apa yang cocok jika eksim pada bayi muncul. 

Pertolongan Pertama Mengatasi Eksim pada Bayi

Seperti yang Ibu ketahui, eksim pada bayi bisa hilang seiring pertambahan usia si Kecil. Namun, sewaktu-waktu eksim dapat kambuh kembali dan mengganggu kenyamanan si Kecil. Untuk mengurangi kondisi eksim pada bayi, ada pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan di rumah, di antaranya:

  1. Mandi dengan air hangat

    Eksim pada bayi bisa dikurangi dengan cara memandikan si Kecil menggunakan air hangat yang bersuhu sekitar 36-37 derajat celsius. Ibu bisa mandikan si Kecil selama 10-15 menit. Namun, usahakan untuk tidak memandikan si Kecil terlalu lama karena dapat membuat kulitnya semakin kering.

    Saat memandikan si Kecil, usahakan menggunakan sabun khusus bayi yang berbahan lembut dan tidak mengandung pewangi dan pewarna. Ini berguna agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit si Kecil. Setelah selesai mandi, Ibu perlu mengeringkan tubuh si Kecil dengan handuk yang berbahan lembut, kering, dan bersih. 

  2. Oleskan pelembap

    Cara selanjutnya yang bisa Ibu lakukan untuk pertolongan pertama eksim pada bayi yaitu mengoleskan pelembap pada bagian eksim. Cara ini bisa dilakukan setelah si Kecil mandi dan dikeringkan. Oleskan pelembap sejenis petroleum jelly, agar kulit si Kecil tidak kering. Pilih pelembap yang diformulasikan khusus untuk bayi dan mengandung bahan-bahan alami. 

    Baca juga: [9 Fungsi Asam Amino] bagi Tubuh & Sumbernya

  3. Gunakan pakaian lembut dan nyaman

    Eksim pada bayi bisa semakin parah jika si Kecil menggunakan pakaian yang kasar, ketat, dan tidak nyaman. Sebab, jenis pakaian ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit si Kecil. Oleh karena itu, pilihlah pakaian yang longgar dan terbuat dari katun, agar dapat menyerap keringat. Sebaiknya si Kecil tidak menggunakan pakaian yang terlalu tebal dan berlapis-lapis karena bisa membuat si Kecil merasa kepanasan dan mudah berkeringat. Selain itu, Ibu juga perlu menggunakan deterjen yang diformulasikan khusus untuk baju bayi dan bebas bahan kimia berbahaya. 

  4. Hindari faktor pemicu eksim pada bayi 

    Eksim pada bayi bisa muncul akibat penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok, keringat berlebih, atau reaksi alergi tertentu. Oleh karena itu, Ibu perlu mengenali apa saja faktor pemicu eksim pada bayi, agar dapat menghindarinya dengan tepat. Supaya eksim tidak semakin parah, penting bagi Ibu untuk selalu menjaga si Kecil tidak kepanasan dan sering berkeringat. Selain mengoleskan pelembap, Ibu juga bisa mencegah kulit si Kecil yang kering dengan menggunakan pelembap udara atau humidifier di dalam kamar, terutama di ruangan yang ada AC. Bila Ibu kesulitan mengetahui faktor pemicu eksim pada bayi, segeralah konsultasi dengan dokter supaya dapat terdeteksi sejak awal dan dapat diatasi dengan tepat.

  5. Jaga agar si Kecil tidak menggaruk kulit yang eksim

    Pertolongan pertama lainnya yaitu menggunting kuku si Kecil agar kulitnya tidak luka saat ia garuk. Ibu juga bisa memakaikan si Kecil sarung tangan untuk mencegahnya menggaruk kulit yang gatal karena eksim.Bila eksim pada bayi tak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter, apalagi jika area kulit yang terkena eksim tampak bengkak dan bernanah. 

Selain itu, Ibu juga perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui. Salah satu solusinya adalah Susu Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium sebagai tambahan nutrisi bagi Ibu dan si Kecil.