Share Like
Simpan

Apakah kandungannya sehat, Bu? Masih sering mengalami mual dan muntah? Mual hamil memang kerap datang di trimester pertama dan seringkali menyebabkan terganggunya berbagai aktivitas. Akan tetapi, Ibu tak perlu khawatir karena mual dan muntah ini akan berkurang dengan sendirinya dan normalnya akan hilang saat usia kehamilan mencapai minggu ke-12.

Mual hamil dan muntah sebenarnya termasuk gejala kehamilan yang tidak berbahaya. Namun, jika intensitasnya cukup sering, maka Ibu perlu lebih waspada karena kemungkinan itu adalah hiperemesis gravidarum yang bisa menyebabkan dehidrasi dan berkurangnya nutrisi dalam kandungan.

Nah, sebenarnya apa penyebab dan gejala hiperemesis gravidarum atau mual hamil yang berat itu? Yuk, temukan jawabannya di sini:

a. Penyebab

  1. Hormon Estrogen
    Penyebab mual dan muntah ini sebenarnya belum diketahui pasti, tetapi beberapa penelitian menyebutkan bahwa masalah hormonal menjadi salah satu pemicunya. Pada masa kehamilan awal, kadar hormon estrogen dalam tubuh mengalami peningkatan sehingga dapat memicu timbulnya gejala mual dan muntah.
  2. Hormon HCG
    Hormon HCG (Human chorionic gonodotropin) ini diproduksi oleh plasenta selama masa awal kehamilan dan memicu peningkatan kadar estrogen. Perubahan inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya mual hamil. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, fungsi plasenta akan semakin baik dan mual hamil pun perlahan-lahan akan berkurang. Hal ini biasanya akan terjadi pada minggu ke-12 hingga ke-14 kehamilan.
  3. Kadar Gula
    Wanita hamil memerlukan energi yang cukup untuk dirinya sendiri dan juga janinnya. Apabila penyerapan energi tak diimbangi dengan pasokan makanan yang cukup, maka kadar gula dalam darah menjadi berkurang. Nah, rendahnya kadar gula inilah yang disinyalir dapat memicu timbulnya mual saat hamil.

b. Penanganan

Wanita hamil yang mengalami muntah berat (Hiperemesis gravidarum) biasanya akan kehilangan cukup banyak cairan dan memengaruhi bobot tubuhnya sehingga janin tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Untuk itu, penanganan yang terbaik untuk mual hamil berat ini adalah melalui pemberian cairan pengganti yaitu melalui infus. Pemberian infus ini dapat menggantikan cairan, elektrolit, vitamin, dan mineral yang hilang saat dimuntahkan dan bisa mengurangi timbulnya mual kembali.

Meskipun tengah mengalami mual hamil, tetapi Ibu jangan takut untuk tetap mengonsumsi aneka makanan karena hal tersebut sangat penting untuk tumbuh kembang janin. Selain itu, biasakanlah untuk menyantap makanan yang mengandung karbohidrat tinggi tetapi rendah lemak agar tak memicu rasa mual. Selalu jaga kesehatan ya, Bu!