Whatsapp Share Like Simpan

Eksim pada bayi sering kali membuat sebagian besar Ibu khawatir. Sebab, eksim pada bayi dapat membuat kulit si Kecil muncul ruam kemerahan, kering, pecah-pecah, dan terasa gatal, sehingga membuat si Kecil rewel. Kulit yang mengalami eksim juga terkadang bisa luka dan berdarah akibat digaruk terus oleh si Kecil. 

Penanganan eksim pada bayi harus dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan infeksi atau masalah lain pada kulit si Kecil yang masih sangat sensitif. Sebelum memahami mengenai cara penanganan eksim, sebaiknya Ibu ketahui lebih lengkap mengenai gejala dan penyebab eksim pada si Kecil.

Eksim atau disebut juga dermatitis atopik dapat muncul di area kulit mana pun. Namun, eksim pada bayi paling sering muncul di sekitar pipi, lipatan siku, lipatan lutut, lipatan leher, dan kaki si Kecil. Gejala eksim biasanya akan muncul pertama kali pada bayi berusia 3-6 bulan. Namun pada beberapa kondisi, eksim bisa saja baru muncul saat si Kecil berusia 2 tahun. Tak sedikit pula masalah eksim pada bayi akan hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia si Kecil.

Penyebab Eksim pada Bayi

Melansir laman resmi webmd.com, para ahli belum mengetahui penyebab pasti eksim pada bayi. Namun, ada kemungkinan faktor keturunan atau genetik dapat memengaruhi kondisi ini. Bayi lebih berisiko mengalami eksim jika orang tuanya pun memiliki penyakit eksim. 

Eksim bisa muncul apabila tubuh menghasilkan sel asam lemak ceramide di kulit yang jumlahnya terlalu sedikit. Rendahnya sel ceramide tersebut memicu kulit kehilangan air sehingga kekeringan pun bisa terjadi. Selain itu, kondisi eksim pada bayi pun bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, di antaranya:

Artikel Sejenis

  • Kulit yang kering, terutama saat cuaca sangat dingin
  • Iritasi dari pakaian, parfum, sabun cuci, dan lainnya
  • Stres
  • Panas dan keringat
  • Alergi makanan yang si Kecil konsumsi atau makanan yang dikonsumsi Ibu saat menyusu si Kecil

Ciri Eksim pada Bayi Berusia di Bawah 6 Bulan

Selain gejala yang telah disebutkan di atas, berikut ini ciri-ciri eksim yang biasa dialami oleh bayi berusia di bawah 6 bulan, di antaranya:

  • Ruam kemerahan tiba-tiba di kulit kepala,wajah, terutama di pipi dan dahi.
  • Kulit kering, bersisik, dan gatal; sisik bisa retak dan mengeluarkan cairan.
  • Sulit tidur karena kulit terasa sangat gatal
  • Munculnya infeksi akibat menggaruk kulit hingga terluka
  • Terkadang dapat muncul benjolan kecil berisi cairan di permukaan kulit

Ciri Eksim pada Bayi Berusia 6-12 Bulan

Pada beberapa kasus, eksim yang dialami bayi berusia 6-12 bulan akan mulai menyebar pada bagian-bagian tubuh lainnya. Secara garis besar, berikut ini ciri-ciri eksim yang dialami bayi berusia 6-12 bulan, di antaranya:

  • Beberapa bagian kulit berubah jadi lebih kering dan bersisik. Awalnya pada area wajah dan bisa meluas hingga ke kaki, pergelangan tangan, siku, dan bagian lipatan tubuh lainnya.
  • Terjadi iritasi kulit yang menimbulkan rasa gatal dan perih.
  • Bayi merasa tidak nyaman dan kerap menangis akibat rasa gatal
  • Ruam pada seluruh anggota tubuh umumnya memiliki bentuk yang identik.

Cara Mengatasi Eksim pada Bayi

Eksim pada bayi memang bisa hilang seiring pertambahan usia si Kecil, tetapi sewaktu-waktu bisa kambuh kembali dan membuat si Kecil tak nyaman. Untuk mengurangi rasa gatal dan gejala lain eksim pada bayi, Ibu perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Mandi dengan air hangat

    Eksim pada bayi sering menyebabkan rasa gatal pada kulit. Untuk mengurangi rasa gatal tersebut, Ibu bisa memandikan si Kecil dengan air hangat yang bersuhu sekitar 36-37 derajat celsius. Ibu cukup mandikan si Kecil selama 10-15 menit. Usahakan untuk tidak memandikannya terlalu lama karena dapat membuat kulitnya semakin kering.

    Saat memandikan si Kecil, usahakan menggunakan sabun khusus bayi yang berbahan lembut dan tidak mengandung pewangi dan pewarna, agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit si Kecil. Setelah selesai mandi, Ibu perlu mengeringkan tubuh si Kecil dengan handuk yang berbahan lembut, kering, dan bersih. 

  2. Oleskan pelembap

    Setelah si Kecil mandi dan dikeringkan, saatnya Ibu oleskan pelembap untuk mengatasi eksim pada bayi. Ibu dapat mengoleskan pelembap sejenis petroleum jelly, agar kulit si Kecil tidak kering. Pastikan Ibu memilih pelembap yang diformulasikan khusus untuk bayi dan mengandung bahan-bahan alami. 

  3. Gunakan pakaian lembut dan nyaman

    Untuk menghindari iritasi pakaian yang menggosok kulit si Kecil, sebaiknya Ibu memakaikan si Kecil pakaian yang longgar dan terbuat dari katun, agar dapat menyerap keringat. Jika ingin membuat kulit si Kecil nyaman, hindari menggunakan pakaian yang berlebihan atau terlalu banyak lapisan. Sebab, pakaian yang berlapis dan terlalu tebal bisa membuat si Kecil merasa panas dan mudah berkeringat. Akibatnya, risiko eksim pun dapat terjadi. Pastikan Ibu selalu mencuci pakaian yang baru dibeli sebelum mengenakannya pada Si Kecil. Gunakan deterjen yang diformulasikan khusus baju bayi karena lebih ringan, bebas pewangi, dan bahan kimia berlebih lainnya. 

    Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial Bagi Anak

  4. Hindari faktor pemicu eksim pada bayi 

    Eksim pada bayi bisa muncul akibat penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok, keringat berlebih, atau reaksi alergi tertentu. Oleh karena itu, Ibu perlu mengenali apa saja faktor pemicu eksim pada bayi, agar dapat menghindarinya dengan tepat. Supaya eksim tidak semakin parah, penting bagi Ibu untuk selalu menjaga si Kecil tidak kepanasan dan sering berkeringat. Selain mengoleskan pelembap, Ibu juga bisa mencegah kulit si Kecil yang kering dengan menggunakan pelembap udara atau humidifier di dalam kamar, terutama di ruangan yang ada AC. Bila Ibu kesulitan mengetahui faktor pemicu eksim pada bayi, segeralah konsultasi dengan dokter supaya dapat terdeteksi sejak awal dan dapat diatasi dengan tepat.

  5. Jaga agar si Kecil tidak menggaruk kulit yang eksim

    Eksim pada bayi bisa menyebabkan rasa gatal berlebih, sehingga si Kecil pun akan menggaruknya. Namun, kebiasaan tersebut harus dihindari karena dapat membuat kulit si Kecil iritasi, luka, hingga infeksi. Cara mengatasinya yaitu dengan rutin menggunting kuku si Kecil, agar kulitnya tidak luka saat ia garuk. Di beberapa kondisi, Ibu juga bisa memakaikan Si Kecil sarung tangan untuk mencegahnya menggaruk kulit yang gatal karena eksim.

Bila eksim pada bayi tak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter, apalagi jika area kulit yang terkena eksim tampak bengkak dan bernanah. Selain itu, jika si Kecil mengalami eksim disertai demam, Ibu juga butuh bantuan dokter untuk mengatasinya. Perlu Ibu ketahui, eksim merupakan penyakit kambuhan. Tingkat keparahan gejala dan frekuensi kekambuhan eksim pada setiap bayi dan anak bisa berbeda-beda, sehingga penanganannya juga bisa saja berbeda.

Seperti yang telah disebutkan, pemberian susu formula bisa jadi salah satu penyebab eksim pada si Kecil. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu memberikan ASI bagi si Kecil yang berusia di bawah 1 tahun. Selain itu, Ibu juga perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui. Salah satu solusinya adalah Susu Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium sebagai tambahan nutrisi sehari-hari bagi Ibu dan si Kecil.