Whatsapp Share Like
Simpan

Banyaknya penyakit menular yang berkeliaran di luar membuat Ibu harus ekstra menjaga buah hatinya supaya tidak ikut terjangkit. Anak-anak yang masih memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akan cenderung lebih mudah tertular. Oleh karena itu, saat Ibu atau anggota keluarga lainnya sedang sakit yang menular, sebaiknya memakai masker untuk mencegah penularan ke anak.

Cara pakai masker juga harus diperhatikan ya, Bu. Pada masker medis yang biasa dipakai untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit terdapat dua sisi yang berbeda, yakni sisi yang berwarna hijau atau biru dan sisi yang berwarna putih. Bagaimanakah cara memakainya yang benar?

Kapan & Siapa Saja yang Harus Memakai Masker Medis

Masker medis adalah penutup hidung dan mulut yang dipakai untuk mencegah penularan penyakit dari orang satu ke orang lainnya. Masker ini terdiri dari dua atau tiga lapis kain kasa yang fleksibel mengikuti hidung dan mulut pemakainya dan disertai dengan karet atau tali.

Pemakaian masker medis hanya disarankan dipakai saat sedang terserang penyakit yang menular, seperti batuk, pilek, flu, dan sejenisnya. Ini karena masker medis sudah dirancang untuk mencegah percikan ingus atau air liur yang mengandung kuman ke udara agar tidak menempel pada tubuh orang lain.

Pemakaian masker ini juga wajib dikenakan pada beberapa orang pada kategori berikut ini:

Artikel Sejenis

  • Pasien infeksi pernapasan, seperti pneumonia, TBC, bronkitis, flu, dan lainnya.
  • Perawat pasien infeksi pernapasan.
  • Pengunjung dan petugas medis di rumah sakit atau klinik.
  • Petugas transportasi umum.
  • Pekerja yang mengurus makanan.

Bagaimana Cara Memilih Masker Medis yang Benar?

Saat memilih masker medis, ada beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, yaitu sebagai berikut:

  • Pilih jenis masker medis yang bermanfaat melindungi diri dari cairan tubuh, partikel besar di udara, dan mikroorganisme.
  • Terbuat dari bahan yang nyaman dan lembut untuk dikenakan di wajah.
  • Menutup area hidung dan mulut dengan baik, tidak terlalu longgar maupun terlalu sempit.
  • Dikemas di dalam kotak yang berisikan masker sekali pakai.

Bolehkah Memakai Masker Secara Bolak-balik?

Beberapa waktu lalu beredar informasi kalau cara pakai masker medis bisa dibolak-balik. Ketika sedang sakit, sisi berwarna putih digunakan di dalam, karena diyakini mampu menyaring mikroorganisme supaya tidak menyebar keluar dan menempel pada orang lain. Sementara saat sedang sehat, sisi berwarna putih tersebut dikenakan di luar yang bertujuan untuk menyaring mikroorganisme dari luar supaya tidak masuk ke si pemakai.

Informasi tersebut tidak benar ya, Bu, alias hoax. Baik dalam kondisi sehat maupun sakit, cara pakai masker yang tepat adalah sisi berwarna hijau atau biru haruslah di luar dan sisi berwarna putih di dalam.

Sisi yang berwarna putih pada masker itu bersifat sebagai penyaring. Saat seseorang sedang sakit yang menular, sisi tersebut berperan untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus penyebab penyakit. Namun ketika sedang sehat, sisi tersebut akan melindungi diri dari paparan mikroorganisme yang datang dari luar. Materialnya yang mampu menyerap juga akan membuat pemakainya nyaman tanpa merasa pengap dan lembab. Sedangkan untuk sisi yang berwarna hijau atau biru tidak terbuat dari bahan yang dapat menyerap. Jadi, jika digunakan di dalam dapat menyebabkan rasa tidak nyaman ketika bernapas.

Baca juga: Serba-serbi Penyakit Cold Sores

Bagaimanakah Cara Pakai Masker yang Sesuai?

Dikarenakan fungsinya yang cukup penting untuk kesehatan, maka pemakaian masker harus dilakukan dengan benar sesuai dengan cara yang direkomendasikan. Berikut langkah-langkah pemakaiannya, Bu:

  1. Ukuran masker harus pas dengan wajah, tidak kekecilan maupun kebesaran.
  2. Cucilah tangan terlebih dulu dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sebelum mengenakan masker.
  3. Cara pakai masker yang benar adalah sisi berwarna hijau atau biru di bagian luar, sementara sisi berwarna putih di bagian dalam menempel langsung dengan hidung dan mulut.
  4. Sisi atas ditandai sisi yang terdapat garis kawat hidung. Jangan sampai terbalik saat memakainya.
  5. Untuk jenis masker earloop, hanya perlu mengaitkan tali karet pada kedua telinga.
  6. Untuk jenis masker tali, ikat kedua tali bagian atas ke belakang kepala. Posisikan masker hingga menutup hidung, mulut, dan dagu, kemudian ikat tali bagian bawah ke belakang leher.
  7. Jika masker sudah terpasang dengan baik pada wajah, tekuk bagian kawat mengikuti lekuk hidung supaya tertutup lebih rapat.
  8. Setelah terpasang hingga benar, hindarilah menyentuh masker. Saat ingin menyentuhnya, pastikan sudah mencuci tangan terlebih dulu.
  9. Pemakaian masker medis harus diganti setiap hari dan langsung dibuang setelah dikenakan. Jika sudah rusak atau kotor, masker juga harus diganti.

Cara Melepas Masker Medis yang Benar

Apabila sudah saatnya mengganti masker, lepaslah dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Cuci tangan terlebih dulu dengan air mengali dan sabun atau hand sanitizer.
  2. Saat melepas masker, hindarilah menyentuh sisi depan karena sisi tersebut sudah terpapar oleh kuman yang berasal dari luar. Lepaslah dengan menyentuh bagian karet atau talinya.
  3. Untuk masker karet, lepas dengan memegang kedua karet yang dikaitkan di telinga. Sedangkan untuk masker tali, bukalah tali bawah terlebih dulu baru buka tali atas.
  4. Buanglah masker ke tempat sampah.
  5. Cuci tangan kembali seperti cara pertama untuk membersihkannya dari kuman yang mungkin menempel pada tangan.

Penting untuk memperhatikan cara pakai masker dengan benar supaya dapat melindungi diri dari paparan penyakit menular yang mudah sekali berpindah tempat dari satu orang ke orang lainnya. Lindungi buah hati dan seluruh anggota keluarga dengan memakai masker saat keluar rumah agar kesehatannya bisa lebih terjaga. Semoga Ibu dan keluarga selalu sehat.

Jika ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.

Sumber:

SehatQ