Share Like
Simpan

Di samping memenuhi kebutuhan gizi si Kecil dan menstimulasi ia sesuai tahap tumbuh kembangnya, cara lain untuk mengoptimalkan perkembangan balita juga bisa Ibu lakukan dengan mengajaknya beraktivitas sesuai minat dan bakatnya, agar potensinya kian terasah.

Sayangnya, beberapa anak cenderung pemalu, sehingga orang tua cukup kesulitan mengenali bakat mereka. Hal ini juga sempat saya alami ketika si Kecil berusia empat tahun, Bu. Sadar bahwa mengenali bakat si Kecil bisa mempermudah saya mengoptimalkan potensi anak, saya berusaha mencari solusi. Saya kemudian mencari tahu cara mengenali bakat anak yang pemalu lewat forum konsultasi tumbuh kembang balita di internet. Hasilnya, hal itu ternyata bisa dilakukan lewat langkah-langkah berikut:

1. Ajak si Kecil Mencoba Beragam Aktivitas
Pada dasarnya, tiap anak terlahir dengan minat dan bakat yang berbeda-beda, Bu. Ada yang terlahir dengan minat dan bakat di bidang musik, olahraga, seni, matematika, dan masih banyak lagi. Inilah sebabnya, menurut forum konsultasi perkembangan balita yang saya ikuti, kita perlu mengajak si Kecil mencoba beragam aktivitas sejak dini untuk mengetahui minat dan bakat mereka yang sesuai.

Dengan mengajak si Kecil melakukan bearagam aktivitas, Ibu dapat mengamati aktivitas mana yang membuat si Kecil merasa senang atau justru merasa terbebani. Misalnya, ternyata si Kecil lebih menyukai permainan yang melibatkan ketelitian dan kecermatan seperti puzzle, dibanding aktivitas yang mengharuskannya banyak bergerak seperti olahraga, dan seterusnya. Untuk mengetahui minat dan bakat si Kecil serta memantau perkembangan yang sudah ia capai, yuk, ikuti kuis Momen Wow di sini, Bu.

2. Asah Hobi/Aktivitas yang Membuat si Kecil Merasa Senang
Setelah tahu aktivitas apa saja yang membuat si Kecil merasa senang dan apa saja yang membuatnya justru terbebani, Ibu boleh mulai mengajak si Kecil fokus pada bidang yang membantu ia mengasah potensinya.
Misalnya, bila di tahap awal Ibu mengajaknya bermain lompat tali dan bermain puzzle, selanjutnya Ibu boleh mengajak si Kecil bermain puzzle saja bila si Kecil tak lagi menginginkan bermain lompat tali.

3. Minta Pendapat si Kecil tentang Aktivitas yang Sudah Pernah Dilakukan
Bila langkah pertama dan kedua sudah Ibu lakukan, sebelum menyimpulkan lebih jauh, ada baiknya Ibu meminta pendapat si Kecil tentang aktivitas yang selama ini kelihatan digemarinya. Seperti halnya orang dewasa, antusiasme si Kecil dapat tersirat dari tutur dan mimik wajahnya saat membahas hal-hal yang ia sukai. Dengan memilih kegiatan atau permainan yang sesuai dengan bakat di tahap tumbuh kembang anak, Ibu dapat membuat potensi si Kecil kian terasah.

Supaya Momen Wow antara Ibu dan si Kecil semakin maksimal, dukung proses tumbuh kembangnya dengan berikan ia segelas susu Frisian Flag Karya. Mengandung Kalsium, Vitamin A, Vitamin D3, dan nutrisi lainnya, Frisian Flag Karya membantu Ibu memenuhi nutrisi harian untuk si Kecil di usia 4 – 6 tahun.

Yuk, cari tahu dan asah bakat si Kecil sejak dini agar perkembangan balita Ibu semakin optimal!