Whatsapp Share Like Simpan

Ibu tentu memahami bahwa karakter setiap anak itu berbeda-beda. Ada yang pemalu, pemberani, ramah, pendiam, periang, dan sebagainya. Selain merupakan karakter dasar yang sudah ada di dalam diri anak, karakter sebenarnya juga masih bisa dibentuk lho, Bu. Hikmah puasa Ramadhan merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk pembentukan karakter anak sejak dini. Apakah kaitannya? Untuk penjelasan lebih lanjut bisa dibaca langsung pada uraian di bawah ini:

Hubungan Puasa dan Karakter Anak

Puasa merupakan sebuah ibadah wajib bagi umat Islam. Ibadah ini sudah harus diperkenalkan sejak masih anak-anak. Dimulai dari pengenalan dan makna berpuasa, secara perlahan anak akan belajar puasa dalam beberapa tahap saat ia sudah dianggap mampu.

Anak yang belajar puasa tersebut secara tidak langsung akan terbangun beberapa karakter baru yang sebelumnya tidak ia miliki. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Niat untuk berpuasa mengajarkan tanggung jawab. Untuk menjalankan ibadah puasa, anak diwajibkan untuk berniat terlebih dulu. Niat adalah sebuah komitmen pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu dan sebisa mungkin akan dijalankan dengan maksimal.

    Bisa disimpulkan bahwa melalui tahap ini, karakter anak akan terbentuk untuk bertanggung jawab terhadap keputusan yang sudah diambilnya. Dengan berniat puasa, anak akan mengupayakan untuk menyelesaikan puasa semaksimal mungkin. Hal ini juga membangun karakter pantang menyerah pada anak.

  2. Selalu bersyukur. Saat adzan maghrib berkumandang, tandanya sudah boleh membatalkan puasa untuk makan dan minum. Namun sebelumnya anak disunahkan untuk membaca doa terlebih dulu sebagai bentuk rasa syukur karena telah berhasil menjalankan puasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa hikmah puasa dapat membangun pribadi anak yang suka bersyukur atas nikmat dari Tuhan yang telah ia terima.
  3. Mendorong anak lebih sabar Di samping tidak makan dan minum, puasa juga mengajarkan anak untuk tidak melakukan perbuatan tertentu yang bisa membatalkan atau mengurangi ibadah berpuasa. Dengan ini, anak pun akan terdorong untuk bersikap lebih sabar dan bisa menahan sesuatu yang tidak diperbolehkan.

    Sikap sabar sangat diperlukan oleh anak agar saat menjalani kehidupan ia akan mudah untuk mengontrol emosinya dan bisa berpikir lebih jernih dalam menghadapi masalah. Pribadi yang sabar cenderung tidak mudah terlibat dalam masalah dengan orang lain dibandingkan dengan pribadi yang kurang bisa mengendalikan dirinya.

    Artikel Sejenis

  4. Menumbuhkan Sifat Tulus Ikhlas. Dengan berpuasa, anak tidak bisa mengetahui apakah ia akan mendapatkan pahala atau balasan. Semua itu hanya diketahui oleh Sang Pencipta. Oleh karenanya menjalankan puasa dapat menumbuhkan sifat tulus ikhlas pada diri anak. Kedepannya, anak akan bisa melakukan sesuatu dengan rasa ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.
  5. Membentuk pribadi jujur. Tuhan akan selalu mengetahui apapun yang diperbuat oleh manusia. Meskipun anak berbohong bahwa ia tidak melanggar ketentuan puasa terhadap orang lain, tapi Tuhan tetap mengetahui kebenarannya.

Dari sini hikmah puasa membuat karakter jujur pada diri anak dapat terbentuk. Ia tidak akan mudah berbohong dan lebih suka bertindak atau berkata jujur, baik terhadap Tuhan, dirinya sendiri, maupun orang lain.

Membangun Karakter dari Ibadah di Bulan Puasa

Ibadah yang dilakukan selama menjalankan puasa juga dapat memberikan hikmah dalam membentuk karakter anak. Ibadah yang berisi nilai karakter tersebut antara lain adalah:

  • Bangun di tengah malam untuk sahur menanamkan pada diri anak untuk terbiasa bangun tidur di pagi hari serta selalu melaksanakan shalat subuh. Kebiasaan ini akan menanamkan karakter disiplin pada diri anak. Kelak ia bisa menjadi anak yang rajin, tepat waktu, dan lebih terorganisir dalam segala hal di hidupnya.
  • Seperti yang sudah disebutkan di atas, puasa dapat menanamkan nilai kesabaran pada anak untuk menahan rasa lapar, haus, tidak mudah marah, dan bisa menahan diri. Selain itu, puasa juga bisa mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang penyayang, rendah hati, dan tidak serakah.
  • Berbuka puasa. Salah satu hikmah puasa yang akan sangat dirasakan oleh anak adalah agar kuat menghadapi cobaan. Jika berhasil melewatinya, maka anak akan mendapatkan banyak kebaikan, berkah, dan hikmah. Untuk itu saat waktunya berbuka, anak patut bersyukur karena sudah berhasil menjalankannya.
  • Shalat tarawih. Hanya dikerjakan setahun sekali, anak sebaiknya juga diajak untuk ikut serta shalat tarawih di masjid atau mushola. Tidak hanya menambah ganjaran, mengikuti shalat tarawih berjamaah ini juga bisa membuat anak mengenal teman-teman, tempat ibadah, serta mendekatkan anak kepada lingkungan yang taat beribadah.

Tak dapat dipungkiri, lingkungan juga turut memberikan andil terhadap pembangunan karakter anak. Oleh karenanya, anak harus ditempatkan di lingkungan yang baik agar ia juga menjadi pribadi yang baik. 

Begitu besar nilai hikmah puasa Ramadhan bagi pembentukan karakter anak ya, Bu. Jadi bila anak dirasa sudah mengerti dan mampu melaksanakan puasa, jangan menundanya lagi. Biarkan ia belajar berpuasa agar mendapatkan hikmah serta manfaatnya bagi tubuh. Semoga artikel ini bermanfaat.

Untuk Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Kompasiana, sahabatkeluarga