Share Like
Simpan

Kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ) adalah kemampuan untuk menghadirkan Tuhan atau keimanan dalam setiap aktivitas, gemar berbuat kebaikan untuk Tuhan, disiplin beribadah, sabar berupaya, dan bersyukur atas pemberian Tuhan. Bulan Ramadhan merupakan salah satu saat yang tepat dalam mengasah kecerdasan spiritual si Kecil. Bagaimana caranya?

Mengajak dan melatih si Kecil berpuasa pastinya bukan hal yang mudah. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menjelaskan kepada si Kecil apa itu puasa dan mengapa kita harus berpuasa satu bulan penuh selama bulan Ramadhan. Jelaskan pada si Kecil bahwa puasa adalah menahan diri dari makan dan minum, dan dari segala perbuatan tidak baik yang dapat membatalkan puasa. Puasa dimulai dari saat matahari terbit sampai matahari terbenam atau sejak adzan Shubuh sampai waktunya shalat Magrib tiba. Puasa bermanfaat untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri.

Langkah berikutnya adalah melatih si Kecil untuk berpuasa secara bertahap. Umumnya anak siap berpuasa pada usia 6-7 tahun, tetapi lebih dini tentu lebih baik supaya si Kecil terbiasa. Jika usia 4 tahun si Kecil sudah masuk TK A, tidak ada salahnya Ibu mulai melatih si Kecil berpuasa. Tentu saja tidak langsung penuh satu hari. Untuk permulaan, latihlah si Kecil untuk berpuasa sampai jam 12.

Menginjak usia 5 tahun, saat duduk di bangku TK B, mulai perpanjang waktu berpuasanya, yaitu sampai jam 3 sore. Ketika duduk di bangku kelas 1 SD, saatnya untuk melatih si Kecil untuk puasa penuh sampai Magrib. Ingatkan si Kecil untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas fisik yang bisa menyebabkan haus dan capai di sekolah maupun di rumah sepulang sekolah. Bila sebelum Magrib si Kecil terlihat sangat lemas dan mukanya terlihat pucat, bolehkan untuk membatalkan puasanya dan pujilah usahanya untuk belajar berpuasa.

Meskipun susah untuk membangunkannya, si Kecil harus diajak untuk makan sahur. Makan sahur memberikan cadangan energi yang cukup untuk si Kecil beraktivitas seharian. Makan sahur juga menjadikan esensi berpuasa di bulan Ramadhan lebih terasa karena merupakan ajang yang baik untuk melatih kebersamaan dalam keluarga. Ingatkan si Kecil untuk tidak tidur terlalu malam agar besok tidak susah untuk dibangunkan makan sahur.

Untuk memicu semangatnya berpuasa, tidak ada salahnya jika diberikan reward. Misalnya, jika si Kecil mampu melakukan puasa sehari penuh, Ibu akan membuatkan kue kesukaannya atau menemaninya bermain di taman dekat rumah. Jika ternyata tidak mampu, berikan hadiah penghibur yang nilainya lebih kecil dari hadiah yang akan mereka dapatkan bila berpuasa sehari penuh. Nanti lama kelamaan, seiring dengan pertambahan usia dan pemahamannya akan ibadah, Ibu sudah tidak perlu memberikan hadiah lagi karena anak sudah berpuasa atas keinginan dan kesadarannya sendiri.

Last but not least, tanamkan kejujuran dalam diri si Kecil. Seorang anak yang jujur, akan mengaku bila hari itu ia batal puasa misalnya karena tidak tahan melihat teman-teman di sekolah minum. Hargai kejujurannya, jangan dimarahi. Tetap dorong untuk berpuasa dan menahan diri dari godaan teman-temannya yang tidak puasa. Katakan bahwa puasa adalah ibadah yang memerlukan perjuangan dan kejujuran, dan Ibu lebih senang jika si Kecil jujur telah membatalkan puasanya daripada berbohong masih berpuasa padahal tadi di sekolah sudah sempat minum meskipun hanya sedikit. Ingatkan pada si Kecil, meskipun Ibu tidak melihatnya makan/minum di siang hari ketika puasa, tetapi Tuhan mengetahui dan melihat perbuatannya.

Selain melatih anak berpuasa di bulan puasa, apakah Ibu ada tips lainnya untuk mengasah kecerdasan spiritual si Kecil?