Share Like
Simpan

Hai, Bu! Sudah mulai tegang menghadapi waktu melahirkan ya? Saya jadi ingat masa trimester tiga ketika hamil si Kecil dulu. Gelisah ya, memikirkan proses persalinan nanti. Apalagi, saya membayangkan ruang bersalin di rumah sakit yang begitu asing, bersama orang-orang baru. Agak resah rasanya. Lalu, terpikir pilihan lain, yaitu kenapa tidak bersalin di rumah?

Banyak alasan yang mendukung saya untuk bersalin di rumah saat itu. Pertama, saya akan lebih memiliki kebebasan untuk bergerak, makan, dan mandi. Alasan lainnya adalah bersalin di rumah tentu akan memberikan rasa nyaman yang ekstra ketimbang di rumah sakit, karena berada di tempat yang familier dan dikelilingi orang-orang yang saya kenal.

Memang perlu diakui bahwa bersalin di rumah itu memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Salah satunya adalah terjadinya komplikasi. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk bersalin di rumah, pahami betul kesehatan Ibu dan janin ya, Bu. Ibu disarankan tetap bersalin di rumah sakit jika memiliki kondisi tertentu, misalnya, Ibu menderita penyakit kronis seperti diabetes atau jantung, ditemukan masalah kesehatan pada janin, Ibu mengalami gangguan kesehatan selama kehamilan, si Kecil harus lahir lebih dini atau terlambat dari tanggal seharusnya, Ibu pernah melahirkan dengan operasi Caesar sebelumnya, atau Ibu mengandung bayi kembar.

Nah, jika dokter sudah memastikan bahwa ibu dan si Kecil dalam keadaan baik, serta Ibu bisa melahirkan secara normal, maka pilihan untuk bersalin di rumah bisa dilakukan. Segeralah membuat janji dengan dokter atau bidan yang bersertifikat untuk membantu Ibu saat bersalin. Diskusikan rencana persalinan di rumah ini dengan mereka. Simpan juga nomor telepon mereka, supaya Ibu bisa langsung menghubungi mereka saat kontraksi datang lebih cepat dari dugaan awal.

Oh iya Bu, mengingat proses melahirkan akan menjadi pengalaman tidak terlupakan, buatlah persiapan yang matang. Hal ini juga  dapat membantu menenangkan pikiran Ibu. Dalam rencana tersebut, tentukan di ruang  mana Ibu ingin melahirkan. Pilih tempat yang membuat Ibu dan dokter yang membantu persalinan bebas bergerak dengan nyaman, misalnya tempat tidur, sofa, atau lantai beralaskan sesuatu yang empuk. Pastikan tempat yang Ibu pilih tersebut bersih menjelang kelahiran.

Lalu, siapkan berbagai perbekalan untuk mendukung persalinan. Diskusikan dulu dengan dokter atau bidan ya, Bu. Biasanya, perbekalan yang wajib ada adalah handuk ekstra, seprai, bantal, selimut, penutup tempat tidur, dan alas yang tahan air. Sediakan juga kasa pelindung, alat untuk memutus tali pusar bayi, dan obat penghilang rasa sakit, berjaga-jaga jika dibutuhkan.

Tidak kalah penting, tentukan siapa saja orang yang Ibu inginkan hadir untuk menemani proses persalinan di rumah. Pastikan orang-orang ini memang bisa memberi dukungan yang Ibu perlukan, baik dukungan moral maupun fisik.

Meskipun pada umumnya persalinan di rumah itu berjalan lancar, selalu ada kemungkinan terjadi hal tak terduga. Oleh karena itu, sangat penting juga untuk menyiapkan transportasi yang dapat membawa Ibu ke rumah sakit jika keadaan darurat muncul.

Semoga persalinan bisa berlangsung lancar ya, Bu!