Whatsapp Share Like
Simpan

Anak yang gemuk dan montok memang terlihat menggemaskan ya, Bu! Apalagi bagian pipi, paha dan lengannya. Anak saya dulu juga begitu, Bu. Makanya, banyak Om, Tante, dan saudara lainnya yang suka gemas melihat tingkahnya. Awalnya sih senang, ya, tapi lama-lama kok jadi khawatir saat tahu kalau tak semua anak yang gemuk itu sehat. Ada kalanya, kegemukan bisa berujung pada obesitas nantinya.

Dari situ saya jadi belajar untuk menghitung berat badan ideal anak serta mencari tahu bagaimana bisa mencapai berat badan idealnya. Mau tahu caranya juga, Bu? Yuk, kita lihat tipsnya di bawah ini!

Menghitung Berat Badan Ideal Anak

Untuk menghitung berat badan ideal si Kecil, WHO ternyata sudah punya rumusnya, Bu. Jika si Kecil belum mencapai 1 tahun, maka rumusnya adalah demikian:

BBI (Berat Badan Ideal) ANAK (USIA 0-12 bulan) : RUMUS BBI = (umur (bln) / 2 ) + 4

Misal :

Artikel Sejenis

1) Usia 2 bulan, maka BBI = (2/2) + 4 = 5 kg

2) Usia 3 bulan, maka BBI = (3/2) + 4 = 5,5 kg

Nah, jika si Kecil sudah mencapai usia satu tahun, tentunya aktivitas dan makannya lebih banyak. Oleh sebab itu, rumusnya pun berbeda:

BBI ANAK (USIA 1-10 tahun) : RUMUS BBI = (usia x 2 ) + 8

Misal :

1) Usia anak 1,0 tahun, maka BBI = ( 1,0 x 2 ) + 8 = 10 kg

2) Usia anak 2,0 tahun, maka BBI = ( 2,0 x 2 ) + 8 = 12 kg

Kunci Menjaga Berat Badan Si Kecil

Sebagai orang tua tentunya kita tak ingin si Kecil kekurangan atau kelebihan berat badan. Sebabnya, berat badan yang tak mencapai angka normal dikhawatirkan akan mempengaruhi perkembangannya saat dewasa. Untuk itu, yuk ciptakan kebiasaan agar si Kecil memiliki berat badan ideal. Begini caranya, Bu:

  • Berikan contoh. Menurut para ahli, agar si Kecil dapat memiliki pola hidup yang sehat adalah dengan adanya contoh yang sama dari orangtuanya. Ibu dan Ayah harus mau mengubah pola makan dan beraktivitas yang sehat. Jika semua anggota keluarga menerapkannya, maka si Kecil pun akan lebih mudah menerimanya.

    Berdasarkan hasil riset, anak perempuan di usia 8 tahun lebih berisiko mengalami obesitas 10 kali lipat jika ibunya juga mengalami obesitas. Sedangkan untuk anak laki-laki di usia 8 tahun lebih berisiko mengalami obesitas 6 kali lipat jika ayahnya juga mengalami obesitas.

  • Penuhi nutrisi si Kecil. Mungkin lebih mudah bagi kita dan lebih enak bagi si Kecil untuk mengonsumsi makanan cepat saji, seperti ayam dan kentang goreng di gerai fastfood, jajanan di pasar, dan sebagainya. Namun ingat, lho. Makanan-makanan tersebut tak bisa kita ketahui isi dan kandungannya.

    Jadi, sebaiknya Ibu menyiapkan makanan sendiri untuk si Kecil. Tentunya harus menggunakan bahan-bahan bergizi yang kaya karbohidrat, protein, lemak, serat, serta vitamin.

  • Menjaga pola makan si Kecil. Selain harus memenuhi asupan nutrisi si Kecil, Ibu juga harus menjaga pola makannya. Berikan makanan utama sebanyak tiga kali sehari dan diselingi camilan dua kali. Untuk porsi makan harus disesuaikan dengan dengan kemampuan si Kecil, Bu. Jangan paksakan ia untuk menghabiskan makanannya jika ia sudah merasa kenyang.

    Memilih camilan juga tidak boleh sembarangan ya, Bu, harus yang sehat dan tidak membuat kegemukan. Hindari makanan dan minuman manis, karena selain gula di dalamnya juga sangat tinggi kalori yang bisa menyebabkan anak mengalami kegemukan dan merusak giginya.

  • Libatkan si Kecil dalam aktivitas fisik. Tak baik juga apabila si Kecil dibiarkan menonton TV atau digendong terus. Memang sih dia lebih tenang, tapi si Kecil jadi tak bisa banyak bergerak. Nah kalau dulu, saya biasanya menyempatkan diri dalam sehari untuk mengajaknya beraktivitas fisik, seperti berjalan-jalan ke luar rumah, bermain petak umpet, atau bermain bola.
  • Tidur yang cukup. Apakah anak yang tidur siang, maka berat badannya akan bertambah? Jangan khawatir. Anak tidurnya banyak belum tentu jadi obesitas, kok. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat membuat nafsu makan bertambah. Jadi, tidur cukup adalah kunci agar si Kecil selalu sehat.

    Waktu tidur yang mencukupi juga diketahui dapat mengganggu metabolisme sehingga dapat mengganggu tumbuh kembang si Kecil. Di usia 1 hingga 3 tahun, si Kecil setidaknya membutuhkan waktu tidur 11 sampai 13 jam per harinya.

Bagaimana, Bu? Semoga tips ini berguna untuk membantu menjaga berat badan ideal anak, ya! Jangan lupakan faktor genetis juga, Bu. Bisa saja itu menjadi faktor mengapa anak terlihat kurus atau gemuk. Meskipun kurus, asalkan ia sehat dan aktif Ibu tidak perlu khawatir. Selamat membentuk pola hidup sehat untuk si Kecil ya, Bu!

Fitur Tanya Pakar hadir sebagai wadah bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak. Segera registrasikan diri Ibu dan kunjungi laman tersebut untuk mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat!

Sumber:

health.detik.com