Share Like
Simpan

Dari hasil konsultasi kesehatan anak, Ibu tentu sering disarankan untuk mengajak si Kecil untuk aktif bergerak demi kesehatannya. Untuk itu, Ibu perlu menyiapkan berbagai aktivitas fisik yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya saat ini. Hindari memilih kegiatan atau permainan yang mungkin terlalu sulit untuk usianya saat ini. Berdasarkan hasil konsultasi saya dengan dokter, berikut adalah aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk anak usia 1-3 tahun.

Untuk Anak 1 Tahun

Di usia satu tahun, ia akan belajar untuk tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan merambat. Hal ini berlangsung secara bertahap, Bu. Jadi, tidak perlu khawatir si Kecil terlihat belum seimbang saat harus berdiri tanpa bantuan. Atau, ia masih takut untuk berjalan sendiri, dan masih harus memegang pinggiran kursi atau meja. Momen Wow si Kecil yang lain di usia ini adalah ia mulai bisa mengambil benda-benda ukuran sedang dan kecil dengan tangan mungilnya .

Dukung si Kecil dengan: Aktivitas yang memungkinkannya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, misalnya bermain cari dan kumpulkan benda favoritnya. Ibu bisa memanfaatkan mainan si Kecil sebagai benda-benda yang harus dikumpulkan. Tuntun ia untuk mengambil mainan tertentu untuk dimasukkan ke kotak penyimpanan. Catatan penting yang saya dapat ketika melakukan konsultasi kesehatan anak dengan dokter soal aktivitas ini adalah Ibu perlu memastikan tidak ada benda berbahaya yang ada dalam jangkauan tangannya atau di area ia bermain. Keuntungan lain aktivitas ini adalah rumah lebih rapi karena si Kecil sudah membantu Ibu membereskan mainannya.

Untuk Anak Usia 2 Tahun

Dengan bertambahnya berat badan, bayi sehat yang berusia dua tahun biasanya menjadi kuat secara fisik. Bayi pun cenderung lebih aktif pada usia ini. Ia tidak ragu untuk berjalan dan berlari, bahkan dapat menendang bola atau melompat dengan dua kaki. Rasa penasarannya untuk menjelajah hal baru pun menjadi lebih besar seiring berjalannya waktu.

Dukung si Kecil dengan: Aktivitas yang memungkinkannya banyak bergerak sambil mengasah kemampuan menjelajahnya. Ibu bisa coba memperkenalkannya dengan permainan sederhana seperti petak umpet. Minta ia untuk menutup matanya, saat Ibu bersembunyi. Sebagai pancingan, Ibu bisa memanggil namanya ketika si Kecil mulai mencari Ibu di sekitar ruangan. Selain itu, Ibu juga bisa menggunakan mainan favoritnya untuk ikut “bermain.” Sembunyikan mainan favoritnya di balik bantal, di bawah meja, di balik tirai, atau di tempat-tempat yang masih dalam jangkauannya. Lalu, minta ia mencari mainan-mainan tersebut seakan mereka sedang bermain petak umpet juga.

Untuk si Kecil Usia 3 Tahun

Di usia tiga tahun, si Kecil umumnya sudah mampu mengatur koordinasi anggota gerak tubuh. Reaksinya dalam menggerakkan tangan dan kaki sudah terlatih dengan baik. Umumnya, ia sudah bisa melakukan gerakan-gerakan yang membutuhkan koordinasi mata, tangan, dan kaki seperti menangkap bola atau mengayuh pedal sepeda.

Dukung si Kecil dengan: Aktivitas yang memungkinkan ia untuk melatih koordinasi dan keseimbangan tubuhnya, misalnya melalui tarian sederhana. Sebelumnya, Ibu bisa memutar lagu anak-anak yang ceria untuk mengiringi sesi ini. Ajak si Kecil untuk mengikuti gerakan yang Ibu contohkan sesuai dengan irama musik. Saat ini, cukup lakukan gerakan sederhana, misalnya goyang kanan-kiri, langkah maju-mundur, dan loncat kecil. Kemudian, ulangi beberapa kali hingga lagu berhenti. Tidak perlu melarang jika si Kecil malah bergerak sesuka hatinya, Bu.

Mengenali kemampuan si Kecil adalah langkah awal untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Ibu juga bisa melakukan konsultasi kesehatan anak secara berkala untuk mendapatkan lebih banyak info soal aktivitas fisik lain yang bisa mendukung Momen Wow si Kecil saat ini.