Whatsapp Share Like
Simpan

Apakah Ibu menyadari kalau kini banyak anak-anak memiliki berat badan berlebih alias obesitas? Kondisi ini memang sedang menjadi kekhawatiran oleh praktisi anak di seluruh dunia, baik di negara berkembang maupun negara maju. Indonesia pun tak luput dari masalah obesitas pada anak di mana untuk kota-kota besar terdapat lebih dari 10% anak mengalami obesitas.

Penyebab obesitas bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Para orangtua pun harus lebih peka terhadap masalah ini dengan mengetahui apa saja tanda-tanda, faktor penyebab, dan cara menanganinya.

Apa Saja Tanda-tandanya?

Tanda-tanda umum anak mengalami obesitas bisa dilihat dari fisiknya. Dr. Marlyn C. Malonda, SpA dari RS. OMNI Alam Sutera menyebutkan beberapa tanda berikut ini:

  • Wajah bulat dan pipi tembem. Dimulai dari kepala Ibu sudah bisa melihat adanya gejala obesitas pada anak berupa wajah bulat, pipi tembem, serta dagu berlipat dua karena adanya timbunan lemak.
  • Leher yang terlihat pendek. Dikarenakan dagu yang berlipat, maka jarak antara kepala dan lehernya akan terlihat pendek. Ruas lehernya pun menjadi tidak nampak.
  • Dada membusung dengan payudara membesar. Anak yang obesitas dadanya akan membusung dan payudaranya membesar seperti perempuan yang mengalami masa puber.
  • Adanya lipatan perut. Ini merupakan tanda yang paling terlihat saat berat badan anak berlebih yang menandakan perut berisi banyak lemak tak sehat.
  • Kaki membentuk huruf “X” saat berjalan. Kekuatan tulang kaki si Kecil tidak seimbang dengan bobot tubuhnya. Akibatnya, kaki anak akan membentuk huruf “X” saat berjalan.
  • Ukuran alat kelamin tampak kecil. Obesitas pada anak laki-laki dapat mempengaruhi alat kelaminnya yang tampak lebih kecil. Kondisi tersebut secara otomatis juga akan masa depannya.
  • Indeks massa tubuh (IMT). Menurut CDC (Centers for Disease Control) 2002, anak dengan usia 2-18 tahun yang dianggap obesitas adalah yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari P95.

Faktor Penyebab

Ada beberapa faktor penyebab obesitas pada anak. Diantaranya adalah:

  1. Gaya hidup. Gaya hidup menjadi faktor utama anak mengalami obesitas. Makan makanan yang tidak sehat adalah salah satu contoh gaya hidup yang sangat tidak baik. Makanan tidak sehat ini diantaranya adalah makanan yang tinggi kalori, lemak jenuh, dan gula. Contohnya saja junk food, es krim, coklat, permen, dan gorengan.
    Kurang aktif bergerak semakin menambah buruk gaya hidup seorang anak. Terlalu lama duduk sambil menonton TV atau bermain gadget merupakan kebiasaan anak-anak di masa modern ini.
  2. Faktor genetik. Sebenarnya faktor genetik tidak mutlak menjadi penyebab obesitas pada anak. Namun jika terdapat anggota keluarga yang mengidap obesitas, maka risiko kemungkinan anak mengalami kegemukan pun semakin besar. Selain itu orangtua yang memiliki gaya hidup tidak sehat, anak pun cenderung akan mengikutinya.
  3. Faktor psikologis. Anak-anak yang mengalami masalah psikologis biasanya akan menjadikan makanan sebagai bentuk pelarian. Misalnya saja ia memiliki masalah di rumah atau di sekolah, nilainya kurang baik, adanya penekanan, dan sebagainya. Akibatnya, tubuhnya pun akan menggemuk dan akhirnya mengalami obesitas.

Komplikasi Akibat Obesitas

Jangan dianggap remeh, dampak obesitas pada anak dapat menyebabkan beberapa komplikasi sebagai berikut:

  • diabetes tipe 2
  • tekanan darah tinggi
  • kolesterol tinggi
  • penyakit pernapasan
  • gangguan pola tidur
  • gangguan pada tulang
  • penyakit perlemakan hati non-alkoholik (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease/NAFLD)
  • gangguan perilaku
  • tidak percaya diri
  • mengalami depresi

Bagaimana Penanganannya?

Jika anak Ibu sudah atau baru mulai menunjukkan tanda-tanda adanya obesitas, tak perlu putus asa dulu, Bu. Inilah beberapa cara penanganan yang bisa Ibu lakukan:

  1. Ajak Anak Aktif Bergerak

    Ibu harus ikut serta dalam mengajak anak untuk mau aktif bergerak. Buatlah kegiatan yang menyenangkan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Contohnya saja bermain tangkap bola, menyiram tanaman, berenang, membersihkan rumah, bersepeda, dan sebagainya. Lakukan kegiatan setidaknya seminggu 2 hingga 3 kali agar kalori dan lemak dalam tubuh terbakar, sehingga tubuh pun lebih sehat.

  2. Batasi Penggunaan Elektronik dan Gadget

    Tidak apa untuk mengenalkan anak dengan barang elektronik dan gadget untuk menambah pengetahuannya, asalkan penggunaannya harus dibatasi. Untuk anak usia 4 hingga 6 tahun sebaiknya hanya boleh screen time selama 1 hingga 2 jam saja per hari. Jika ia merasa bosan, gantilah dengan membaca buku atau bermain permainan. (sumber: https://www.motherandbaby.co.id)

  3. Ubah Pola dan Menu Makanannya Secara Perlahan

    Mengubah pola dan menu makanan anak sangat wajib untuk Ibu lakukan. Namun jangan melakukannya secara drastis, karena akan membuat anak menjadi frustasi dan justru menolak untuk makan. Lakukan secara bertahap dan perlahan. Misalnya seminggu sekali ada menu sehat, kemudian tingkatkan menjadi seminggu dua kali, dan seterusnya. Untuk pola makan sehari makan tiga kali, yaitu makan pagi, makan siang, dan malam, dengan dua kali camilan setelah makan pagi dan sore hari.

  4. Masak Sendiri

    Masak sendiri jelas lebih terjamin dari segi kebersihan dan kesehatan. Untuk itu Ibu sebaiknya selalu memasak sendiri makanan untuk keluarga dan hindari untuk sering jajan di luar. Dengan memasak sendiri Ibu dapat mengatur kandungan kolesterol dan kalori dalam masakan. Utamakan juga cara memasak dengan mengukus, memanggang, menumis, dan merebus dibandingkan menggoreng.

  5. Menjaga Kualitas Tidur Anak

    Kurang tidur merupakan pemicu obesitas pada anak dan masalah kesehatan lainnya. Untuk itu anak harus cukup mendapatkan tidur setidaknya 10 hingga 13 jam per hari. Jangan memberikan TV di kamar anak karena akan membuat ia ingin terus menonton TV.

  6. Bicara dari Hati ke Hati

    Ajaklah anak untuk berbicara dari hati ke hati tentang dampak dari obesitas. Jika ia ada masalah, ibu bisa secara perlahan bertanya dan memberikan solusi pada masalahnya. Namun jangan menghakimi anak, sebab akan membuat ia semakin merasa tertekan.

  7. Selalu Mendampingi Anak

    Katakan pada si Kecil bahwa Ibu akan selalu mencintai ia tanpa syarat dan mendukung semua hal yang berkaitan dengannya. Ibu dan Ayah yakin kalau ia bisa menjadi anak yang sehat dengan berat badan ideal. Jika ia menyukai kegiatan tertentu yang positif, maka dukunglah kegemarannya.

  8. Selalu Periksa Kesehatan Anak

    Terakhir, selalu bawa anak untuk memeriksakan kesehatan ke dokter. Di sana anak akan diperiksa IMT serta tumbuh kembangnya.

Jangan sampai obesitas pada anak menimpa si Kecil ya, Bu. Mulai sekarang terapkanlah gaya hidup sehat sebelum terlambat. Kebiasaan baik dari dini tentu akan berdampak positif pada anak di masa depannya, bukan? Tetap semangat ya, Bu!

Sumber: https://www.alodokter.com, https://lifestyle.okezone.com, http://www.idai.or.id