Share Like
Simpan

Wah, tinggal menghitung minggu menjelang kelahiran ya, Bu? Bagaimana rasanya? Panik, bingung atau bersemangat sekali? Di tengah emosi yang serba campur aduk ini, ada baiknya Ibu juga memperhatikan Ayah. Meski ‘hanya’ sebagai pendukung, namun kecemasannya tak kalah dengan yang Ibu rasakan, lho!

Itu terjadi ketika saya hendak melahirkan si Kecil dulu. Di trimester awal hingga awal trimester tiga, suami saya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda khawatir. Ia terlihat sangat santai dan supportif. Semua berawal ketika kami mulai menyiapkan tas keperluan bayi. Ia hanya membisu, dan menjawab pertanyaan saya dengan sepatah dua patah kata saja. Di situlah saya sadar, suami saya sedang cemas luar biasa!

Untungnya, masalah kecemasan yang menyerang Ayah ini sudah sempat diwanti-wanti oleh dokter serta ibu saya. Oleh karena itu, saya langsung mencari tahu tindakan apa yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Sekalian membantu diri saya yang juga cemas saat itu, Bu!

Ajak Kontrol ke Dokter

Mengajak Ayah di setiap waktu kontrol kandungan, dapat membantu mengurangi kecemasannya. Hal ini disebabkan oleh ikatan antara Ayah dan janin yang semakin terjalin lewat ‘pertemuan’ mereka di layar monitor. Ayah juga bisa mendapatkan kabar terbaru tentang status kesehatan janin maupun Ibu, sehingga mungkin bisa membantu segalanya terlihat lebih jernih baginya.

Untuk kasus saya, memang sih, baru bisa rutin mengajak Ayah untuk rutin kontrol kandungan di awal trimester tiga. Namun, saya membuat sesi kontrol lebih berkualitas dengan banyak bertanya pada dokter. Ayah jadi semakin paham akan kondisi saya, serta apa yang akan ia hadapi.

Ikut Kelas Senam Hamil

 “Aneh ah, gabung sama ibu-ibu!” begitu mungkin pikirnya, dan akhirnya menolak ajakan Ibu. Namun, kelas ini juga akan memperkaya pengetahuan Ayah tentang tindakan tepat untuk mengatasi masalah menjelang kelahiran. Dari pernapasan, membuat Ibu nyaman, hingga menangkap Ibu yang tiba-tiba jatuh lemas karena mengalami kontraksi hebat.

Konsumsi Makanan Sehat dan Berolahraga

Terdengar klise, Bu? Jangan salah, kedua aktivitas ini dapat membantu Ayah untuk mendapatkan tubuh yang fit. Dengan fisik yang lebih segar, otomatis Ayah akan merasa lebih baik, dan mudah untuk melupakan kecemasannya. Tubuh yang sehat juga membuat Ayah lebih mudah mendampingi Ibu menjelang melahirkan.Tidak perlu diet ketat atau olahraga berat kok, Bu. Ajak saja Ayah untuk mengonsumsi makanan sehat dan berjalan kaki ringan setiap hari.

Ajak Ayah Bicara

Mungkin Ayah yang Ibu kenal selama ini tidak terlalu banyak bicara. Namun, itulah salah satu kunci untuk mengatasi kecemasan ini. Di balik diamnya, bisa jadi Ayah menyimpan banyak ketakutan lho, Bu. Misalnya, apa yang bisa ia lakukan untuk membantu Ibu, sampai bagaimana cara ia menggendong sampai merawat si Kecil nantinya. Tanpa perlu mengulik terlalu dalam, Ibu bisa kok memancing Ayah bercerita, dengan mengeluarkan uneg-uneg duluan, sehingga ia bisa merespon balik.

Intinya, dalam tahap ini, intensitas komunikasi dan berempati antara Ibu dan Ayah perlu ditingkatkan lagi. Saat ini, meski merasa bersemangat, Ibu dan Ayah juga diliputi kadar stres yang tak kalah tinggi. Semoga saja dengan menjaga kekompakan, proses melahirkan si Kecil nantinya akan lebih lancar dan membahagiakan. Selamat mencoba, Bu!