Share Like
Simpan

Bermain air atau berenang merupakan permainan yang sangat disukai anak. Bagaimana menciptakan lingkungan bermain air yang aman?

Ketika berenang atau bermain di sekitar kolam, harus selalu ada orang dewasa yang mengawasi si Kecil. Saat mandi berendam, baik di ember besar maupun dalam bath-tub, juga harus selalu diawasi dan jangan pernah meninggalkan si Kecil sendirian.

Jika di rumah ada kolam renang, pagari sekelilingnya agar si Kecil tidak memiliki akses langsung ke kolam. Pasang pagar setinggi minimal 1,2 meter dengan pintu yang dipasangi kunci.

Bagaimana halnya dengan bermain air hujan? Jika kondisi kesehatan si Kecil baik, sesekali tidak ada salahnya mengajak si kecil bermain di bawah guyuran hujan, yang tidak terlalu deras tentunya. Kenakan sepatu boot karet, jas hujan, dan siapkan payung:

  • Ajak si Kecil untuk memperhatikan aliran air di jalanan atau di genteng
  • Ajak si Kecil untuk melompati genangan air di kebun
  • Ajari si Kecil menangkap butiran air hujan dengan tangannya dan merasakan tetesan air hujan membasahi wajahnya
  • Ajak si Kecil mencari cacing di kebun, karena saat hujan turun biasanya cacing akan keluar ke permukaan tanah
  • Ajak si Kecil untuk memperhatikan apa yang terjadi pada debu, pasir dan rumput saat terkena air hujan
  • Tampung air hujan dalam cangkir dan ukur volumenya
  • Berpura-pura menjadi hewan yang selalu berada di dalam air (ikan, itik, kodok)
  • Dengarkan irama hujan dan menarilah diiringi irama hujan
  • Jika Ibu memiliki kamera tahan air, tangkaplah berbagai pose si Kecil dibawah rintik-rintik air hujan
  • Ketika hujan berhenti, ajak si Kecil untuk mencari pelangi dan ceritakan bagaimana pelangi bisa terbentuk di akhir hujan.

 

Setelah puas bermain hujan, segera buka sepatu dan jas hujan, ganti baju jika bajunya basah, siapkan segelas susu cokelat hangat atau semangkuk sup krim, dan ceritakan kembali pengalaman Ibu bersama si Kecil saat bermain hujan tadi. Menyenangkan bukan?