Share Like
Simpan

Informasi yang sering kali dicari oleh calon orang tua baru, biasanya meliputi tips merawat si Kecil. Saya pun dulu begitu, Bu. Saat hamil anak pertama, info yang saya cari biasanya selalu berkaitan dengan perawatan calon anak saya nanti. Sampai pada suatu hari, saya tidak sengaja melihat sebuah artikel mengenai kapan saat yang tepat untuk mengajak si Kecil berenang.

Menurut situs kehamilan dan anak yang saya baca, sebaiknya tunggu hingga si Kecil berusia setidaknya enam minggu sebelum mengajak ia berenang. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuhnya yang masih belum begitu kuat dan dikhawatirkan bisa terserang penyakit akibat bakteri yang ada di dalam air. Namun, apabila Ibu belum begitu berani mengajaknya berenang di usia enam minggu, tunggulah hingga ia berusia enam bulan. Di usia ini, leher si Kecil biasanya sudah lebih kuat dan sudah mulai bisa berinteraksi dengan Ibu lebih banyak. Jadi, selain lebih aman, aktivitas ini bisa jadi lebih menyenangkan dengan suara tawanya, Bu. 

Selain itu, Ibu juga perlu melihat kondisi fisik Ibu sendiri pasca melahirkan. Sebagai proses pemulihan, dibutuhkan waktu setidaknya 40 hari (pada persalinan normal) atau 2-3 bulan (pada persalinan caesar) untuk betul-betul pulih dari luka pasca persalinan sebelum mengajak anak berenang. Apabila Ibu terlalu cepat mengajak si Kecil berenang saat luka Ibu belum betul-betul mengering, Ibu juga berisiko terkena infeksi, lho.

Nah, sebelum mulai memperkenalkan si Kecil dengan aktivitas berenang, menurut info ibu hamil dan anak yang saya baca, Ibu bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

  • Mulai dengan kolam plastik

Jika Ibu memiliki bathtub, Ibu bisa menggunakannya untuk memperkenalkan cara berenang pada si Kecil. Namun, Ibu juga bisa menggunakan kolam renang plastik sebagai alternatif. Hal terpenting yang perlu Ibu ingat adalah pastikan kolam yang akan dipakai sudah dibersihkan terlebih dahulu ya, Bu. Supaya kegiatan ini jadi lebih menyenangkan bagi si Kecil, ikutlah masuk ke dalam air bersamanya dan sesekali basuh kepalanya dengan air, agar ia terbiasa dengan adanya air di seluruh tubuh.

  • Sesuaikan temperatur air

Tak seperti orang dewasa pada umumnya, anak berusia di bawah satu tahun masih belum memiliki kemampuan untuk menyesuaikan temperatur tubuhnya. Oleh sebab itu, sesuaikan temperatur air hingga 30-33°C.  Saat bermain di air dengan si Kecil, perhatikan juga bibir dan kukunya ya, Bu. Apabila terlihat sedikit keunguan, itu tandanya Ibu perlu mengajaknya keluar dan menghangatkan tubuhnya.

  • Ikuti kemauan si Kecil

Bagi beberapa anak, masuk ke dalam air bisa terasa mengerikan karena lingkungan ini asing. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk memerhatikan keinginan si Kecil. Apabila ia tak mau Ibu ajak bermain di air, sebaiknya hindari memaksanya agar kelak ia tak trauma dengan air ya, Bu.

  • Buat aktivitas yang menyenangkan

Mengajak si Kecil berenang, tak selalu hanya bermain dengan air, Bu. Ibu juga bisa mengajaknya menari atau bernyanyi. Tersenyumlah kepadanya supaya ia merasa aman berada di air ya, Bu.

Aktivitas berenang memiilki banyak manfaat bagi tumbuh kembang balita terutama untuk menstimulasi motorik kasar si Kecil. Saat berada di dalam air, tubuh akan terasa lebih ringan karena berkurangnya gravitasi. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh si Kecil saat berada di dalam air, bisa memperkuat otot-otot tangan dan kaki sehingga baik sebagai sarana berolahraga, Bu.

Bagaimana, Bu? Sudah siapkah mengajak si Kecil berenang setelah ia lahir nanti? Jika Ibu masih membutuhkan info yang lebih lengkap seputar aman dan tidaknya mengajak ia berenang, janganlah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.