Share Like
Simpan

Apa saja ya, aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan bayi walaupun ia belum menginjak umur dua bulan? Banyak, Bu. Ibu bisa mengajaknya jalan-jalan di taman dengan kereta dorongnya. Dia mungkin akan diam saja, tapi si Kecil sebenarnya sudah bisa lho, memperhatikan kucing yang lewat atau mendengarkan suara burung berkicau.

Selain itu, ada lagi nih aktivitas yang seru yang dapat dilakukan si Kecil. Yakni berenang! Ya, melihatnya mandi saja sudah sangat lucu, apalagi jika melihatnya mengapung dengan bebas mengenakan ban mungil di air?

Namun, masih banyak Ibu yang seringkali takut untuk mengajak si Kecil berenang. Apakah ia nanti akan menangis kencang? Bagaimana jika si Kecil terkena air dingin? Apa sebenarnya manfaat berenang? Maka itu, sebelum mengajaknya berenang bersama, yuk kita ketahui dulu serba-serbi berenang bagi si Kecil!

 

Manfaat Berenang

Tak hanya menyenangkan, Bu. Berenang ternyata juga membawa banyak manfaat bagi si Kecil. Profesor Robyn Jorgensen, kepala peneliti di Universitas Canberra, mengatakan bahwa anak yang belajar berenang pada usia yang sangat muda dapat meningkatkan keterampilan si Kecil, lho.

Ini disebabkan berenang melibatkan semua anggota tubuh, sehingga dapat mendukung perkembangan motorik yang lebih baik, Bu. Ya, karena si Kecil terbiasa untuk menggerakkan seluruh tubuhnya, mulai dari tangan, kaki, hingga kepala. Tak hanya di tubuh, kemampuan kognitifnya atau kemampuan otak untuk berpikir, belajar dan memecahkan masalah berkembang lebih baik jika ia rutin berenang.

Berenang juga terbukti membuat si Kecil lebih aktif nantinya. Bayi yang secara teratur berenang dua kali dalam seminggu, terbukti lebih baik dalam kemampuan mengapung di atas air, menyelam, dan menggapai objek yang mengambang di usianya yang kelima tahun. Jadi, ia tak akan lagi takut menghadapi air saat pelajaran olahraga

Ada lagi nih, manfaat berenang yang bagus untuk ikatan Ibu dan si Kecil, Bu. Saat berenang, hubungan Ibu dengan si Kecil juga akan terbentuk lebih kuat karena kebersamaan dalam air. Ia juga akan terbiasa mendengarkan instruksi dari orang tua untuk memintanya bergerak. Karena itulah berenang dapat membawa manfaat si Kecil cepat berbicara dan kosa katanya semakin bertambah.Asyik kan, Bu?

 

Membuat si Kecil Percaya Diri

Wah, mengetahui manfaat berenang sebanyak itu, pasti Ibu langsung ingin mengajak si Kecil berenang! Namun Ibu sepertinya masih sedikit ragu menentukan waktu kapan sebaiknya mulai mengajak si Kecil untuk main air, nih?

Banyak orang tua yang menunggu hingga 5 bulan untuk mengajak si Kecil berenang. Tapi sebenarnya tak perlu menunggu selama itu kok, Bu. Jika si Kecil sudah bisa mengangkat  dan menahan kepalanya, saat itulah ia bisa diajak berenang.

Saya sendiri tak menunggu lama untuk mengajak anak saya berenang lho, yaitu sekitar dua bulan. Saya hanya mengisi bak mandi  dengan air hangat yang kebetulan kedalamannya cukup untuk bayi dan  membeli sebuah neck ring yaitu ban penahan kepala untuk dipakai si Kecil. Tak disangka, si Kecil sangat menyukai berenang. Pertama kali ia terlihat ingin menangis, tapi lama kelamaan ia sangat menikmatinya.

Memang sih, tak semua bayi dapat langsung  “mempercayai”’ air, apalagi jika terlihat dalam. Tak jarang si Kecil langsung menangis kencang begitu memasuki kolam renang. Oleh karena itu, yuk kita bantu Bu agar ia merasa aman di dalam air. Caranya, Ibu bisa “latihan” dulu dengan mengajaknya bermain dalam air atau mandi bersama. Biarkan ia menyentuh  dan memukul-mukul air serta  melihat mainannya mengapung dalam air.

 

Apa Saja Yang Harus Dipersiapkan?

Baju renang, sudah. Handuk, sudah. Tapi bagaimana dengan kondisi kesehatan si Kecil? Ya, yang pertama harus diperhatikan adalah kondisi tubuhnya, Bu. Jika ia sedang mengalami demam atau flu, sebaiknya Ibu mengurungkan niat sementara untuk mengajaknya berenang.

Jika si Kecil sehat, yang Ibu juga perlu perhatikan selanjutnya adalah suhu air untuknya. Usahakan agar tidak terlalu dingin (sekitar 30’C), karena kemampuan tubuh bayi di bawah 12 bulan untuk mengatur suhu belum sempurna, sehingga suhu tubuhnya cepat sekali berubah. Jika airnya terasa dingin bagi Ibu, maka akan sangat dingin bagi si Kecil.

Lalu, bahayakah kolam renang yang mengandung klorin dan bahan-bahan kimia di dalam kolam renang? Bukannya bahan-bahan tersebut bisa juga berbahaya untuk orang dewasa, ya? Bahan-bahan kimia tersebut sebenarnya diperlukan untuk menghindari bakteri dalam air, tapi jumlah yang berlebih dapat berbahaya bagi bayi. Kulit, mata, dan hidung bayi lebih sensitif terhadap klorin dibanding orang dewasa, Bu. Maka itu, bila Ibu mencium bau klorin ketika baru saja memasuki kolam renang, anggap saja itu sangat keras untuk si Kecil. Carilah kolam renang yang menggunakan filter ozon. Saat ini sudah banyak kok, kolam renang dan klub olahraga yang menyediakannya.

Namun, jika tidak pede mengajak si Kecil ke kolam renang, Ibu bisa membeli atau menyewa sejenis  kolam kecil berbentuk karet yang bisa diisi dengan udara. Jadi si Kecil bisa berenang di rumah. Dengan ukurannya yang kecil, Ibu tentu tak bisa ikut ke kolam karet. Jadi, jangan lupakan juga neck ring yang membuatnya bisa mengapung sendiri tanpa harus dipegangi.

Durasi berenang si Kecil jangan terlalu lama ya, Bu. Sekitar 15-20 menit pun sudah cukup agar ia terhindar dari demam atau flu. Setelah itu, keringkan si Kecil dengan handuk kering, gosokkan ia dengan minyak telon agar hangat dan pakaikan baju segera.

Jadi, sudah siap mengajak si Kecil berenang di akhir pekan ini? Selamat berenang bersama!