Share Like
Simpan

Ibu mungkin  pernah menghadapi  fase di mana anak mulai pilih-pilih makanan. Ini juga pernah saya alami, Bu. Ketika memasuki usia dua tahun, si Kecil mulai menolak makan daging. Sebenarnya hal ini dapat dimaklumi Bu, mengingat tekstur daging umumnya kering dan alot. Biasanya pada usia 1-3 tahun, gigi si Kecil sudah tumbuh, bahkan hingga 20 gigi, tapi sebagian anak bisa jadi masih sulit mengunyah daging. Meski begitu, perlu Ibu mengerti bahwa daging memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Nah, supaya tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya, saya menggunakan lima cara mengatasi anak susah makan daging berikut, Bu :

1. Potong Daging dalam Bentuk Kecil-Kecil

Apakah si Kecil tidak suka makan daging karena teksturnya yang sulit dikunyah? Ibu bisa memotong suwir atau bahkan mencincang daging. Dengan cara ini, si Kecil pun akan lebih mudah mengunyah dan menelan daging yang sudah hancur. Cara ini bisa dipraktekkan dalam menu-menu seperti tumis daging giling, perkedel, atau spaghetti. ­

2. Buat Menu Daging yang Variatif

Bisa jadi si Kecil menolak makan daging hanya karena bosan dengan menu yang itu-itu saja, Bu. Maka dari itu, yuk mulai ciptakan varian menu daging lezat dan ajak si Kecil masak bersama Ibu, ya. Selain dapat menciptakan waktu berkualitas dengannya, cara ini juga bisa membuat si Kecil lebih semangat dalam menyantap hasil masakannya sendiri. Ibu bisa mencoba menyajikan menu spaghetti panggang lezat dari Ibu & Balita.

3. Ganti Daging Merah dengan Daging Putih

Tahukah Ibu bahwa daging merah memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan ikan atau ayam? Bahkan, jika tidak diolah dengan baik, teksturnya pun bisa jadi keras dan sulit untuk ditelan. Itu sebabnya, untuk mengatasi persoalan ini, Ibu bisa coba mengganti daging merah dengan daging putih yang bisa didapat dari ayam dan ikan. Nutrisi yang terkandung dalam daging putih tidak kalah baik dengan daging merah, Bu. Dari artikel online yang saya baca, daging putih kaya akan Protein, Kalsium, Zinc, serta Vitamin A, B, B6, B12, dan K. Kandungan-kandungan tersebut baik untuk memenuhi gizi anak.

4. Dapatkan Pengganti Zat Besi dari Kacang-Kacangan

Tahukah Ibu? Daging itu merupakan sumber Zat Besi yang baik. Namun jika si Kecil sering menolak makan daging, Ibu bisa memenuhi kebutuhan Zat Besi dari sumber yang lain, misalnya kacang-kacangan. Faktanya, kacang-kacangan memiliki sedikit lemak jenuh (lemak tidak sehat yang dapat memicu penyakit jantung), dan kaya akan Protein yang dapat mendukung jaringan otot dan membantu pertumbuhan, serta perbaikan jaringan tubuh si Kecil.

5. Fokus Pada Sumber Protein Selain Daging

Memang betul si Kecil membutuhkan sumber Protein guna mendukung masa pertumbuhannya. Nah, jika si Kecil masih menolak cara di atas, saatnya untuk Ibu mulai fokus memberinya Protein dari telur. Pasalnya, dua butir telur memiliki kadar protein yang sama dengan seporsi daging sapi tiga ons, lho. Selain itu, kandungan Kolin dan DHA di dalamnya juga dapat mendukung pertumbuhan otak anak, Bu.

Itulah cara yang saya terapkan ketika si Kecil susah makan daging dulu demi menudukung si Kecil tumbuh pintar dan kuat. Apakah Ibu punya tips & trik lain? Ayo bagi cara mengatasi anak susah makan yang Ibu lakukan di rumah melalui forum Ibu & Balita.