Whatsapp Share Like Simpan

Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang kesuksesan si Kecil, baik di sekolah maupun di dunia kerja nantinya. Itulah sebabnya, peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak sejak dini. 

Ini karena kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menggunakan, serta mengelola emosi dan perasaannya. Kecerdasan emosional (EQ) dapat membantu siapa saja, termasuk anak-anak untuk membangun hubungan yang kuat, membuat keputusan, dan menghadapi situasi sulit sekalipun. Kecerdasan emosional (EQ) yang baik membuat si Kecil lebih mudah bersosialisasi dengan siapa saja, lebih percaya diri, dan dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik. 

Ibu dapat menumbuhkan kecerdasan emosional pada si Kecil di 3 tahun pertama kehidupannya. Sebab, 3 tahun pertama dalam kehidupan si Kecil merupakan masa tumbuh kembang yang sangat penting, baik secara fisik maupun mental. Di fase ini, otak si Kecil sedang berkembang dengan pesat, ia juga mulai mengekspresikan perasaannya, memerhatikan emosi orang di sekitar, hingga bisa meniru perkataan dan perlakuan orang di sekitarnya. 

Namun, di tahun-tahun ini, si Kecil mungkin masih belum mengerti mengenai perilaku yang benar atau salah, jika Ibu tidak memberitahunya sejak awal. Oleh karena itu, Ibu dan Ayah perlu memahami cara menumbuhkan dan meningkatkan kecerdasan emosional pada si Kecil sesuai usia.

Bagaimana Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Anak?

Berikut adalah beberapa cara menumbuhkan kecerdasan emosional si Kecil berdasarkan usia di 3 tahun pertamanya, yakni: 

Artikel Sejenis

  • Usia 1 Tahun

    Di usia 1 tahun, si Kecil akan mengeluarkan suara untuk mengekspresikan dirinya, mulai dari tertawa hingga menangis. Ia juga sudah mulai mengenali wajah-wajah yang familiar di sekitarnya dan memerhatikan perilaku Ibu sehari-hari. Itulah sebabnya, Ibu harus menjadi sosok yang bisa diandalkan dan dicontoh dengan baik. 

    Salah satu cara menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak usia 1 tahun yaitu dengan berinteraksi secara timbal balik. Meskipun cara berkomunikasi si Kecil belum optimal, Ibu tetap perlu menanggapi ocehannya dengan respon yang simpati. Dengan begitu, si Kecil akan merasa dihargai dan didengarkan. Ibu juga perlu menjadi sosok yang membuatnya nyaman, aman, serta dapat mendukung dan meyakinkan si Kecil. Hal ini berguna untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. 

  • Usia 2 Tahun

    Menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak usia 2 tahun bisa dilakukan dengan cara mengajaknya bersosialisasi. Di usia ini, si Kecil cenderung lebih mawas diri dan lebih banyak terlibat dengan orang di lingkungan sekitar. Nah, kondisi ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mengajarkan si Kecil cara menjalin interaksi dengan orang lain dan mengekspresikan emosinya. Si Kecil juga akan belajar tentang kepercayaan, kasih sayang, dan sesuatu yang benar atau salah. Dengan membiasakan si Kecil untuk bersosialisasi secara baik, rasa simpati dan empatinya pun akan tertanam untuk bisa saling menghargai dengan sesama. 

    Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

  • Usia 3 Tahun

    Menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak usia 3 tahun bisa dilatih dengan cara mendukung dan meyakinkan si Kecil agar siap sekolah. Di usia ini, si Kecil akan mulai terlibat dengan situasi dan orang-orang baru. Pada sebagian anak, kondisi tersebut terkadang membuatnya grogi dan takut. Itulah sebabnya, Ibu perlu melatih si Kecil untuk berani dan bersosialisasi dari usia 2 tahun. 

    Ibu juga perlu mendorong si Kecil untuk kreatif dengan menggunakan imajinasinya sendiri. Ajaklah si Kecil bermain peran untuk mengasah imajinasinya, seperti bermain peran sebagai dokter, superhero, atau lainnya. Cara ini berguna untuk mengajarkan si Kecil agar dapat bersikap di situasi yang berbeda, serta membangun rasa simpati dan empati. 

Selain itu, Ibu juga perlu meyakinkan si Kecil untuk berani mengekspresikan dirinya sendiri dengan cara yang tepat. Beritahu si Kecil bahwa kebahagiaan, kesedihan, atau kemarahan dapat diekspresikan dengan banyak cara, pastikan lakukan cara yang tepat agar kecerdasan emosional si Kecil berkembang lebih baik. 

Tips Meningkatkan Kecerdasan Emosional pada Anak

Tips meningkatkan kecerdasan emosional penting Ibu ajarkan kepada si Kecil agar ia dapat mengendalikan emosi dan perasaannya hingga dewasa. Bahkan, aspek kecerdasan emosional juga berperan penting terhadap kesuksesannya. Berikut ini beberapa tips meningkatkan kecerdasan emosional pada anak, antara lain:

  1. Memberikan contoh yang baik dalam berperilaku

    Untuk melatih dan membiasakan si Kecil berperilaku baik, Ibu dapat memberikan contoh melalui kebiasaan sehari-hari saat berkomunikasi dengan orang lain. Ajari si Kecil untuk terbiasa mengucapkan kata ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’. 

  2. Membantu si Kecil mengendalikan emosinya 

    Komunikasi dan kasih sayang merupakan faktor penting untuk melatih si Kecil mengenal emosi dan mengendalikannya sendiri. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk lebih rajin menanyakan apa yang sedang si Kecil rasakan, serta melatih ia untuk mengungkapkan emosinya sendiri dengan jujur dan terbuka. 

  3. Membangun empati si Kecil

    Empati dapat membantu si Kecil lebih peduli terhadap orang lain dan membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya hingga ia beranjak dewasa. Ibu dapat membangun rasa empati si Kecil dengan mendidiknya untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain. 

  4. Membiasakan si Kecil bekerja sama

    Hal yang tak kalah penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional si Kecil yaitu dengan membiasakannya bekerja sama. Dengan begitu, si Kecil dapat termotivasi untuk lebih empati dan senang membantu sesama. 

  5. Mengembangkan keterampilan memecahkan masalah

    Hal lain dalam keterampilan emosional yaitu mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri dengan baik. Saat si Kecil sedang bertengkar dengan teman, Ibu dapat membantu ia mencari solusi agar si Kecil tidak bertengkar. Dengan begitu, si Kecil lebih memilih mencari jalan keluar dibandingkan bertengkar secara terus menerus. 

  6. Mengembangkan rasa percaya diri

    Ibu perlu mengembangkan rasa percaya diri si Kecil agar berani menghadapi berbagai situasi. Namun, Ibu juga perlu mengingatkan ia bahwa segala sesuatu membutuhkan kerja keras, usaha, do’a, hati yang lapang, serta keinginan untuk bangkit kembali. Hal ini penting agar si Kecil tidak mudah kecewa bila mengalami kegagalan. 

Dengan EQ yang baik, si Kecil akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang pintar dan sehat. Namun, stimulasi di atas saja tidak cukup lho, Bu. Ibu tetap perlu memberikan asupan nutrisi yang penting untuk perkembangan dan kesehatan otak si Kecil, salah satunya susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. 

Di dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya oleh 8 kombinasi nutrisi penting, guna mendukung perkembangan otak agar lebih kreatif, di antaranya nutrisi DHA yang 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3 dan omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi. 

Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga mengandung 5 kombinasi nutrisi lainnya untuk mendukung daya tahan tubuh si Kecil, yang meliputi zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan kehebatan 9 Asam Amino Esensial (9AAE). Bahkan, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga mengandung serat pangan (inulin) yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna si Kecil. Dengan begitu, si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang kreatif, tangguh, dan percaya diri.