Share Like
Simpan

Rasanya lega ya, Bu, ketika penantian selama sembilan bulan kini terbayar dengan lahirnya bayi sehat nan menggemaskan. Rasa sakit dan lelah saat proses persalinan seolah hilang ketika melihat si Kecil berhasil dilahirkan dengan selamat. Saya pun merasakan hal yang sama, Bu. Bahkan setelah melahirkan dulu, saya tidak sabar ingin cepat membawa si Kecil pulang ke rumah agar bisa puas menggendong dan menimangnya.

Namun, si Kecil yang kerap terbangun di malam hari, sempat membuat pola tidur saya terganggu. Alhasil, saya pun sering merasa lelah dan tidak bersemangat untuk menjalani aktivitas. Selain rasa lelah yang berlebihan, ada beberapa dampak lain yang saya rasakan akibat kurang tidur, seperti:

  • Perasaan stres, emosional, dan mudah marah
  • Ceroboh dan linglung
  • Sulit berkomunikasi dan berkonsentrasi
  • Rasa lapar yang berkurang atau malah berlebihan dari biasanya

Setelah berkonsultasi dengan dokter, ia mengatakan bahwa kurang tidur karena memiliki bayi adalah hal yang wajar. Pasalnya, urusan menjaga bayi tetap sehat memang tidak mengenal waktu. Meskipun begitu, kesibukan mengurus si Kecil bukan satu-satunya penyebab kurang tidur setelah melahirkan, Bu. Hormon progesteron yang terus menurun setelah proses persalinan, ditambah rasa kram dan tidak nyaman di awal menstruasi, juga bisa menjadi penyebab Ibu sulit tidur pada malam hari.

Tapi Ibu tidak perlu khawatir, karena dari forum ibu hamil yang saya baca, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kurang tidur setelah melahirkan. Ayo simak pembahasan lengkapnya!

  1. Tidur Ketika si Kecil Terlelap di Siang Hari

Bayi sehat membutuhkan waktu tidur yang cukup, begitu juga dengan Ibu. Oleh karena itu, daripada melakukan aktivitas yang menguras tenaga, sebaiknya Ibu memanfaatkan waktu tidur si Kecil di siang hari untuk ikut beristirahat. Meskipun hanya 20-30 menit, tidur siang bisa membantu membuat Ibu merasa lebih segar ketika bangun. Namun, sebaiknya hindari tidur di atas jam dua atau tiga siang ya, Bu, karena hal tersebut mungkin dapat membuat Ibu terjaga di malam hari.

  1. Jangan Ragu untuk Meminta Bantuan

Di siang hari, minta bantuan anggota keluarga atau teman dekat yang dipercaya untuk merawat si Kecil selama beberapa jam, sehingga Ibu bisa mendapatkan waktu beristirahat. Sementara di malam hari, Ibu bisa memaksimalkan waktu tidur dengan meminta bantuan Ayah untuk mengurus si Kecil secara bergantian. Bagi Ibu yang menyusui, disarankan juga untuk melakukan pompa ASI. Sehingga, Ibu bisa tetap tidur sementara Ayah memberi susu pada si Kecil.

Jika Ibu mengalami sulit tidur di malam hari, bahkan ketika sudah lelah mengurus kesehatan bayi seharian, menonton televisi atau bermain handphone rasanya menjadi kegiatan yang menarik untuk memancing rasa kantuk. Padahal, cahaya dari layar televisi dan handphone justru malah membuat Ibu semakin sulit untuk tidur. Guna mengatasinya, Ibu bisa mendengarkan musik relaksasi yang dapat membantu membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih santai. Kondisi tersebut memungkinkan Ibu lebih mudah mengantuk dan kemudian tertidur.

  1. Memerhatikan Asupan Makanan

Sulit tidur di malam hari juga bisa disebabkan oleh makanan dan minuman yang Ibu konsumsi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makan terlalu kenyang dan mengonsumsi kafein sebelum tidur ya, Bu. Sebaliknya, Ibu disarankan untuk mengonsumsi susu hangat sebelum tidur. Pasalnya, susu yang dihangatkan dapat melepaskan kandungan Triptofan, yaitu asam amino esensial yang bisa membantu Ibu untuk tidur.

  1. Membangkitkan Mood untuk Tidur

Supaya Ibu bisa lebih mudah untuk tidur, pastikan suasana kamar berada dalam kondisi tenang, gelap, dan berada dalam temperatur yang sejuk, sehingga dapat membangkitkan mood untuk tidur. Selain itu, kebiasaan yang rutin dilakukan sebelum tidur seperti membaca buku atau mandi air hangat, juga bisa menjadi “sinyal” bagi tubuh untuk beristirahat.

Kini, Ibu sudah mengetahui tentang penyebab dan tips untuk mengatasi kurang tidur pasca melahirkan. Semoga setelah membaca informasi di atas, Ibu bisa mendapatkan tidur yang cukup sehingga bisa menjalani hari dengan lebih bersemangat. Salam hangat untuk bayi sehat kesayangan Ibu, ya!