Whatsapp Share Like Simpan

Sedih sekali rasanya kalau si Kecil susah makan. Ibu tentu khawatir jika ia kurang mendapatkan cukup nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Apabila terus dibiarkan, si Kecil bisa menderita gizi buruk lho, Bu.

Gizi buruk atau dalam dunia medis disebut kwashiorkor adalah sebuah kondisi kekurangan asupan nutrisi pada tubuh yang dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani secepatnya.  Kwarshiorkor banyak dialami oleh anak-anak di negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk mencegah si Kecil terhindar dari kondisi tersebut, ketahui dulu yuk informasi selengkapnya tentang gizi buruk:

Gejala Balita Mengalami Gizi Buruk

Apabila si Kecil menderita gizi buruk, ia akan menunjukkan beberapa gejala berikut ini:

  • Rambut tampak kering, kusam, sering mengalami perubahan warna, dan mudah rontok.
  • Si Kecil  sering tampak gelisah.
  • Muka terlihat pucat.
  • Kulit bersisik dan muncul bercak-bercak merah muda dan putih dengan tepi berwarna kehitaman.
  • Badan kurus, perut cembung, dan keempat anggota gerak kehilangan massa otot.
  • Pertumbuhan terhambat, seperti tinggi dan berat badan di bawah batas normal anak seusianya.
  • Si Kecil juga menderita anemia karena kekurangan vitamin B kompleks dan zat besi.

Cara Mendiagnosis Gizi Buruk

Kwashiorkor dapat didiagnosis dengan cara melakukan pengecekan terhadap riwayat kesehatan si Kecil. Kebiasaan makannya bisa dijadikan indikator untuk melihat jika si Kecil kekurangan asupan makanan bernutrisi.

Di samping itu, dokter juga akan memeriksa jika terdapat gejala-gejala kwashiorkor pada si Kecil. Supaya dokter bisa membedakan kwashiorkor dengan marasmus (sejenis gizi buruk), dokter akan mencari tahu apakah pasien mempunyai gejala yang diiringi dengan edema  (pembengkakan tubuh) atau tidak.

Artikel Sejenis

Balita yang mengalami gizi buruk kwashiorkor kadangkala juga terdiagnosis menderita penyakit lainnya. Penyakit infeksi adalah jenis penyakit yang paling banyak terdeteksi karena si Kecil memiliki sistem imun yang lemah. Untuk pemeriksaan lebih jauh, dokter juga akan melakukan pengecekan laboratorium dan radiologi supaya bisa mendiagnosis jenis penyakit infeksi tersebut.

Komplikasi Akibat Gizi Buruk

Gizi buruk pada balita harus segera ditangani secepatnya, Bu, karena bisa mengakibatkan komplikasi yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. Apabila kondisi tersebut sampai terjadi, si Kecil bisa mengalami tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak normal yang seusia dengannya. Tak hanya berdampak pada tumbuh kembang, si Kecil juga bisa mengalami beberapa masalah berikut ini:

  • Gangguan pada beberapa organ tubuh.
  • Kesulitan dalam belajar.
  • Mudah terjangkit penyakit serius.
  • Berisiko mengalami kematian.

Baca juga: Nutrisi Penting di Masa Golden Years

Cara Mencegah Gizi Buruk pada Balita

Tentunya Ibu tidak ingin buah hati menderita gizi buruk, bukan? Untuk itu, coba lakukan beberapa langkah berikut ini, ya:

  • Hidangkan menu makanan bergizi yang bervariasi. Untuk menghindarkan si Kecil dari gizi buruk, ia harus cukup mendapatkan asupan nutrisi. Jadi, selalu hidangkan menu makanan yang kaya nutrisi secara bervariasi. Menu makanannya harus selalu mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dengan porsi yang sesuai usia si Kecil.
  • Meminimalisir gangguan saat jam makan. Kondisi gizi buruk bisa diawali dari si Kecil yang susah makan. Oleh karenanya, Ibu harus berupaya untuk meminimalisir aktivitas yang dapat mengganggu jam makannya, seperti menonton TV atau bermain gadget. Kebiasaan tersebut bisa membuat si Kecil kehilangan nafsu makan.

Si Kecil harus dibuat fokus pada makanannya. Jika ia sedang susah makan, coba siasati dengan menciptakan suasana yang nyaman untuk makan dan peralatan makan yang menarik minat si Kecil untuk mencoba makanannya.

  • Hindari memberi makan berdekatan dengan jam tidur si Kecil. Saat sedang mengantuk, si Kecil bisa tidak berselera lagi untuk makan. Maka dari itu, hindari memberikan ia makan saat ia sudah mengantuk atau mendekati jam tidurnya.
  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Suasana makan akan turut mempengaruhi selera makan si Kecil. Jadi, buatlah suasana makan yang menyenangkan untuknya. Hindari memaksa, menekan, atau meneriaki si Kecil untuk menghabiskan makanannya, karena hanya akan membuatnya merasa stres.
  • Berikan porsi makanan yang sesuai kebutuhan si Kecil. Saat melihat porsi makan yang terlalu banyak, si Kecil juga bisa jadi kehilangan nafsu makan. Jadi, daripada memberikan buah hati porsi makan yang besar, lebih baik sajikan dalam porsi yang cukup untuk kebutuhannya.
  • Belajar memahami gaya makan si Kecil. Saat si Kecil tidak mau makan, bisa jadi ia masih merasa kenyang oleh porsi makan yang sebelumnya. Ibu pun perlu belajar memahami gaya makan buah hati.
  • Mengatur tambahan camilan di luar jam makan. Di antara jam makan, si Kecil juga harus diberi camilan tambahan. Namun, Ibu harus mengatur pemberiannya supaya tidak terlalu banyak dan mendekati jam makannya, karena bisa membuatnya kenyang dan menghilangkan selera makan si Kecil.

Ibu juga perlu tahu kalau si Kecil mungkin sedang tidak nafsu makan sehingga ia pun tidak merasa lapar. Jika hal ini yang dialami oleh anak Ibu, cobalah menyajikan makanan dalam porsi kecil tapi dengan frekuensi yang sering.

 

Si Kecil yang susah makan memang sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut ya, Bu. Jangan sampai buah hati kekurangan gizi dalam jangka waktu lama dan membuatnya mengalami gizi buruk. Semoga informasi di atas memberi pengetahuan dan bermanfaat bagi Ibu.

Susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI akan membantu Ibu dalam mencukupi kebutuhan nutrisi si Kecil berkat kandungan nutrisinya yang lengkap. Di dalam susu ini telah terkandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral serta serat pangan inulin, omega 3 dan 6, dan minyak ikan.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Health.kompas

Klikdokter