Share Like
Simpan

Dalam mempersiapkan kehamilan, baik Ibu maupun suami perlu membekali diri dengan beragam informasi terkait. Salah satunya adalah informasi seputar kondisi yang mungkin dialami oleh Ibu saat hamil. Dulu, ketika hamil si Kecil, saya sering mengalami morning sickness. Gejala muntah-muntah di pagi hari ini dianggap wajar oleh keluarga, karena Ibu saya dulu juga mengalaminya. Dari situ saya mencari informasi, benarkah ada kondisi saat hamil yang bisa jadi berasal dari faktor keturunan?

Setelah membaca dari berbagai sumber, ternyata ada beberapa kondisi yang memang dapat menurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya, Bu. Ini beberapa di antaranya.

Morning Sickness

Ya, gejala mual, muntah-muntah, dan pening yang dulu sempat saya rasakan ternyata memang disebabkan keturunan. Menurut sebuah studi yang saya baca, gejala mual-mual ini merupakan sesuatu yang genetik, apalagi jika morning sickness cukup membuat Ibu kelelahan akibat mual berat. Umumnya, pengalaman ini dapat ditemukan dari keturunan terdekat, seperti Ibu atau Kakak yang mengalami hal serupa.

Stretch Marks

Faktor DNA yang sama dengan orang tua dan Kakak perempuan, membuat kondisi kehamilan yang tampak dari luar, seperti stretch marks, juga ikut menurun. Ketika tubuh mulai mempersiapkan diri akan kehadiran si Kecil dengan ukuran dan berat yang terus bertambah, maka kulit akan meregang dengan cepat dan menghasilkan stretch marks.

Preeklamsia

Naiknya tekanan darah pada Ibu hamil yang disertai adanya protein dalam urine dikenal sebagai preeklamsia. Umumnya, hal ini menyerang Ibu pada kehamilan pertama. Kondisi seperti ini juga berisiko dialami oleh Ibu yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain faktor keturunan, hal ini juga dapat disebabkan faktor lingkungan, Bu. Sayangnya, sampai saat ini, belum diketahui cara mencegahnya. Maka dari itu, rajinlah melakukan konsultasi kehamilan agar hal ini dapat ditangani sejak dini dan menghindari risiko lainnya.

Diabetes Gestasional

Meski Ibu tidak mengidap diabetes, tapi jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit ini, risiko ini dapat terjadi pada Ibu saat hamil. Jika gula darah Ibu lebih tinggi dari angka normal sejak sebelum masa kehamilan, ada kemungkinan Ibu mengalami Diabetes Gestasional. Diabetes jenis ini umumnya dapat mengakibatkan ukuran tubuh si Kecil lebih besar dari janin seumurannya dan berisiko sistem pernapasannya bermasalah.

Dari empat kondisi di atas, apakah Ibu pernah mengalami hal serupa? Beberapa Ibu hamil bahkan tiba-tiba tak nafsu makan karena tak tahan aroma atau rasa tertentu. Namun, belum ada hasil penelitian yang membuktikan hal ini disebabkan oleh faktor genetik. Biasanya kondisi ini disebabkan karena sensitivitas hampir semua Ibu meningkat saat mulai mengandung.

Nah, kini Ibu sudah tahu apa saja kondisi saat hamil apa saja yang mungkin menurun dari anggota keluarga Ibu. Supaya Ibu dapat mencegah terjadinya kondisi seperti ini, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter ya, Bu. Semangat terus menanti kehadiran si Kecil!