Share Like
Simpan

Agar si Kecil tumbuh menjadi bayi sehat, para ahli menyarankan setiap ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia genap enam bulan. Sayangnya, menjalankan program ASI eksklusif tak selalu mudah lho, Bu.

Sedikit cerita, sewaktu berusaha menjalankan program ASI eksklusif setahun lalu, salah satu tetangga saya sempat menghadapi beberapa kendala baik secara fisik maupun psikologis. Saat itu, demi memenuhi keinginan menyusu si Kecil yang kuat, tetangga saya sampai kurang istirahat sehingga kelelahan dan jatuh sakit. Untungnya, sang Ayah selalu siap siaga. Sebagai orang terdekat Ibu dan bayi, Ayah berusaha mendukung keberhasilan program ASI eksklusif yang dijalani sang istri lewat tiga cara ini:

1. Mendukung dan Menyemangati Ibu

Selain lelah secara fisik, selama menyusui Ibu juga bisa lelah secara psikologis, apalagi saat ASInya tak bisa keluar dengan lancar. Ini tentu membuat Ibu terus-menerus kepikiran dan khawatir kebutuhan gizi bayi sehat kesayangannya tak bisa terpenuhi sehingga berat badan bayi ideal tidak tercapai. Di saat seperti inilah dukungan dari Ayah amat dibutuhkan Ibu.

Saat Ibu mulai takut tak bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi lewat pemberian ASI, Ayah harus berusaha membesarkan hati Ibu agar semangatnya bangkit kembali dan tak berhenti menyusui. Meskipun ASI tidak lancar keluar, kegiatan menyusu sebaiknya tetap dilakukan oleh Ibu pada bayi. Sebab, gerakan mulut bayi saat menghisap puting payudara bisa memicu keluarnya hormon prolaktin dan oksitosin di tubuh Ibu sehingga produksi ASI semakin meningkat.

2. Bantu Redam Komentar Negatif

Meski terbukti membantu si Kecil tumbuh menjadi bayi yang sehat, nyatanya belum tentu semua orang mendukung penuh niat baik Ibu dan Ayah dalam menjalankan program ASI eksklusif. Seperti yang dialami tetangga saya, komentar kurang positif justru datang dari keluarga sendiri. Supaya hal ini tak memengaruhi kondisi psikologis Ibu, Ayah bisa membantu memberikan pengertian ke orang-orang terdekat mengenai pentingnya ASI eksklusif. Caranya mudah kok, misalnya dengan menempelkan kertas-kertas berisi info tentang ASI eksklusif di kulkas agar orang-orang terdekat bisa membacanya.

3. Membantu Memberi ASI Perah

Untuk Ibu bekerja, biasanya ada kekhawatiran bahwa program ASI eksklusif gagal bisa berhenti dengan selesainya masa cuti melahirkan Ibu yang biasanya hanya berlangsung selama tiga bulan. Tenang, dengan dukungan dari Ayah, program ASI eksklusif bisa tetap dijalankan dengan baik kok.

Ayah bisa membantu Ibu memberikan ASI perah yang sudah ditempatkan pada botol kepada si Kecil di malam hari atau sewaktu Ibu beristirahat. Meski terkesan sepele, bantuan seperti ini juga menunjang keberhasilan program ASI eksklusif, sebab Ibu merasa didukung, dibantu, dan diperhatikan sehingga bisa tetap semangat memberikan ASI untuk si Kecil. Ayah juga bisa membantu mengingatkan Ibu untuk memompa saat Ibu sedang di kantor. Sederhananya, Ayah bisa mengirim pesan rutin pada jam tertentu.

Nah, itulah beberapa bentuk dukungan yang bisa Ayah berikan untuk menunjang keberhasilan program ASI eksklusif. Yuk, terus dukung Ibu lewat cara-cara tadi supaya si Kecil tumbuh menjadi bayi sehat!