Share Like
Simpan

Mungkin Ibu mengenal khitan atau sunat sebagai salah satu ritual religius yang biasanya dijalankan oleh mereka yang Muslim. Tahukah Ibu, selain karena alasan religius, hal ini juga dilakukan demi kesehatan dan perawatan bayi? Meskipun biasanya orang tua baru menyunat anak laki-lakinya di usia sekolah, sunat sebenarnya bisa dilakukan kapan pun, sejak lahir hingga dewasa. Inilah info yang saya dapatkan saat baca artikel di sebuah forum online Ibu & anak. Jadi tidak masalah jika Ibu memutuskan untuk menyunat si Kecil ketika ia masih bayi, apalagi hal ini memiliki banyak manfaat agar bayi sehat, antara lain:

Menjaga Kebersihan Penis Bayi

Tujuan sunat adalah memotong kulup atau lapisan kulit di ujung penis. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kulup penis mungkin sekali menjadi sarang bakteri akibat sisa urine atau sel-sel mati. Nah... sunat dapat membantu perawatan bayi yang Ibu lakukan. Ibu tak perlu lagi membuka bagian kepala penis bayi karena sudah sekaligus bersih dan ringkas. Dengan begitu, kebersihan penis bayi dapat lebih terjaga. Nantinya Ibu juga bisa merasa lebih tenang untuk melepaskan si Kecil membersihkan alat kelaminnya sendiri nantinya.

Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kencing

Salah satu alasan lain kenapa Ibu perlu memastikan kebersihan area kelamin si Kecil adalah untuk menjaga kesehatan si Kecil. Seperti sudah disebutkan di atas, sisa kotoran mungkin mengendap di dalam kulup dan akhirnya menyebabkan saluran kencing semakin kotor dan tersumbat. Hal inilah dapat memicu infeksi saluran kencing dan meningkatkan risiko kanker penis nantinya. Dengan disunat, kebersihan kepala penis bisa lebih terjaga, Bu.

Menyembuhkan Kelainan pada Penis Bayi

Ada beberapa kelainan penis yang mungkin dialami oleh bayi. Sunat dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kelainan tersebut, khususnya yang berhubungan dengan kulup penis. Sebut saja, fimosis merupakan kelainan penis dimana kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang sehingga mencegah kepala penis terbuka. Efek yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan penutupan lubang penis. Hal ini tentu akan menyumbat keluarnya urine sekaligus menjadi penyebab infeksi saluran kencing.

Selain fimosis, sunat juga dapat mencegah kelainan penis bernama parafimosis. Parafimosis adalah kelainan yang ditandai dengan kondisi kulup penis yang dapat ditarik, namun tidak dapat kembali ke posisi semula. Hal ini membuat penis terjepit sehingga membendung aliran darah pada penis. Hal ini kemudian menyebabkan penis membengkak.

Sunat dapat menjadi tindakan untuk menangani atau mencegah kedua kelainan tersebut. Ketika kulup di potong, masalah selesai dan bayi sehat tetap ceria hingga dewasa nanti.

Itulah beberapa manfaat sunat untuk kesehatan si Kecil. Bisa jadi Ibu masih belum tega menyunat si Kecil yang masih terlalu muda saat ini. Padahal, Bu, menurut artikel yang saya baca, ada baiknya ini dilakukan saat si Kecil masih bayi karena proses penyembuhan luka justru bisa lebih cepat saat ini. Luka yang terjadi pada masa bayi juga akan lebih cepat kering, tentunya dengan perawatan dan perhatian yang lebih.

Agar perawatan bayi Ibu lebih maksimal, yuk konsultasikan ke dokter kapan kira-kira si Kecil sudah siap disunat atau belum.